Bolehkah Ibu Hamil Makan Brem? Jangan Sampai Salah!

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Brem? Ini Penjelasan Medisnya
Kesehatan ibu hamil dan janin adalah prioritas utama. Banyak makanan dan minuman yang perlu diperhatikan asupannya selama masa kehamilan. Salah satu camilan tradisional yang sering menjadi pertanyaan adalah brem. Brem, baik dalam bentuk padat maupun cair, sebaiknya dihindari atau dikonsumsi sangat sedikit dan dengan penuh kehati-hatian oleh ibu hamil.
Alasan utamanya adalah brem mengandung sedikit alkohol hasil fermentasi. Meskipun kandungannya mungkin rendah, alkohol tidak baik untuk perkembangan janin. Oleh karena itu, konsumsi brem tidak disarankan selama kehamilan demi menjaga kesehatan dan keselamatan calon buah hati.
Apa Itu Brem?
Brem adalah makanan atau minuman tradisional Indonesia yang berasal dari fermentasi. Ada dua jenis brem yang umum ditemukan: brem padat dan brem cair. Brem padat biasanya berbentuk lempengan padat berwarna putih kekuningan dengan rasa manis, asam, dan sedikit dingin saat dikonsumsi.
Sementara itu, brem cair adalah minuman fermentasi yang berasal dari sari ketan. Keduanya memiliki aroma dan rasa khas yang dihasilkan dari proses fermentasi beras ketan, yang secara alami menghasilkan alkohol.
Alasan Ibu Hamil Perlu Berhati-hati dengan Brem
Ibu hamil perlu sangat berhati-hati dalam memilih asupan makanan, termasuk brem. Kandungan alkohol dalam brem, sekecil apa pun, menjadi perhatian utama. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil dapat dengan mudah melewati plasenta dan mencapai janin.
Janin tidak memiliki kemampuan untuk memetabolisme alkohol seperti orang dewasa, sehingga alkohol akan bertahan lebih lama dalam sistem tubuhnya. Paparan alkohol pada janin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius yang dikenal sebagai Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD).
- Efek pada Perkembangan Janin: Alkohol dapat mengganggu perkembangan organ vital janin, termasuk otak, jantung, dan sistem saraf.
- Risiko Lahir Prematur: Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Masalah Perilaku dan Belajar: Anak yang terpapar alkohol saat dalam kandungan mungkin mengalami kesulitan belajar, masalah perilaku, atau keterlambatan perkembangan di kemudian hari.
- Cacat Lahir: Pada kasus yang lebih parah, alkohol dapat menyebabkan cacat lahir fisik, seperti kelainan pada wajah, jantung, atau tulang.
Risiko Lain Konsumsi Brem Saat Hamil
Selain kandungan alkohol, brem juga memiliki beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Brem umumnya memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Konsumsi gula berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, yaitu kondisi gula darah tinggi yang muncul selama kehamilan.
Penting untuk mengontrol asupan gula guna menjaga kesehatan ibu dan janin. Selain itu, beberapa individu mungkin mengalami iritasi lambung setelah mengonsumsi brem, terutama brem cair yang lebih kuat. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat membuat saluran pencernaan ibu hamil menjadi lebih sensitif.
Oleh karena itu, menghindari makanan yang berpotensi memicu gangguan pencernaan adalah langkah bijak.
Rekomendasi Konsumsi Brem untuk Ibu Hamil
Mengingat potensi risikonya, rekomendasi terbaik untuk ibu hamil adalah menghindari konsumsi brem sama sekali. Namun, jika ada keinginan yang sangat kuat untuk mengonsumsi, beberapa panduan perlu diperhatikan secara ketat:
- Pilih Brem Padat: Brem padat umumnya memiliki kandungan alkohol yang lebih rendah dibandingkan brem cair. Pilih jenis brem padat yang diklaim memiliki kadar alkohol minimal.
- Konsumsi Sangat Sedikit: Batasi porsinya menjadi sangat kecil, hanya untuk menghilangkan rasa penasaran. Jangan mengonsumsi terlalu banyak atau sering.
- Hindari Brem Cair Sepenuhnya: Brem cair memiliki kandungan alkohol yang lebih tinggi dan berpotensi lebih berbahaya bagi janin. Sebaiknya hindari jenis ini sepenuhnya selama kehamilan.
- Perhatikan Reaksi Tubuh: Setelah mengonsumsi, perhatikan jika ada reaksi negatif seperti mual, pusing, atau gangguan pencernaan. Jika timbul reaksi tersebut, segera hentikan konsumsi.
Alternatif Camilan Aman untuk Ibu Hamil
Banyak pilihan camilan sehat dan aman lainnya yang dapat dinikmati ibu hamil tanpa perlu khawatir akan risiko kesehatan. Buah-buahan segar seperti apel, pisang, jeruk, atau beri kaya akan vitamin dan serat.
Yoghurt tanpa gula, kacang-kacangan (tidak asin), atau roti gandum dengan selai kacang adalah pilihan camilan bernutrisi lainnya. Berbagai camilan ini tidak hanya aman, tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi ibu dan perkembangan janin.
Kesimpulan: Rekomendasi Halodoc
Kesehatan janin adalah hal yang tidak bisa ditawar. Meskipun brem adalah camilan tradisional yang digemari, kandungan alkohol di dalamnya membawa risiko yang tidak sepadan untuk ibu hamil. Halodoc sangat menyarankan agar ibu hamil sepenuhnya menghindari konsumsi brem, baik padat maupun cair.
Prioritaskan keamanan dan perkembangan optimal janin dengan memilih makanan yang terbukti aman dan bergizi. Jika memiliki keraguan atau pertanyaan lebih lanjut tentang asupan makanan selama kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan.



