Ad Placeholder Image

Bolehkah Pengidap GERD Konsumsi Sawi Putih?

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   17 Maret 2026

Sebaiknya tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter apakah sawi putih aman dikonsumsi atau tidak.

Bolehkah Pengidap GERD Konsumsi Sawi Putih?Bolehkah Pengidap GERD Konsumsi Sawi Putih?

DAFTAR ISI


Sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi, serta kaya akan vitamin dan mineral. Berbagai nutrisi yang terkandung dalam sayuran tentu bermanfaat bagi tubuh. Namun, pada pengidap penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), mereka harus memperhatikan asupan sayuran yang dikonsumsinya. 

Pasalnya, ada beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari bagi pengidapnya, karena jenis sayuran tertentu dapat memicu naiknya asam lambung dan memperburuk kondisi pengidapnya.

Misalnya seperti tomat, cabai, daun bawang, bawang putih, hingga lobak. Namun, bagaimana dengan sawi putih? Apakah pengidap GERD boleh mengonsumsinya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Kandungan Nutrisi Sawi Putih

Sawi putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) adalah sayuran rendah kalori yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Dalam 100 gram sawi putih, terkandung:

  • Vitamin C: 45% dari kebutuhan harian
  • Vitamin K: 35% dari kebutuhan harian
  • Folat (Vitamin B9): 12% dari kebutuhan harian
  • Kalsium: 8% dari kebutuhan harian
  • Kalium: 7% dari kebutuhan harian
  • Serat: 1 gram

Selain itu, sawi putih juga mengandung antioksidan seperti glukosinolat yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Bolehkah Pengidap GERD Makan Sawi Putih?

Bagi pengidap GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), konsumsi sawi putih perlu diperhatikan.

Sawi putih termasuk sayuran yang dapat menghasilkan gas dan menyebabkan perut kembung karena kandungan serat dan gula rafinosa.

Produksi gas berlebih dapat meningkatkan tekanan pada katup antara lambung dan kerongkongan, memicu refluks asam lambung.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Alimentary Pharmacology & Therapeutics, makanan yang menghasilkan gas dapat memperburuk gejala GERD pada beberapa individu.

Oleh karena itu, pengidap GERD sebaiknya membatasi konsumsi sawi putih, terutama dalam porsi besar atau bentuk olahan yang difermentasi dan pedas, seperti kimchi.

Jika ingin mengonsumsi sawi putih, perhatikan reaksi tubuh dan batasi porsinya.

Nah, berikut Ini Rekomendasi Dokter yang Bisa Mengobati GERD untuk kamu hubungi.

Memerlukan Riset Lebih Lanjut 

Sawi putih adalah jenis sayuran yang termasuk dalam keluarga kol, atau dapat disebut juga kubis. Selain rendah kalori dan lemak, yaitu sekitar 13 kalori per 100 gram, sawi putih juga kaya akan nutrisi.

Sayuran tersebut mengandung serat, karbohidrat dan serat yang tinggi, protein, dan berbagai vitamin penting. Misalnya seperti vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, E, K. 

Selain itu, sawi putih juga mengandung mineral penting, seperti kalsium, kalium, fosfor, zat besi, zinc, natrium, dan magnesium.

Namun, sawi putih dapat memicu kadar gas berlebih dalam tubuh yang membuat perut menjadi kembung.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kelebihan serat kemungkinan dapat menjadi masalah bagi pengidap GERD. 

Menurut Digestive Health Institute, asupan serat yang berlebihan dapat menyebabkan fermentasi.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada usus besar, lalu tumpah ke usus kecil. Ketika bakteri dari usus besar menyerang dan berkembang biak di usus kecil. Hal ini dapat menyebabkan refluks asam serta rasa kembung dan ketidaknyamanan perut. 

Akan tetapi, penelitian lain menunjukkan hasil yang berlawanan. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2018 silam oleh World Journal of Gastroenterology, menemukan bahwa makanan yang diperkaya serat, menghasilkan lebih sedikit tekanan pada sfingter esofagus. 

