Ad Placeholder Image

Bisul Pecah Tapi Nanah Keluar Terus? Ini Yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   31 Maret 2026

Bisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Nanah? Wajar, Ini Cara Atasi

Bisul Pecah Tapi Nanah Keluar Terus? Ini Yang Harus DilakukanBisul Pecah Tapi Nanah Keluar Terus? Ini Yang Harus Dilakukan

Ringkasan Awal: Bisul Pecah Tapi Masih Keluar Nanah

Ketika bisul pecah, keluarnya nanah adalah bagian normal dari proses penyembuhan tubuh. Nanah mengandung sel darah putih, bakteri mati, dan jaringan yang rusak, yang sedang dikeluarkan oleh tubuh untuk membersihkan infeksi. Meskipun begitu, kondisi ini tetap memerlukan perawatan kebersihan yang cermat untuk mencegah infeksi lebih lanjut dan memastikan penyembuhan optimal. Perawatan yang tepat meliputi membersihkan area luka secara teratur, mengaplikasikan kompres hangat, serta menutup luka dengan kasa steril.

Mengapa Bisul Masih Bernanah Setelah Pecah?

Bisul merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, seringkali Staphylococcus aureus, yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak. Saat bisul pecah, kantung nanah yang terbentuk akan mengeluarkan isinya. Keluarnya nanah yang terus-menerus selama beberapa hari setelah bisul pecah merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan sisa-sisa infeksi dan membuang jaringan yang terinfeksi. Ini adalah fase penting dalam proses pemulihan luka. Selama fase ini, penting untuk menjaga kebersihan area luka agar tidak terjadi infeksi sekunder atau komplikasi.

Langkah Perawatan Rumahan untuk Bisul yang Sudah Pecah dan Bernanah

Jika bisul sudah pecah tapi masih keluar nanah, beberapa langkah perawatan di rumah dapat membantu proses penyembuhan, asalkan kondisinya tidak parah dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi serius.

  • Membersihkan Area Bisul
    Sebelum menyentuh luka, pastikan tangan bersih dengan mencuci menggunakan sabun dan air mengalir. Bersihkan area bisul dengan lembut menggunakan kasa steril yang telah dibasahi cairan infus NaCl 0,9%. Cairan ini membantu membersihkan luka tanpa menyebabkan iritasi. Dapat diberikan sedikit tekanan di sekitar bisul untuk membantu mengeluarkan nanah yang tersisa, namun hindari memencet terlalu keras yang bisa merusak jaringan sekitar.
  • Menutup dan Mengganti Perban
    Setelah dibersihkan, tutup area bisul dengan kasa steril baru dan rekatkan dengan plester. Penggunaan penutup steril membantu melindungi luka dari bakteri dan kotoran. Ganti perban secara rutin, setidaknya 2 hingga 3 kali sehari, atau setiap kali perban terlihat kotor atau basah. Mengganti perban secara teratur krusial untuk menjaga kebersihan luka.
  • Kompres Hangat untuk Bisul
    Lakukan kompres hangat pada area yang terinfeksi selama 10 hingga 15 menit, sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. Kompres hangat membantu meningkatkan sirkulasi darah di area tersebut, yang dapat mempercepat proses pengeluaran nanah dan meredakan peradangan serta rasa nyeri.
  • Menjaga Kebersihan dan Mencegah Kontaminasi
    Hindari menyentuh bisul dengan tangan kotor. Kenakan pakaian longgar untuk menghindari gesekan yang dapat memperparah luka atau menghambat proses penyembuhan. Pastikan area bisul tetap kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi.
  • Penggunaan Obat Pereda Nyeri dan Salep Topikal
    Jika mengalami nyeri, konsumsi pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Jika dokter meresepkan salep antibiotik, gunakan sesuai petunjuk untuk membantu mengatasi infeksi bakteri lokal. Penggunaan antibiotik harus di bawah pengawasan medis.

Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?

Meskipun keluarnya nanah adalah bagian normal dari penyembuhan, ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa bisul yang sudah pecah tapi masih keluar nanah memerlukan perhatian medis profesional.

  • Nanah terus keluar banyak, tidak berhenti, atau disertai darah.
  • Area bisul terasa semakin nyeri, bengkak, memerah, atau keras. Ini bisa menjadi tanda infeksi yang menyebar.
  • Muncul gejala sistemik seperti demam, menggigil, atau kelelahan, yang menandakan infeksi telah masuk ke aliran darah.
  • Bisul berada di lokasi sensitif seperti wajah (terutama dekat hidung atau mata) atau punggung, karena lokasi ini memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
  • Kondisi bisul tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa hari perawatan di rumah yang sudah dilakukan dengan benar.

Tindakan Medis yang Mungkin Dilakukan Dokter

Jika salah satu kondisi di atas terjadi, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penanganan terbaik. Beberapa tindakan medis yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Drainase (Sayatan Kecil): Jika bisul masih memiliki nanah yang terperangkap atau tidak keluar sepenuhnya, dokter mungkin akan melakukan insisi kecil (sayatan) untuk mengeluarkan nanahnya secara tuntas. Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal.
  • Resep Antibiotik Oral: Untuk mengatasi infeksi bakteri yang lebih luas atau parah, dokter dapat meresepkan antibiotik oral. Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis dan durasi yang direkomendasikan dokter, meskipun gejala sudah membaik.

Pencegahan Bisul Berulang

Mencegah bisul adalah langkah terbaik untuk menghindari komplikasi. Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Menjaga kebersihan pribadi dengan mandi teratur menggunakan sabun antibakteri.
  • Mencuci tangan secara teratur, terutama setelah menyentuh benda-benda kotor.
  • Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur.
  • Menjaga luka terbuka tetap bersih dan tertutup untuk mencegah masuknya bakteri.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Kesimpulan: Konsultasi Kesehatan Terpercaya di Halodoc

Bisul yang sudah pecah tapi masih keluar nanah umumnya merupakan bagian dari proses penyembuhan, namun memerlukan perawatan yang cermat. Pembersihan luka secara teratur, kompres hangat, dan menjaga kebersihan adalah kunci. Namun, jika muncul tanda-tanda infeksi yang memburuk atau gejala sistemik, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter profesional untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang tepat, memastikan kesehatan kulit terjaga optimal.