Ad Placeholder Image

Bisul di Ketiak: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Mei 2026

Bisul di ketiak adalah masalah umum yang biasanya dapat diobati dengan perawatan rumahan.

Bisul di Ketiak: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan PencegahanBisul di Ketiak: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan

Apa Itu Bisul di Ketiak?

Bisul di ketiak atau furunkel adalah infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang menyebabkan munculnya benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah. Area ketiak sangat rentan karena sering mengalami gesekan, lembap, dan memiliki kepadatan folikel rambut yang tinggi. Kondisi ini bisa muncul secara tunggal atau berkelompok yang dikenal sebagai karbunkel.

Infeksi ini umumnya berawal dari permukaan kulit yang kemudian meradang hingga ke lapisan dermis yang lebih dalam. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar ketiak (limfadenitis). Dalam istilah medis, bisul yang sering berulang di area lipatan seperti ketiak juga bisa merujuk pada kondisi kronis seperti hidradenitis suppurativa.

“Furunkel adalah abses kulit yang disebabkan oleh infeksi stafilokokus yang melibatkan folikel rambut dan jaringan di sekitarnya.” — Kemenkes RI, 2022

Gejala Bisul di Ketiak

Gejala bisul di ketiak biasanya berkembang secara bertahap, diawali dengan munculnya benjolan kecil yang keras dan terasa sangat nyeri saat tersentuh. Seiring waktu, ukuran benjolan akan membesar dan menjadi lebih lunak karena terisi oleh nanah di dalamnya. Permukaan kulit di sekitar benjolan akan tampak kemerahan dan terasa hangat saat diraba.

Karakteristik klinis yang umum meliputi:

  • Benjolan merah yang tumbuh dengan cepat di area ketiak.
  • Nyeri berdenyut, terutama saat menggerakkan lengan.
  • Munculnya titik putih atau kuning di puncak benjolan (mata bisul) yang merupakan akumulasi nanah.
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di area ketiak.
  • Rasa gatal sebelum benjolan benar-benar muncul ke permukaan.

Pada kasus yang lebih parah atau jika terjadi infeksi sistemik, penderita mungkin mengalami demam, menggigil, dan rasa lemas. Jika nanah pecah secara alami, nyeri biasanya akan berkurang secara signifikan, namun luka tersebut harus segera dibersihkan agar tidak menyebabkan infeksi sekunder.

Penyebab Bisul di Ketiak

Penyebab utama bisul di ketiak adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang masuk melalui luka kecil di kulit atau folikel rambut. Bakteri ini sebenarnya banyak ditemukan pada kulit manusia yang sehat, namun akan menjadi patogen saat berhasil menembus barier pelindung kulit. Ketiak menyediakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak karena suhunya yang hangat dan kelembapannya yang tinggi.

Faktor risiko yang memicu terjadinya infeksi bakteri di ketiak meliputi:

1. Iritasi Akibat Mencukur

Proses mencukur bulu ketiak dapat menimbulkan luka mikroskopis (micro-tears) yang menjadi pintu masuk bakteri. Selain itu, penggunaan alat cukur yang tidak steril meningkatkan risiko kontaminasi kuman secara langsung ke dalam folikel.

2. Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)

Rambut yang tidak berhasil tumbuh keluar dan justru melengkung masuk kembali ke dalam kulit dapat memicu peradangan. Tubuh akan merespons kondisi ini sebagai benda asing, yang sering kali berakhir dengan infeksi bakteri sekunder dan pembentukan bisul.

3. Penyumbatan Saluran Keringat

Penggunaan deodoran atau antiperspiran tertentu yang menyumbat pori-pori dapat menjebak bakteri dan kotoran di dalam kelenjar. Akumulasi ini menciptakan tekanan dan peradangan yang memicu terbentuknya abses atau benjolan berisi nanah.

4. Kebersihan Diri yang Kurang

Penumpukan sel kulit mati, minyak (sebum), dan keringat di lipatan ketiak merupakan media pertumbuhan bakteri yang sangat baik. Individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan sistem imun juga lebih rentan mengalami bisul yang persisten.

Diagnosis Bisul di Ketiak

Diagnosis bisul di ketiak dilakukan melalui pemeriksaan fisik secara langsung oleh tenaga medis profesional. Dokter akan mengevaluasi ukuran benjolan, tingkat kekerasan, warna, dan lokasi spesifiknya di ketiak. Sebagian besar kasus dapat terdiagnosis hanya dengan inspeksi visual tanpa memerlukan pemeriksaan laboratorium yang rumit.

