Ad Placeholder Image

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong? Ini Faktanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong? Ini Faktanya!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong? Ini Faktanya!Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong? Ini Faktanya!

DAFTAR ISI


Masa kehamilan adalah salah satu momen paling membahagiakan sekaligus menantang bagi seorang wanita. Selama sembilan bulan, tubuh ibu akan mengalami berbagai perubahan hormon yang sering kali memicu munculnya cravings atau yang biasa kita kenal dengan istilah ngidam. Ngidam ini bisa berupa keinginan yang sangat kuat terhadap makanan tertentu, mulai dari makanan manis, asam, pedas, hingga makanan tradisional yang sudah lama tidak dikonsumsi.

Di Indonesia, salah satu makanan tradisional yang cukup sering membuat ibu hamil ngidam adalah tape, baik itu tape singkong maupun tape ketan. Rasanya yang manis, sedikit asam, dan memberikan sensasi hangat di perut membuat camilan ini sangat menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, tape adalah produk hasil fermentasi yang menyimpan kandungan tertentu yang membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi ibu yang sedang mengandung.

Penting untuk dipahami bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibu hamil tidak hanya berdampak pada tubuhnya sendiri, tetapi juga akan disalurkan langsung kepada janin melalui plasenta. Oleh karena itu, memastikan keamanan setiap gigitan makanan adalah prioritas utama demi mendukung tumbuh kembang janin yang optimal dan mencegah komplikasi kehamilan.

Lantas, muncul sebuah pertanyaan penting dari banyak calon ibu: apakah ibu hamil boleh makan tape saat ngidam melanda? Nah, untuk mengetahui kebenarannya dari sudut pandang medis, mari kita bahas secara tuntas fakta-fakta kesehatan mengenai konsumsi tape selama masa kehamilan di bawah ini!

Kandungan Nutrisi dan Proses Fermentasi Tape

Sebelum kita menjawab pertanyaan utamanya, penting untuk memahami apa itu tape dan bagaimana proses pembuatannya. Tape adalah makanan tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi bahan berkarbohidrat tinggi, seperti singkong atau beras ketan. Proses ini melibatkan penambahan ragi tape yang mengandung berbagai jenis mikroorganisme, terutama jamur Saccharomyces cerevisiae.

Selama masa inkubasi atau pemeraman yang biasanya memakan waktu 2 hingga 3 hari, mikroorganisme dalam ragi akan memecah karbohidrat kompleks (pati) menjadi gula sederhana. Inilah yang membuat tape memiliki rasa manis yang khas meskipun tidak ditambahkan gula pasir. Namun, proses tidak berhenti di situ. Gula sederhana tersebut kemudian difermentasi lebih lanjut menjadi alkohol (etanol) dan gas karbon dioksida.

Secara nutrisi, tape memang memiliki beberapa manfaat. Proses fermentasi meningkatkan kadar vitamin B kompleks (terutama vitamin B1 atau tiamin) dan menghasilkan probiotik (bakteri baik) yang bermanfaat untuk saluran pencernaan. Tape juga mengandung energi yang cukup tinggi dari karbohidrat, serta sedikit serat dari singkong atau ketan.

Masalah utamanya terletak pada hasil sampingan dari proses fermentasi tersebut, yaitu alkohol. Tergantung pada seberapa lama tape difermentasi dan kondisi lingkungannya, kadar alkohol dalam tape bisa bervariasi mulai dari 1% hingga lebih dari 10%. Semakin lama tape disimpan dan terasa semakin berair serta menyengat, semakin tinggi pula kadar alkohol yang terkandung di dalamnya.

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Tape?

Kini kita sampai pada pertanyaan intinya. Jika kamu sedang mengandung dan bertanya-tanya apakah ibu hamil boleh makan tape, jawaban tegas dari para ahli medis dan dokter kandungan adalah sebaiknya dihindari sepenuhnya.

Alasan utamanya bukanlah pada singkong atau ketannya, melainkan pada kandungan alkohol (etanol) yang dihasilkan dari proses fermentasinya. Dalam dunia medis, telah disepakati oleh berbagai organisasi kesehatan global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), bahwa tidak ada batas aman untuk konsumsi alkohol selama masa kehamilan. Sekecil apa pun kadar alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil, hal itu membawa risiko yang tidak bisa disepelekan bagi perkembangan janin.

Selain masalah alkohol, tape juga dibuat dalam kondisi suhu ruang dan tidak melalui proses pasteurisasi setelah fermentasinya selesai. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen yang berbahaya bagi kehamilan, yang akan kita bahas lebih detail pada bagian risiko kesehatan.