Perlu diketahui bahwa sfingter esofagus atau esophagus sphincter adalah sebuah cincin otot pada kerongkongan yang terletak di bagian bawah, dan mengelilingi esofagus tepat di atas pintu masuk menuju lambung.

Berdasarkan penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa makanan tinggi serat dapat membantu mengurangi refluks asam. 

Merujuk pada penjelasan sebelumnya, pengidap GERD tentu harus bertanya terlebih dahulu pada dokter apakah mengonsumsi sawi putih aman untuk tubuhnya atau tidak.

Sebab, tidak semua pengidap GERD akan merespons makanan seperti sawi putih, dengan cara yang sama pada tubuhnya.

Selain itu, penelitian ilmiah lebih dalam terkait sawi putih pada pengidap GERD tentu masih dibutuhkan. 

Simak informasi lebih dalam soal Apa itu Penyakit Asam Lambung (GERD) – Gejala & Pengobatannya berikut ini.

Kondisi Medis yang Perlu Membatasi Konsumsi Sawi Putih

Meskipun menyehatkan, terdapat beberapa kondisi medis spesifik di mana konsumsi sawi putih perlu dibatasi atau dihindari sepenuhnya.

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan mengenai sakit apa yang tidak boleh makan sawi putih:

  • Gangguan pencernaan akut: Penderita gastritis akut, asam lambung tinggi, atau radang usus sebaiknya menghindari sawi putih mentah. Kandungan serat kasarnya dapat memperburuk nyeri perut dan meningkatkan distensi lambung.
  • Penyakit pankreatitis dan enterokolitis: Peradangan pada pankreas atau saluran usus membuat tubuh sulit memproses komponen tertentu dalam sayuran cruciferous. Sawi putih dapat mengiritasi saluran cerna yang sedang mengalami inflamasi aktif.
  • Gangguan tiroid (hipotiroidisme): Sawi putih mengandung senyawa goitrogen yang dapat mengganggu penyerapan yodium. Penderita gangguan tiroid disarankan tidak mengonsumsi sawi putih mentah dalam jumlah besar secara rutin.
  • Irritable bowel syndrome (IBS): Karena tinggi akan serat fermentasi, sawi putih dapat menyebabkan kembung, diare, dan flatulensi pada individu dengan usus yang sensitif.

Gejala Akibat Konsumsi Sawi Putih yang Berlebihan

Mengonsumsi sawi putih melampaui batas wajar, terutama dalam kondisi mentah, dapat memicu berbagai reaksi tubuh yang tidak nyaman.

Gejala yang paling umum muncul adalah perut kembung (bloating) akibat akumulasi gas hidrogen dan metana di usus besar.

Pada beberapa kasus, penderita juga mungkin mengalami sendawa terus-menerus dan nyeri pada ulu hati.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan bahwa konsumsi pangan harus dilakukan secara beragam dan tidak berlebihan pada satu jenis bahan makanan saja guna menjaga keseimbangan metabolisme.

Jika muncul gejala diare atau kram perut hebat setelah makan sawi putih, segera kurangi porsi atau hentikan konsumsi sementara waktu untuk menenangkan sistem pencernaan.

Kondisi Medis yang Aman Mengonsumsi Sawi Putih

Di sisi lain, terdapat kondisi kronis yang justru diperbolehkan atau bahkan disarankan mengonsumsi sawi putih dalam porsi terkontrol.

Pengidap diabetes melitus dapat menjadikan sawi putih sebagai pilihan karbohidrat rendah glikemik yang tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis. Serat di dalamnya juga membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Selain itu, penderita asam urat (Gout) juga relatif aman mengonsumsi sayuran ini. Sawi putih tergolong bahan makanan rendah purin dibandingkan dengan sayuran hijau gelap seperti bayam atau kangkung.

Dengan kadar purin yang rendah, risiko peningkatan kadar asam urat dalam darah akibat konsumsi sawi putih sangatlah minim.

Tips Aman Konsumsi Sawi Putih untuk Kondisi Sensitif

Untuk meminimalkan risiko efek samping, metode pengolahan sangat menentukan kualitas nutrisi dan keamanan pangan.