Jika bisul bersifat kronis, sering kambuh, atau tidak merespons pengobatan standar, beberapa tindakan tambahan mungkin diperlukan:

  • Kultur nanah: Mengambil sampel cairan dari bisul untuk mengidentifikasi jenis bakteri secara spesifik.
  • Tes sensitivitas: Menentukan jenis antibiotik yang paling efektif untuk membasmi bakteri penyebab.
  • Pemeriksaan gula darah: Dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diabetes jika pasien sering mengalami infeksi kulit berulang.
  • Biopsi kulit: Jarang dilakukan, namun perlu jika ada kecurigaan ke arah hidradenitis suppurativa atau keganasan.

Cara Mengobati Bisul di Ketiak

Cara mengobati bisul di ketiak bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan ukuran benjolan tersebut. Tujuan utama pengobatan adalah untuk meredakan nyeri, mempercepat pengeluaran nanah, dan mencegah penyebaran bakteri. Sangat penting untuk tidak memencet atau memecahkan bisul secara paksa karena dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam ke aliran darah (bakteremia).

Beberapa langkah penanganan yang dianjurkan meliputi:

1. Kompres Hangat

Menempelkan kain bersih yang telah direndam air hangat ke area ketiak selama 10-15 menit, dilakukan 3-4 kali sehari. Suhu hangat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area infeksi dan menarik nanah ke permukaan kulit sehingga bisul lebih cepat pecah secara alami.

2. Penggunaan Antibiotik Topikal

Salep antibiotik seperti asam fusidat atau mupirocin dapat dioleskan pada area bisul setelah dibersihkan. Obat ini berfungsi untuk membunuh bakteri di permukaan kulit dan mencegah infeksi meluas ke jaringan sekitarnya.

3. Obat Pereda Nyeri

Penggunaan obat analgesik seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan yang timbul. Konsumsi obat ini harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan atau petunjuk dari tenaga medis.

4. Insisi dan Drainase

Pada bisul yang berukuran besar atau tidak kunjung pecah, dokter mungkin akan melakukan prosedur insisi kecil. Cairan nanah akan dikeluarkan secara steril untuk mempercepat proses penyembuhan jaringan kulit.

“Penanganan abses kulit yang efektif memerlukan drainase bedah yang tepat, sering kali dikombinasikan dengan terapi antimikroba jika terdapat selulitis di sekitarnya.” — World Health Organization (WHO), 2023

Pencegahan Bisul di Ketiak

Pencegahan bisul di ketiak berfokus pada menjaga kebersihan area lipatan kulit dan meminimalkan trauma pada folikel rambut. Ketiak harus dijaga agar tetap kering dan bersih, terutama bagi individu yang memproduksi keringat berlebih. Mengurangi gesekan pada kulit juga berperan penting dalam mencegah peradangan awal.

Langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan sehari-hari:

  • Mandi secara teratur menggunakan sabun antibakteri, terutama setelah beraktivitas fisik berat.
  • Gunakan pisau cukur yang tajam dan bersih, serta hindari berbagi alat cukur dengan orang lain.
  • Aplikasikan krim cukur atau pelembap sebelum mencukur untuk mengurangi iritasi kulit.
  • Gunakan pakaian berbahan katun yang longgar dan menyerap keringat.
  • Hindari penggunaan produk perawatan ketiak yang mengandung bahan kimia keras atau parfum tinggi.
  • Cuci tangan secara rutin untuk mencegah perpindahan bakteri dari tangan ke area ketiak.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar bisul dapat sembuh sendiri dengan perawatan rumah, beberapa kondisi memerlukan penanganan medis segera. Penundaan pengobatan pada kasus yang berat dapat memicu komplikasi serius seperti sepsis atau munculnya jaringan parut permanen. Segera lakukan pemeriksaan jika gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu.

Indikasi medis untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja meliputi:

  • Bisul muncul di ketiak dalam jumlah banyak atau sering kambuh (rekuren).
  • Terjadi demam tinggi atau menggigil secara tiba-tiba.
  • Muncul garis-garis merah yang menjalar dari bisul (tanda limfangitis).
  • Nyeri yang sangat hebat hingga membatasi pergerakan lengan.
  • Ukuran bisul melebihi 5 cm atau terasa sangat keras.
  • Penderita memiliki riwayat penyakit diabetes atau gangguan imun.

Kesimpulan

Bisul di ketiak merupakan infeksi kulit yang umum terjadi akibat bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang folikel rambut. Kondisi ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan ketiak dan menghindari faktor pemicu iritasi kulit. Penanganan dini dengan kompres hangat dan menjaga sterilitas luka sangat krusial untuk mencegah komplikasi infeksi lebih lanjut. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.