• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Sleep Apnea Diatasi Secara Alami?

Bisakah Sleep Apnea Diatasi Secara Alami?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bisakah Sleep Apnea Diatasi Secara Alami?

“Sleep apnea adalah kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan napas terhenti dalam waktu singkat saat tidur. Selain menjalani pengobatan medis, pengidap sleep apnea bisa melakukan perawatan rumahan.”

Halodoc, Jakarta – Bernapas adalah hal yang dibutuhkan dan dilakukan manusia setiap hari, baik siang atau malam hari. Bayangkan bila kamu berhenti bernapas untuk waktu yang singkat saat tidur, tentunya sedikit banyak fungsi tubuh bisa terganggu. Hal ini yang dialami oleh pengidap sleep apnea.  

Pada banyak kasus, seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa ia telah berhenti bernapas sejenak, dan percaya bahwa siklus tidurnya normal. Padahal, kondisi ini perlu diatasi agar tidak menyebabkan komplikasi kesehatan serius.

Baca juga: Ketahui Inilah Alasan Sleep Apnea Berbahaya

Mengatasi Sleep Apnea secara Alami

Bila tidak diatasi, sleep apnea dapat menyebabnyak banyak komplikasi kesehatan, seperti menurunnya imunitas, peningkatan risiko gagal jantung, hingga masalah kesehatan mental. Tentunya, diagnosis dan pengobatan medis diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Namun, ada juga beberapa perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap sleep apnea, yaitu:

1. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Dokter biasanya merekomendasikan orang dengan sleep apnea untuk menurunkan berat badan. Obesitas, khususnya di tubuh bagian atas, dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran napas dan saluran hidung yang menyempit.

Hambatan ini dapat menyebabkan napas terhenti tiba-tiba saat tidur. Jadi, mempertahankan berat badan yang sehat dapat menjaga saluran udara tetap bersih dan mengurangi gejala kondisi ini.

2. Yoga

Olahraga teratur meningkatkan stamina tubuh dan memperkuat jantung. Yoga, secara khusus dapat meningkatkan kekuatan pernapasan dan mendorong aliran oksigen. Sleep apnea dikaitkan dengan penurunan saturasi oksigen dalam darah. Nah, yoga meningkatkan kadar oksigen melalui berbagai latihan pernapasan.

3. Ubah Posisi Tidur

Meskipun perubahan kecil, mengubah posisi tidur dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep Medicine Review pada 2013 menunjukkan bahwa tidur telentang dapat memperburuk gejala. Bagi beberapa orang, tidur dengan posisi miring dapat membantu pernapasan menjadi normal.

Baca juga: Mengidap Sleep Apnea? Inilah Posisi yang Tidur yang Tepat

4. Gunakan Pelembap Udara

Udara kering dapat mengiritasi tubuh dan sistem pernapasan. Menggunakan pelembap udara atau humidifier dapat membuka saluran udara, mengurangi sumbatan, dan mendorong pernapasan yang lebih lega.

5. Hindari Alkohol Dan Merokok

Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik. Pertimbangkan untuk berhenti merokok dan membatasi asupan alkohol untuk mengurangi risiko komplikasi sleep apnea.

Alkohol melemaskan otot-otot tenggorokan yang mengontrol pernapasan, serta dapat menyebabkan mendengkur dan siklus tidur yang terganggu. Tak hanya itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan peradangan di saluran udara, dan menghalangi aliran udara.

Mirip dengan alkohol, penggunaan tembakau pada rokok juga dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan di saluran pernapasan. Ini dapat memperburuk dengkuran dan sleep apnea.

Sebuah studi 2012 di Chinese Medical Journal mengidentifikasi rokok sebagai faktor risiko untuk mengembangkan sleep apnea. Studi tersebut mencatat bahwa orang dengan kondisi ini mungkin memiliki kecenderungan untuk merokok juga, sehingga berhenti merokok dapat membantu pengobatan kondisi ini.

Baca juga: Kenalan dengan Terapi CPAP untuk Mengatasi Sleep Apnea

Itulah sedikit pembahasan mengenai perawatan rumahan untuk sleep apnea. Beberapa pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup dapat mengurangi gejala.

Namun, pengobatan medis tidak boleh diabaikan. Obat-obatan yang diresepkan dan terkadang operasi adalah bagian dari pendekatan yang diperlukan untuk mengobati kondisi ini.

Diskusikan pilihan pengobatan dengan dokter sebelum melakukan pengobatan alternatif. Jika gejala mulai memburuk, segera cari bantuan medis, atau gunakan aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja.

Referensi:
Chinese Medical Journal. Diakses pada 2021. Interaction Between Smoking and OSA: Not Just Participants.
Healthline. Diakses pada 2021. 6 Lifestyle Remedies for OSA.
Medical News Today. Diakses pada 2021. 6 Home Remedies For OSA.