• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Batuk Kronis Disembuhkan Total?

Bisakah Batuk Kronis Disembuhkan Total?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Batuk merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi. Namun, ketika batuk berlangsung lama dan mengganggu kegiatan sehari-hari, kondisi tersebut harus diwaspadai. Kondisi tersebut dikenal juga dengan sebutan batuk kronis.

Saat batuk terjadi selama 8 minggu pada orang dewasa dan 4 minggu pada anak-anak, bisa dipastikan batuk tersebut termasuk batuk kronis. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti asma, alergi, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), atau bronkitis. Hal yang menjadi pertanyaan adalah, apakah batuk kronis bisa disembuhkan total?

Penyembuhan Batuk Kronis

Batuk kronis bisa disembuhkan. Penyembuhan bisa dilakukan tergantung pada penyebab mendasarnya. Jika dokter tidak dapat langsung mengetahui penyebab pastinya, mungkin dokter akan mengobati faktor-faktor paling umum penyebab batuk kronis. 

Dokter mungkin akan merekomendasikan pengidap batuk kronis untuk mengonsumsi dekongestan atau antihistamin. Obat-obatan ini dapat membantu mengeringkan sekresi dan mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan postnasal. Semprotan steroid dekongestan juga ke tenggorongkan juga dapat membantu. 

Baca juga: Benarkah Batuk Kronis Sebabkan Hernia inguinalis?

Pengobatan lain yang dapat dilakukan mungkin lebih spesifik pada kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Misalnya, seseorang mungkin dapat mengontrol GERD melalui perubahan gaya hidup atau minum obat yang dapat mengurangi efek asam pada lambung. Meski begitu, beberapa hal harus dihindari seperti:

  • Makan beberapa porsi kecil sehari.

  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan GERD, seperti kafein, buah jeruk, makanan berbasis tomat, makanan tinggi lemak, cokelat, atau peppermint.

  • Tahan diri agar tidak berbaring sampai dua jam setelah makan.

  • Tidur dengan kepala diangkat atau menggunakan bantal tambahan untuk mengangkat kepala. 

  • Minum obat seperti simetidin atau famotidin. 

Sementara itu, kamu dapat menggunakan obat untuk menyembuhkan batuk kronis seperti:

  • Antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obatan ini merupakan pengobatan standar untuk alergi dan postnasal. 

  • Obat asma inhalasi. Perawatan yang paling efektif untuk batuk yang berkaitan dengan asma adalah kortikosteroid dan bronkodilator. Tujuannya adalah untuk mengurangi peradangan dan membuka saluran udara. 

  • Antibiotik. Jika penyebabnya infeksi bakteri, jamur, atau mikrobakteri, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengatasi infeksi tersebut. 

  • Blocker asam. Ketika perubahan gaya hidup tidak meredakan refluks asam, kamu mungkin memerlukan obat yang menghambat produksi asam. 

Sebagian besar kasus batuk kronis dapat diobati dan disembuhkan. Namun, terkadang batuk kronis dapat mengindikasi penyebab yang lebih serius yang harus dievaluasi oleh dokter. Jadi, ketika mengalami batuk kronis, sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar penyembuhan lebih tepat. 

Baca juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh, Pertanda Apa?

Komplikasi Jika Mengalami Batuk Kronis

Batuk dapat menjadi masalah jika mengganggu kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya. Batuk kronis dapat memiliki efek tambahan seperti:

  • Memengaruhi kemampuan seseorang untuk tidur nyenyak jika batuk membuat terjaga atau tidak bisa tidur di malam hari. 
  • Kelelahan siang hari. 
  • Kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.

Meskipun jarang terjadi, batuk yang sangat parah dapat menyebabkan komplikasi seperti inkontinensia urine, pingsan, dan cedera tulang rusuk. 

Baca juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati-Hati TB

Sementara itu, berbagai faktor juga dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami batuk kronis. Faktor yang paling klasik yaitu merokok. Paparan perokok aktif maupun pasif dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batuk kronis. Asap rokok dapat mengiritasi saluran udara dan menyebabkan batuk kronis serta kerusakan paru-paru. Di samping itu, bahan kimia di udara, seperti paparan populasi pabrik atau laboratorium juga dapat menyebabkan batuk jangka panjang.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What causes a chronic cough?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic cough.