Bahaya Kandungan Alkohol Bagi Janin

Mengapa alkohol sangat dilarang untuk ibu hamil, bahkan dalam jumlah yang terkesan sedikit seperti pada tape? Berikut adalah penjelasan medis mengenai dampak alkohol pada janin:

1. Menembus Plasenta dengan Cepat

Ketika ibu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol, etanol akan dengan cepat masuk ke dalam aliran darah ibu. Dari sana, alkohol akan mengalir menuju plasenta dan menembus dinding plasenta dengan sangat mudah. Akibatnya, kadar alkohol dalam darah janin bisa menyamai atau bahkan lebih tinggi daripada kadar alkohol dalam darah ibu.

2. Janin Belum Mampu Memecah Alkohol

Pada tubuh orang dewasa, organ hati (liver) memproduksi enzim alkohol dehidrogenase yang bertugas memecah dan membuang alkohol dari dalam tubuh. Namun, organ hati pada janin masih dalam tahap perkembangan dan belum memiliki enzim tersebut dalam jumlah yang memadai. Karena tidak bisa dipecah, alkohol akan menetap lebih lama di dalam tubuh janin dan mengganggu proses pembelahan sel serta perkembangan organ-organ vitalnya.

3. Risiko Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD)

Paparan alkohol selama berada di dalam kandungan dapat menyebabkan spektrum gangguan yang disebut Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD). Kondisi ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari:

  • Cacat Fisik: Kelainan pada bentuk wajah (seperti bibir atas yang tipis, lipatan mata yang khas), ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal (mikrosefali), dan kelainan pada sendi atau organ jantung.
  • Gangguan Perkembangan Otak: Alkohol sangat beracun bagi sel-sel saraf yang sedang berkembang. Hal ini dapat menyebabkan disabilitas intelektual, kesulitan belajar, memori yang buruk, hingga gangguan hiperaktivitas dan defisit atensi (ADHD) saat anak tumbuh besar.
  • Hambatan Pertumbuhan: Bayi dengan FASD sering kali lahir dengan berat badan yang rendah dan mengalami pertumbuhan fisik yang lambat setelah dilahirkan.

4. Risiko Keguguran dan Lahir Prematur

Mengonsumsi makanan beralkohol, terutama pada trimester pertama di mana pembentukan organ dasar sedang terjadi secara masif, dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Selain itu, alkohol juga dapat memicu kontraksi rahim dini yang menyebabkan bayi lahir secara prematur sebelum organ-organnya matang sempurna.

Tips Menghadapi Ngidam Makanan Berisiko:
  1. Alihkan perhatian dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau mendengarkan musik saat keinginan ngidam muncul.
  2. Cari tahu tekstur atau rasa apa yang sebenarnya diinginkan. Jika ngidam tape karena manisnya, ganti dengan buah-buahan segar. Jika karena tekstur singkongnya, konsumsi singkong rebus yang aman.
  3. Komunikasikan dengan pasangan atau keluarga agar mereka bisa membantu mengawasi dan menyediakan alternatif camilan yang lebih sehat.

Risiko Kesehatan Lain Bagi Ibu Hamil

Selain bahaya alkohol terhadap janin, mengonsumsi tape juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada tubuh ibu hamil itu sendiri, di antaranya:

1. Gangguan Pencernaan dan Asam Lambung (GERD)

Selama kehamilan, hormon progesteron meningkat drastis. Hormon ini berfungsi untuk merelaksasi otot rahim agar tidak kontraksi, namun efek sampingnya adalah ikut merelaksasi katup pemisah antara lambung dan kerongkongan. Tape memiliki sifat asam dan mengandung gas hasil fermentasi. Mengonsumsi tape dapat dengan mudah memicu asam lambung naik ke kerongkongan (heartburn) dan menyebabkan perut terasa kembung, begah, serta mual yang memperparah gejala morning sickness.

2. Risiko Infeksi Bakteri Berbahaya

Proses pembuatan tape tradisional sering kali dilakukan dengan standar kebersihan yang bervariasi. Karena tidak dipasteurisasi, ada risiko tape terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Listeria monocytogenes atau Salmonella. Sistem kekebalan tubuh ibu hamil cenderung sedikit menurun agar tidak menolak janin, sehingga ibu hamil 10 hingga 20 kali lebih rentan terkena infeksi Listeria. Infeksi bakteri ini bisa menembus plasenta dan menyebabkan keracunan darah pada janin, persalinan prematur, hingga bayi lahir mati (stillbirth).

3. Peningkatan Gula Darah (Diabetes Gestasional)

Karbohidrat dalam singkong atau ketan yang telah dipecah menjadi gula sederhana oleh ragi membuat tape memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi. Mengonsumsinya dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat pada ibu hamil. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat meningkatkan risiko ibu terkena diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi khusus pada masa kehamilan. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan ukuran terlalu besar (makrosomia) sehingga menyulitkan proses persalinan normal.

