Ad Placeholder Image

Bolehkah Cabut Bulu Ketiak? Wajib Tahu Plus Minusnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Boleh Nggak Sih Mencabut Bulu Ketiak? Cari Tahu Yuk!

Bolehkah Cabut Bulu Ketiak? Wajib Tahu Plus Minusnya!Bolehkah Cabut Bulu Ketiak? Wajib Tahu Plus Minusnya!

Banyak orang memilih menghilangkan bulu ketiak untuk alasan estetika dan kebersihan. Salah satu metode yang dipertimbangkan adalah mencabut bulu ketiak. Meskipun secara teknis bisa dilakukan, tindakan ini tidak dianjurkan karena berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan kulit. Pemahaman mengenai efek samping dan cara melakukannya dengan aman, jika terpaksa memilih metode ini, sangat penting.

Memahami Metode Mencabut Bulu Ketiak

Mencabut bulu ketiak atau plucking adalah proses menghilangkan rambut dari akarnya menggunakan pinset atau alat serupa. Metode ini sering dipilih karena hasilnya dapat bertahan lebih lama dibandingkan mencukur, yakni sekitar beberapa minggu, sebab rambut dihilangkan hingga ke folikelnya. Namun, area ketiak merupakan bagian tubuh yang sensitif dan rentan terhadap berbagai masalah kulit jika tidak ditangani dengan benar.

Risiko Mencabut Bulu Ketiak yang Perlu Diketahui

Meskipun efeknya lebih tahan lama, mencabut bulu ketiak tidak dianjurkan oleh para ahli kesehatan karena dapat memicu beberapa kondisi yang merugikan. Risiko ini meningkat terutama jika kebersihan tidak terjaga atau kulit ketiak sedang dalam kondisi sensitif. Beberapa risiko tersebut antara lain:

  • Iritasi dan Kemerahan: Kulit ketiak sangat sensitif dan mudah terluka saat bulu dicabut. Proses pencabutan dapat melukai lapisan kulit terluar, menyebabkan kemerahan, rasa perih, dan bengkak.
  • Folikulitis: Ini adalah peradangan pada folikel rambut, yaitu kantung kecil tempat rambut tumbuh. Ketika bulu dicabut, folikel bisa terbuka dan rentan terhadap infeksi bakteri atau jamur, menyebabkan benjolan merah, bengkak, nyeri, bahkan bisa bernanah.
  • Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair): Bulu yang dicabut dari akarnya terkadang tumbuh kembali ke arah dalam kulit. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan kecil yang nyeri, gatal, dan terkadang meradang.
  • Infeksi Kulit: Luka kecil atau iritasi akibat pencabutan dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri. Jika alat yang digunakan tidak steril atau kebersihan area ketiak tidak terjaga, risiko infeksi bakteri atau jamur dapat meningkat.
  • Hiperpigmentasi Pasca-inflamasi: Peradangan atau iritasi berulang pada kulit ketiak dapat menyebabkan area tersebut menjadi lebih gelap dari warna kulit sekitarnya.

Tips Meminimalkan Risiko Jika Tetap Ingin Mencabut Bulu Ketiak

Jika seseorang memutuskan untuk tetap mencabut bulu ketiak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi risiko:

  • Pastikan Alat Bersih dan Steril: Selalu gunakan pinset yang sudah dibersihkan dengan alkohol sebelum dan sesudah digunakan. Kebersihan alat sangat krusial untuk mencegah infeksi.
  • Pastikan Kulit Ketiak Sehat: Jangan mencabut bulu jika kulit ketiak sedang iritasi, luka, atau memiliki ruam. Tunggu hingga kulit kembali normal.
  • Lakukan Secara Higienis: Bersihkan area ketiak dengan sabun dan air hangat sebelum mencabut bulu. Keringkan sepenuhnya. Setelah mencabut, aplikasikan pelembap atau losion antibakteri yang lembut untuk menenangkan kulit.
  • Cabut Sesuai Arah Pertumbuhan Rambut: Tarik bulu dengan cepat dan searah pertumbuhan rambut untuk meminimalkan trauma pada folikel.
  • Hindari Mencabut Terlalu Sering: Beri jeda waktu yang cukup agar kulit dapat pulih sepenuhnya.

Alternatif Aman untuk Menghilangkan Bulu Ketiak

Mengingat berbagai risiko yang mungkin timbul, terdapat beberapa metode penghilangan bulu ketiak lain yang cenderung lebih aman dan direkomendasikan:

  • Mencukur (Shaving): Ini adalah metode paling umum dan cepat. Meskipun hasilnya tidak tahan lama, risiko iritasi dapat diminimalisir dengan pisau cukur tajam, krim cukur, dan mencukur searah pertumbuhan rambut.
  • Krim Depilatori: Krim ini mengandung bahan kimia yang melarutkan protein rambut di permukaan kulit. Metode ini tanpa rasa sakit, tetapi perlu dilakukan uji tempel terlebih dahulu untuk menghindari reaksi alergi.
  • Waxing: Mirip dengan mencabut, tetapi dalam skala yang lebih besar. Meskipun dapat menyebabkan sedikit rasa sakit, waxing di salon profesional umumnya lebih higienis dan hasilnya bertahan lebih lama.
  • Laser Hair Removal atau IPL (Intense Pulsed Light): Metode ini menggunakan cahaya untuk merusak folikel rambut, menghambat pertumbuhannya secara permanen atau dalam jangka waktu sangat lama. Ini adalah opsi yang lebih mahal namun efektif.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis jika mengalami gejala berikut setelah mencabut bulu ketiak:

  • Nyeri parah atau bengkak yang tidak kunjung reda.
  • Munculnya nanah atau cairan berbau dari area ketiak.
  • Demam atau tanda-tanda infeksi lainnya.
  • Benjolan yang membesar, sangat nyeri, atau tidak hilang dalam beberapa hari.
  • Perubahan warna kulit yang signifikan atau lesi yang mencurigakan.

Kesimpulan

Meskipun bolehkah mencabut bulu ketiak secara teknis dapat dilakukan, metode ini tidak dianjurkan karena tingginya risiko iritasi, folikulitis, rambut tumbuh ke dalam, dan infeksi. Kesehatan kulit ketiak merupakan prioritas. Pertimbangkan alternatif penghilangan bulu yang lebih aman atau pastikan praktik pencabutan dilakukan dengan sangat higienis dan hati-hati. Jika timbul masalah kulit atau gejala infeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang tepat dan informasi kesehatan terpercaya.