• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Orang Terkena Campak Lebih dari Sekali?

Bisakah Orang Terkena Campak Lebih dari Sekali?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Campak atau rubella adalah infeksi virus yang dimulai pada sistem pernapasan.  Setelah menginfeksi saluran pernapasan, virus ini menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. Penyakit ini menyebar melalui batuk atau bersin, kontak dekat atau kontak langsung dengan sekresi hidung atau tenggorokan yang terinfeksi.

Virus penyebab campak bisa tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan yang terinfeksi hingga 2 jam. Kondisi ini dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi dari 4 hari sebelum timbulnya ruam hingga 4 hari setelah ruam meletus. Mengingat campak mudah sekali menular, apakah seseorang bisa terkena campak lebih dari sekali? Berikut ini penjelasannya.

Baca juga: Alasan Bayi Lebih Rentan Terkena Campak

Bisakah Seseorang Terkena Campak Lebih dari Sekali?

Dikutip dari Healthline, seseorang tidak bisa mendapatkan campak lebih dari satu kali. Ketika kamu sudah pernah terkena virus campak satu kali, maka kamu akan kebal seumur hidup. Namun, mengingat potensi komplikasinya cukup besar, campak perlu dicegah dengan vaksinasi. 

Vaksinasi tidak hanya melindungi kamu dan keluarga, tetapi juga mencegah virus campak agar tidak menyebar di komunitas dan memengaruhi mereka yang tidak mendapat vaksinasi. Berikut ini informasi seputar campak yang perlu kamu ketahui.

Vaksinasi untuk Mencegah Campak

Campak dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin campak, gondok, dan rubella atau Measles, Mumps and Rubella (MMR) yang diberikan sebanyak dua dosis. Dosis pertama diberikan ketika anak berusia sekitar 13 bulan dan dosis kedua diberikan ketika anak menginjak 3 tahun. Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar dapat divaksinasi pada usia berapa pun jika mereka belum pernah divaksin sebelumnya. 

Meski diwajibkan, ada beberapa kelompok individu yang tidak boleh menerima vaksinasi campak. Kelompok-kelompok ini termasuk:

  • Individu yang memiliki alergi atau reaksi yang mengancam jiwa terhadap vaksin campak atau komponen-komponennya.

  • Wanita yang sedang hamil.

  • Individu yang memiliki imunitas lemah, seperti pengidap HIV atau AIDS, orang yang menjalani pengobatan kanker, atau orang yang menggunakan obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Pemberian vaksin jarang menimbulkan efek samping. Jika ada, efek samping biasanya ringan dan hilang dalam beberapa hari. Efek samping yang ditimbulkan umumnya hanya demam dan ruam ringan. Pada kasus yang jarang terjadi, pemberian vaksin diketahui menurunkan jumlah trombosit atau kejang. 

Baca juga: Benarkah Obat-Obatan Herbal Bisa Redakan Gejala Campak?

Beberapa orang bahkan percaya bahwa vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak. Telah banyak penelitian yang khusus mendalami topik ini selama bertahun-tahun. Melansir dari Healthline, penelitian-penelitian tersebut tidak menemukan bahwa vaksin campak bisa menyebabkan autisme pada anak. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu khawatir karena manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Metode Pencegahan Campak Lainnya

Tidak semua orang dapat menerima vaksinasi campak. Oleh sebab itu, ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah campak selain menggunakan vaksin. Berikut langkah pencegahan yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Jaga kebersihan diri. Jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan sebelum menyentuh wajah, mulut, atau hidung.

  • Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain. Hindari berbagi alat makan, alat mandi dan barang pribadi lainnya dengan orang lain. 

  • Hindari bersentuhan dengan orang yang sakit.

Baca juga: Ini 5 Mitos tentang Penyakit Campak pada Bayi 

Jika kamu belum pernah mendapatkan vaksin campak atau ragu sudah pernah atau belum, kamu bisa mengunjungi dokter untuk memeriksakannya. Sebelum pergi ke rumah sakit pilihan, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About the Measles.
National Health Services. Diakses pada 2020. Measles.