Ad Placeholder Image

Bisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Darah? Begini Rawatnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Bisul Pecah Keluar Darah? Wajar, Ini Cara Mengatasinya!

Bisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Darah? Begini RawatnyaBisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Darah? Begini Rawatnya

Bisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Darah, Normal atau Berbahaya?

Kondisi bisul yang sudah pecah tapi masih mengeluarkan darah seringkali menimbulkan kekhawatiran. Secara umum, keluarnya darah setelah bisul pecah merupakan bagian dari proses alami penyembuhan luka. Ini menandakan bahwa nanah dan kotoran telah keluar, dan tubuh sedang memulai fase regenerasi jaringan.

Meskipun demikian, perawatan yang bersih dan tepat sangat penting untuk mencegah infeksi dan komplikasi. Memahami langkah-langkah penanganan yang benar dapat membantu mempercepat pemulihan dan menjaga kesehatan kulit.

Apa Itu Bisul?

Bisul adalah benjolan merah berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit akibat infeksi bakteri, seringkali Staphylococcus aureus. Bakteri ini menginfeksi folikel rambut atau kelenjar minyak.

Ukuran bisul bisa bervariasi dan terasa nyeri. Setelah beberapa hari, bisul biasanya akan matang, pecah, dan mengeluarkan nanah beserta darah.

Mengapa Bisul Sudah Pecah Tapi Masih Keluar Darah?

Saat bisul pecah, baik secara spontan maupun dibantu, rongga di dalamnya akan terbuka. Keluarnya darah adalah hal yang wajar karena pembuluh darah kecil di sekitar area infeksi bisa saja pecah selama proses tersebut.

Ini adalah bagian dari respons tubuh untuk membersihkan area luka. Darah juga membantu membawa sel-sel kekebalan tubuh ke lokasi untuk melawan sisa infeksi dan memulai proses perbaikan jaringan.

Darah yang keluar biasanya sedikit dan akan berhenti dalam waktu singkat. Namun, jika pendarahan berlebihan atau tidak berhenti, ini bisa menjadi tanda masalah yang memerlukan perhatian medis.

Perawatan Bisul yang Sudah Pecah di Rumah

Perawatan yang tepat setelah bisul pecah sangat krusial untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat penyembuhan. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan:

  • Bersihkan Area Luka: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh luka. Bersihkan bisul yang pecah dengan kassa steril yang telah dibasahi air hangat dan sabun antibakteri. Alternatif lain adalah menggunakan larutan NaCl (air garam) steril. Lakukan secara perlahan untuk menghilangkan nanah dan darah yang tersisa.
  • Gunakan Kassa Steril: Setelah dibersihkan, keringkan area luka dengan kassa steril yang bersih. Hindari menggunakan handuk biasa karena berisiko membawa bakteri.
  • Tutup dengan Perban Bersih: Tutup bisul yang sudah bersih dengan perban steril atau plester luka. Ini akan melindungi area dari kotoran dan bakteri, sekaligus menjaga kelembaban yang diperlukan untuk penyembuhan.
  • Ganti Perban Secara Teratur: Ganti perban minimal dua kali sehari, atau lebih sering jika perban basah atau kotor. Setiap kali mengganti perban, ulangi proses pembersihan area luka.
  • Hindari Memencet atau Menggaruk: Jangan memencet bisul atau area sekitarnya setelah pecah. Tindakan ini bisa memperparah luka, mendorong bakteri masuk lebih dalam, dan menyebabkan infeksi menyebar.
  • Pereda Nyeri: Jika merasakan nyeri, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis anjuran.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun bisul pecah dan mengeluarkan darah adalah hal yang umum, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan kunjungan ke dokter:

  • Pendarahan Berlanjut: Jika bisul masih mengeluarkan darah terus-menerus atau dalam jumlah banyak setelah beberapa jam.
  • Pembengkakan atau Nyeri Parah: Apabila area di sekitar bisul semakin bengkak, merah, atau rasa nyeri bertambah parah.
  • Demam: Munculnya demam, menggigil, atau merasa tidak enak badan, yang bisa menjadi tanda infeksi sistemik.
  • Muncul Garis Merah: Adanya garis merah yang menjalar dari bisul, menunjukkan kemungkinan infeksi menyebar melalui pembuluh getah bening.
  • Bisul Berulang atau Besar: Jika bisul sering muncul kembali atau berukuran sangat besar.
  • Kondisi Medis Tertentu: Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita diabetes atau yang sedang menjalani kemoterapi, harus segera berkonsultasi jika mengalami bisul.

Mencegah Komplikasi Bisul Pecah

Komplikasi paling umum dari bisul yang tidak dirawat dengan baik adalah penyebaran infeksi. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan kondisi serius seperti sepsis.

Pembentukan bekas luka permanen juga bisa terjadi jika luka terinfeksi atau tidak sembuh dengan benar. Oleh karena itu, disiplin dalam menjaga kebersihan area luka adalah kunci untuk mencegah masalah lebih lanjut.

Pastikan untuk selalu menggunakan alat-alat steril dan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bisul.

Kesimpulan

Bisul yang sudah pecah tapi masih keluar darah umumnya adalah bagian dari proses pemulihan. Penting untuk melakukan perawatan luka yang bersih dan telaten di rumah. Segera cari pertolongan medis jika terdapat tanda-tanda infeksi memburuk atau pendarahan tidak berhenti.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perawatan bisul atau kondisi kulit lainnya, bisa mengunduh aplikasi Halodoc. Tersedia fitur konsultasi dengan dokter spesialis kulit yang terpercaya.