• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Metode Deep Breathing Ringankan Gejala Corona?

Bisakah Metode Deep Breathing Ringankan Gejala Corona?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Segala hal tentunya akan dilakukan untuk tetap sehat selama pandemi COVID-19. Bagi orang-orang dengan gejala ringan COVID-19 yang merawat diri mereka sendiri di rumah, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk memperbanyak istirahat, hidrasi, mengambil tindakan pencegahan seperti isolasi mandiri di rumah agar tidak menyebarkan virus corona ke orang lain. 

Namun, bukan berarti para profesional medis tidak memiliki ide sendiri untuk meredakan gejala dan membantu memerangi SARS-CoV-2 ini. Salah satu metode pernapasan ‘deep breathing’ telah dipopulerkan oleh penulis buku Harry Potter, J.K. Rowling dan pembawa acara CNN, Chris Cuomo. Metode pernapasan yang direkomendasikan ini meminta kamu untuk menarik napas dalam-dalam, menahannya selama beberapa detik, dan membuangnya perlahan. Terlihat sederhana bukan? Sebaiknya, pahami dulu beberapa fakta berikut ini.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Paru-Paru saat Terserang Virus Corona

Deep Breathing, Membantu Fungsi Paru-Paru

Ketika paru-paru mengalami peradangan, baik itu karena COVID-19 atau kondisi lain, beberapa kantong udara yang menukar oksigen dan karbon dioksida akan berfungsi kurang baik dalam pertukaran gas. Sehingga, saat kamu berlatih teknik pernapasan dalam, maka hal ini akan mendorong udara ke paru-paru. 

Saat kamu menahan napas di akhir napas, kamu membuka kantong udara, meningkatkan area permukaan untuk pertukaran gas di dalam paru-paru. Metode ini membantu membuka kantong udara yang runtuh di paru-paru dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.

Ventilator melakukan fungsi serupa pada pasien yang tidak cukup sehat untuk bernapas sendiri. Latihan pernapasan ini juga telah lama bermanfaat bagi orang dengan kondisi paru yang berbeda. Jika kamu memiliki penyakit paru-paru kronis, seperti asma, teknik pernapasan membantu mengendalikan kondisi kronis ini. Jika kamu sering memperlambat pernapasan, maka kamu bisa mendapatkan lebih banyak udara ke paru-paru.

Baca juga: 5 Gerakan Yoga untuk Atasi Rasa Cemas Selama Corona

Deep Breathing juga Efektif Atasi Kecemasan 

Nikita Desai, ahli paru di Cleveland Clinic mengatakan bahwa teknik pernapasan dalam mampu memfokuskan energi pasien dan memberikan kontrol atas perawatan mereka. Hal ini dapat meningkatkan efek positif, terutama ketika digunakan bersama dengan taktik perawatan di rumah lainnya.

Saat kamu cemas, bukan tidak mungkin kamu lebih sedikit mendapatkan oksigen. Jadi, latihan pernapasan dalam akan membantu mengelola stres karena alasan yang sama. Latihan ini dapat secara fisik memberikan sinyal pada sistem saraf untuk tenang. Hal ini berguna dalam situasi yang mengkhawatirkan seperti sekarang. Desai juga mengungkapkan, setiap jenis latihan pernapasan dalam, atau meditasi 10 menit, atau memusatkan perhatian bermanfaat untuk mengatasi kecemasan. 

Namun, Jangan Berharap Teknik Deep Breathing Bisa Menyembuhkan COVID-19

Meskipun metode ini efektif meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru, namun cara ini bukanlah metode untuk mengobati COVID019. Namun, Desai mengingatkan sekali lagi bahwa ini tidak akan mencegah atau mengobati dari COVID-19, sama halnya dengan ventilator yang bukan alat untuk menyembuhkan pasien COVID-19. 

Masih terdapat banyak cara sederhana lainnya yang bisa kamu lakukan untuk meringankan gejala COVID-19 selain teknik deep breathing. Salah satunya adalah banyak minum air putih, mandi air hangat, serta mengonsumsi obat-obat sesuai resep dokter untuk meringankan gejala-gejala penyakit yang dirasakan.

Baca juga: Virus Corona Menyebar Lewat Kentut? Ini Faktanya

Segera diskusikan dengan dokter di Halodoc jika kamu merasakan gejala mencurigakan yang mirip COVID-19. Mendiskusikan kesehatan terlebih dahulu dengan dokter melalui fitur chat di Halodoc dinilai lebih efektif guna untuk mencegah penularan yang mungkin bisa terjadi di rumah sakit. Tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. Breathing Exercises.
Health. Diakses pada 2020. J.K. Rowling Says This Breathing Technique Got Rid of Her COVID-19 Symptoms—but Not All Experts Think It Works.
Huff Post. Diakses pada 2020. Does Deep Breathing Help Coronavirus Patients With Symptoms?