Ad Placeholder Image

Blighted Ovum ICD 10: Kenali O02.0, Kondisi Kantung Kosong

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Blighted Ovum ICD 10: Kenali Kode O02.0 Dengan Mudah

Blighted Ovum ICD 10: Kenali O02.0, Kondisi Kantung KosongBlighted Ovum ICD 10: Kenali O02.0, Kondisi Kantung Kosong

Memahami Blighted Ovum dan Kode ICD-10 O02.0

Blighted ovum adalah kondisi kehamilan di mana kantung kehamilan berkembang di dalam rahim, tetapi embrio gagal terbentuk. Kondisi ini sering disebut sebagai kehamilan anembrionik atau “empty sac”. Bagi praktisi medis, penting untuk memahami klasifikasi dan kode medis yang relevan, yaitu Blighted Ovum ICD 10 O02.0. Pemahaman ini krusial untuk dokumentasi yang akurat, pelaporan statistik, dan proses penggantian biaya medis. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang blighted ovum, termasuk kode ICD-10, penyebab, gejala, serta penanganannya.

Apa Itu Blighted Ovum dan Kode ICD-10 O02.0?

Blighted ovum terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim dan membentuk kantung kehamilan, tetapi embrio tidak berkembang di dalamnya. Meskipun ada tanda-tanda kehamilan awal seperti terlambat haid dan hasil tes kehamilan positif, kenyataannya kantung tersebut kosong. Kondisi ini adalah penyebab umum keguguran pada trimester pertama.

Dalam sistem International Classification of Diseases, Tenth Revision, Clinical Modification (ICD-10-CM), kode untuk blighted ovum adalah O02.0. Kode ini secara spesifik diklasifikasikan sebagai “Blighted ovum and nonhydatidiform mole”.

Klasifikasi dan Definisi Kode O02.0

Kode O02.0 adalah kode yang dapat ditagihkan dan digunakan untuk kasus di mana sel telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi embrio. Ini mencakup beberapa kondisi serupa seperti:

  • Fleshy mole (mol berdaging)
  • Carneous mole (mol berdaging seperti daging)
  • Intrauterine mole NOS (mol intrauterin yang tidak spesifik)

Kode O02.0 termasuk dalam kategori besar O00-O9A, yang mencakup kondisi terkait kehamilan, persalinan, dan masa nifas (puerperium). Ini menunjukkan bahwa blighted ovum diakui sebagai komplikasi kehamilan.

Penting untuk dicatat bahwa kode O02.0 memiliki pengecualian. Kode ini tidak mencakup:

  • Hydatidiform mole (O01), yaitu kehamilan mola yang berbeda karakteristiknya
  • Papyraceous fetus (O31.0-), yaitu kondisi janin yang mengering dan pipih

Penggunaan kode O02.0 sangat penting untuk dokumentasi medis yang akurat dan sebagai dasar untuk proses penggantian biaya oleh asuransi atau penyedia layanan kesehatan.

Gejala Blighted Ovum

Pada awalnya, blighted ovum dapat menunjukkan gejala kehamilan yang normal, seperti mual, payudara nyeri, dan terlambat haid. Namun, seiring waktu, gejala-gejala ini mungkin mulai berkurang atau hilang karena tidak adanya perkembangan embrio. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Perdarahan vagina ringan atau bercak
  • Kram perut ringan
  • Hilangnya tanda-tanda kehamilan yang sebelumnya dirasakan

Seringkali, blighted ovum baru terdiagnosis saat pemeriksaan ultrasound rutin. Hasil ultrasound akan menunjukkan adanya kantung kehamilan yang kosong tanpa embrio yang terlihat di dalamnya.

Penyebab Blighted Ovum

Penyebab utama blighted ovum umumnya adalah kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi. Kelainan ini menyebabkan embrio tidak dapat berkembang dengan baik sejak awal. Ini bukan kesalahan dari ibu atau ayah, melainkan kejadian acak yang terjadi selama proses pembuahan dan perkembangan awal. Beberapa faktor risiko yang mungkin terkait adalah:

  • Kualitas sel telur atau sperma yang kurang optimal
  • Pembelahan sel yang tidak sempurna setelah pembuahan

Kondisi ini tidak berarti adanya masalah kesuburan permanen dan seringkali pasangan dapat memiliki kehamilan yang sehat di kemudian hari.

Diagnosis Blighted Ovum

Diagnosis blighted ovum sebagian besar ditegakkan melalui pemeriksaan ultrasonografi. Dokter akan melakukan USG transvaginal atau abdominal. Hasil USG akan menunjukkan kantung gestasi yang terlihat tanpa embrio atau yolk sac (kantung kuning telur) di dalamnya, atau dengan embrio yang sangat kecil dan tidak ada detak jantung. Pengukuran kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) juga dapat membantu, meskipun pada blighted ovum kadar hCG mungkin meningkat pada awalnya sebelum akhirnya menurun.

Penanganan Blighted Ovum

Setelah diagnosis blighted ovum dikonfirmasi, ada beberapa pilihan penanganan yang dapat didiskusikan dengan dokter:

  • Penanganan Ekspektatif: Menunggu tubuh mengeluarkan jaringan kehamilan secara alami. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu.
  • Penanganan Medis: Pemberian obat-obatan, seperti misoprostol, untuk membantu rahim mengeluarkan jaringan kehamilan.
  • Prosedur Bedah: Dilatasi dan Kuretase (D&C), yaitu prosedur untuk mengangkat jaringan kehamilan dari rahim. Prosedur ini biasanya dilakukan jika perdarahan terlalu banyak, ada risiko infeksi, atau jika penanganan ekspektatif/medis tidak berhasil.

Pilihan penanganan akan disesuaikan dengan kondisi medis individu, preferensi pasien, dan pertimbangan dokter. Dukungan emosional juga sangat penting selama periode ini.

Pencegahan dan Saran Medis

Karena blighted ovum sebagian besar disebabkan oleh kelainan kromosom acak, tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya. Namun, beberapa langkah dapat membantu mempersiapkan kehamilan yang sehat di masa depan:

  • Menjalani gaya hidup sehat sebelum dan selama kehamilan, termasuk pola makan seimbang dan menghindari rokok serta alkohol.
  • Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai anjuran dokter.
  • Melakukan pemeriksaan pra-kehamilan untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi dan mendeteksi potensi masalah.
  • Mencari penanganan medis segera jika mengalami gejala perdarahan atau kram selama kehamilan.

Jika pernah mengalami blighted ovum, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba hamil lagi. Dokter dapat memberikan saran spesifik dan melakukan pemeriksaan tambahan jika diperlukan untuk mendukung kehamilan yang sehat berikutnya. Halodoc siap menyediakan informasi medis yang akurat dan memfasilitasi konsultasi dengan dokter spesialis untuk membantu memahami dan mengatasi kondisi blighted ovum.