Memasak sawi putih dengan cara direbus atau dikukus dapat merusak struktur serat kasar dan mengurangi kandungan goitrogen secara signifikan.

Proses pemanasan juga membunuh bakteri patogen yang mungkin menempel pada daun mentah.

Mulai dengan porsi kecil (sekitar 50-100 gram) untuk melihat reaksi tubuh terhadap asupan serat tersebut.

Pastikan untuk mengunyah makanan hingga halus guna membantu kerja enzim pencernaan di mulut.

Jika kamu memiliki riwayat medis yang kompleks, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi melalui layanan tanya dokter guna mendapatkan saran nutrisi yang personal.

Makanan untuk Mencegah Timbulnya Gejala GERD

Munculnya gejala GERD adalah asam lambung yang menyentuh kerongkongan, sehingga menyebabkan iritasi dan nyeri.

Apabila kadar asam pada tubuh tinggi, kamu dapat memasukan beberapa jenis makanan ke dalam menu sehari-hari, agar dapat mencegah gejalanya muncul. 

Namun, perlu diingat bahwa tak satupun makanan tersebut dapat menyembuhkan penyakit GERD yang dialami.

Dilansir dari John Hopkins Medicine, beberapa makanan ini dapat membantu mencegah timbulnya refluks asam, antara lain: 

Jenis makanan alkali 

Makanan alkali adalah makanan yang mengandung pH basa untuk menetralkan kadar keasaman dan mengurangi gejala inflamasi dalam tubuh.

Semakin tinggi kadar pH basanya, maka makanan tersebut dapat membantu mengimbangi asam lambung yang kuat.

Misalnya seperti pisang, melon, sayuran adas, pepaya, mangga, hingga kacang-kacangan. 

Makanan yang tinggi kadar air 

Beberapa makanan yang mengandung banyak air dapat membuat encer dan melemahkan asam lambung.

Misalnya seperti mentimun, seledri, selada, semangka, sup ayam, hingga teh herbal. 

Nah, itulah penjelasan terhadap sebuah pertanyaan akan boleh atau tidaknya pengidap GERD mengonsumsi sawi putih.

Meski belum dapat disimpulkan secara pasti, tapi pengidap GERD masih dapat mencoba menanyakannya terlebih dahulu ke dokter. 

Sebab, setiap pengidap GERD memiliki respons yang berbeda terhadap makanan tertentu pada tubuhnya, tanpa terkecuali sawi putih.

Agar dapat menghindari rasa ketidaknyamanan yang timbul akibat penyakit asam lambung yang diderita, pengidap GERD sebaiknya juga mengonsumsi makanan alkali dan makanan tinggi kadar air

Selain itu, menerapkan pola hidup sehat juga harus dijalankan oleh pengidap GERD. Hal ini bertujuan agar gejala penyakitnya dapat dikendalikan dengan baik, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pengidapnya. 

Bila kamu merasakan salah satu atau lebih gejala GERD, seperti dada atau perut bagian atas terasa sesak, hingga cairan asam dari perut terasa sampai ke mulut yang tak kunjung membaik, segeralah periksakan kesehatanmu ke dokter di Halodoc.

Sebab, GERD yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi fatal, salah satunya adalah ulkus esofagus. 

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter spesialis di Halodoc!

Referensi: 
Livestrong. Diakses pada 2026. Why Cabbage and Heartburn May Not Mix
Nutritionix. Diakses pada 2026. Napa Cabbage
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2026.GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn)
Digestive Health Institute. Diakses pada 2026. The Dark Side of Fiber 
NCBI. Diakses pada 2026. Fiber-enriched diet helps to control symptoms and improves esophageal motility in patients with non-erosive gastroesophageal reflux disease
WebMD. Diakses pada 2026. GERD.

FAQ

1. Apakah sawi putih aman untuk ibu hamil?

Umumnya aman karena kaya folat, namun tetap perhatikan porsi agar tidak kembung.

2. Bisakah sawi putih membantu menurunkan berat badan?

Ya, karena rendah kalori dan tinggi serat yang memberikan efek kenyang lebih lama.