Alternatif Camilan Sehat untuk Ibu Hamil

Menyadari bahwa tape sebaiknya dihindari, bukan berarti ibu hamil tidak boleh ngemil enak. Ada banyak alternatif camilan sehat yang aman dan memberikan nutrisi tambahan untuk mendukung kehamilan, antara lain:

1. Singkong Rebus atau Panggang

Jika kamu ngidam karena rindu dengan olahan singkong, cara paling aman adalah dengan merebus atau memanggang singkong segar. Singkong adalah sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk memberikan energi yang stabil tanpa risiko alkohol. Pastikan singkong dikupas bersih dan dimasak hingga benar-benar matang untuk menghilangkan asam sianida alaminya.

2. Buah-buahan Segar

Apabila kamu mencari sensasi rasa manis dan segar, buah-buahan seperti mangga, jeruk, pepaya matang, atau pisang adalah pilihan yang jauh lebih unggul. Buah-buahan kaya akan vitamin, mineral (seperti asam folat dan potasium), serta serat tinggi yang sangat ampuh untuk mencegah sembelit yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil.

3. Yoghurt Pasteurisasi

Jika kamu mencari manfaat probiotik yang ada pada tape untuk kesehatan pencernaan, yoghurt adalah substitusi yang sempurna. Pilihlah yoghurt yang terbuat dari susu pasteurisasi dan rendah gula tambahan. Yoghurt tidak hanya mengandung bakteri baik yang aman, tetapi juga kaya akan kalsium yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin.

Kapan Harus ke Dokter?

Bagaimana jika kamu tidak tahu dan sudah terlanjur memakan tape? Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Stres dan kepanikan berlebih justru tidak baik untuk kehamilan. Jika kamu hanya mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat kecil (satu atau dua gigitan kecil), risiko bahaya biasanya cukup minim, namun hentikan konsumsi saat itu juga.

Namun, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan jika setelah makan tape kamu mengalami gejala-gejala seperti:

  • Nyeri perut atau kram yang hebat.
  • Mual dan muntah yang terus-menerus hingga sulit menelan cairan (risiko dehidrasi).
  • Diare.
  • Rasa panas di dada (heartburn) yang sangat menyakitkan dan tidak kunjung reda.
  • Adanya flek atau pendarahan dari jalan lahir.

Studi Terkait

Pediatrics Journal menerbitkan pedoman klinis yang merangkum berbagai studi di tahun-tahun belakangan mengenai paparan alkohol pranatal, yang menjelaskan bahwa tidak ada jumlah alkohol, sekecil apa pun, yang dianggap aman dikonsumsi di trimester mana pun selama kehamilan.

Studi tersebut menguatkan panduan bahwa segala jenis makanan atau minuman fermentasi yang mengandung etanol dapat berdampak langsung pada terhambatnya proses neurogenesis (pembentukan sel saraf) pada janin. Oleh karena itu, tenaga medis sangat menyarankan wanita hamil untuk menghindari segala jenis produk beralkohol termasuk makanan tradisional seperti tape, brem, atau durian yang terlalu matang.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Alcohol and Pregnancy.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASDs) – Basics.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Alcohol and Women.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pregnancy diet: Focus on these essential nutrients.

FAQ

1. Apakah ibu hamil boleh makan tape sedikit saja?

Secara medis, tidak disarankan. Meskipun hanya sedikit, tape mengandung alkohol hasil fermentasi. Tidak ada batas aman untuk konsumsi alkohol selama kehamilan karena alkohol dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan janin.

2. Apakah tape yang dipanaskan atau digoreng aman untuk ibu hamil?

Banyak yang mengira memasak (seperti membuat tape goreng) akan menghilangkan 100% alkohol. Faktanya, metode memasak biasa tidak selalu menghilangkan seluruh kandungan alkohol. Selain itu, kadar gula pada tape goreng tetap tinggi. Lebih baik cari alternatif camilan lain.

3. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur makan tape karena tidak tahu?

Jika hanya tergigit sedikit dan kamu tidak tahu, jangan terlalu panik. Segera hentikan konsumsi dan minumlah air putih yang cukup. Pantau kondisi tubuhmu, jika muncul kram perut, diare, atau flek, segera hubungi dokter kandungan.

4. Apakah tape ketan hitam lebih aman dari tape singkong?

Tidak. Keduanya sama-sama melalui proses fermentasi yang menghasilkan alkohol dan gas. Oleh karena itu, baik tape singkong, tape ketan putih, maupun tape ketan hitam memiliki risiko yang sama dan sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.