Ad Placeholder Image

Brachial Palsy: Penyebab, Gejala, dan Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 April 2026

Brachial Palsy: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Brachial Palsy: Penyebab, Gejala, dan Cara AtasinyaBrachial Palsy: Penyebab, Gejala, dan Cara Atasinya

Mengenal Brachial Palsy: Kelumpuhan Lengan Akibat Cedera Saraf

Brachial palsy adalah kondisi medis yang menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan pada lengan, bahu, dan tangan. Kondisi ini timbul akibat adanya cedera pada pleksus brakialis, yakni jaringan saraf besar yang berada di leher. Jaringan saraf ini memiliki peran penting dalam mengendalikan gerakan serta sensasi pada area tersebut.

Cedera saraf ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi baru lahir hingga orang dewasa. Pada bayi, kondisi ini sering dikenal sebagai Erb’s Palsy, yang biasanya disebabkan oleh peregangan saraf saat proses persalinan. Sementara itu, pada orang dewasa, brachial palsy umumnya merupakan akibat dari cedera traumatis seperti kecelakaan, cedera olahraga, atau jatuh.

Apa Sebenarnya Brachial Palsy Itu?

Secara lebih mendalam, brachial palsy adalah gangguan fungsional pada ekstremitas atas yang diakibatkan oleh kerusakan pada pleksus brakialis. Pleksus brakialis adalah kumpulan saraf yang berasal dari sumsum tulang belakang di leher. Saraf-saraf ini kemudian bercabang dan meluas ke bahu, lengan, serta tangan.

Ketika saraf-saraf ini mengalami kerusakan, baik karena peregangan, robekan, atau kompresi, sinyal dari otak tidak dapat mencapai otot-otot di lengan dengan baik. Akibatnya, penderitanya dapat mengalami kehilangan kekuatan, mati rasa, atau bahkan kelumpuhan total pada bagian yang terdampak.

Penyebab Terjadinya Brachial Palsy

Berbagai faktor dapat memicu terjadinya brachial palsy. Penyebab utama kondisi ini dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu saat lahir (neonatal) dan akibat trauma.

  • Saat Lahir (Neonatal)
    Palsi brakialis pada bayi baru lahir, atau dikenal sebagai Erb’s Palsy, seringkali terjadi saat proses persalinan yang sulit. Bahu bayi mungkin terjepit di panggul ibu, menyebabkan saraf pleksus brakialis teregang secara berlebihan. Peregangan ini dapat merusak saraf, mengakibatkan kelemahan atau kelumpuhan pada lengan bayi.
  • Trauma
    Pada orang dewasa, cedera traumatik merupakan penyebab paling umum. Kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, atau cedera olahraga berat (misalnya pada pemain sepak bola) dapat menyebabkan peregangan atau robekan saraf pleksus brakialis. Tingkat keparahan cedera bervariasi tergantung pada kekuatan dampak dan jenis kerusakan saraf.
  • Tumor
    Meskipun jarang, tumor yang tumbuh di sekitar area leher atau bahu juga dapat menekan pleksus brakialis. Tekanan ini bisa mengganggu fungsi saraf dan memicu gejala brachial palsy.

Gejala Brachial Palsy yang Perlu Diwaspadai

Gejala brachial palsy sangat bervariasi, tergantung pada saraf mana yang cedera dan seberapa parah kerusakan tersebut. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

  • Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, bahu, atau tangan yang terkena.
  • Kehilangan kemampuan untuk menggerakkan bagian lengan atau tangan secara normal.
  • Mati rasa atau sensasi kesemutan pada area yang terdampak.
  • Pada bayi baru lahir dengan Erb’s Palsy, lengan seringkali terlihat menggantung lemas. Lengan bawah mungkin berputar ke dalam, dan bayi mungkin kesulitan menggerakkan bahu atau siku.
  • Nyeri yang bisa bervariasi dari ringan hingga parah, terutama jika ada robekan saraf.

Pilihan Penanganan Brachial Palsy

Penanganan palsi brakialis bertujuan untuk memulihkan fungsi saraf dan otot sebisa mungkin, serta mengurangi nyeri. Beberapa metode penanganan yang umum meliputi:

  • Fisioterapi
    Ini adalah pilar utama penanganan, terutama untuk kasus ringan hingga sedang. Fisioterapi melibatkan latihan khusus untuk mencegah kekakuan sendi, menjaga rentang gerak, dan meningkatkan kekuatan otot. Terapi ini membantu memfasilitasi pemulihan saraf dan mengoptimalkan fungsi lengan.
  • Obat-obatan
    Obat pereda nyeri dapat diresepkan untuk mengelola rasa sakit yang timbul akibat cedera saraf. Dokter mungkin juga meresepkan obat lain untuk mengatasi gejala terkait.
  • Pembedahan
    Untuk cedera saraf yang parah, seperti robekan total atau avulsi (saraf terlepas dari sumsum tulang belakang), pembedahan mungkin diperlukan. Operasi dapat melibatkan perbaikan saraf langsung, transfer saraf (memindahkan saraf yang sehat ke area yang rusak), atau cangkok saraf (menggunakan segmen saraf dari bagian tubuh lain).
  • Terapi Okupasi
    Terapi ini berfokus pada membantu penderita mengembalikan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terapis okupasi akan melatih pasien dengan teknik dan adaptasi untuk menggunakan tangan dan lengan yang terdampak dalam kegiatan seperti makan, berpakaian, atau bekerja.

Prognosis dan Pencegahan Brachial Palsy

Prognosis atau harapan kesembuhan untuk brachial palsy sangat bervariasi. Banyak kasus ringan pada bayi baru lahir dapat sembuh total dengan terapi yang tepat dan tanpa intervensi bedah. Namun, cedera saraf yang lebih parah, terutama yang melibatkan robekan, dapat menyebabkan masalah permanen seperti kelemahan, mati rasa, atau keterbatasan gerak yang signifikan.

Meskipun brachial palsy pada bayi seringkali sulit dicegah karena terkait dengan proses persalinan, pencegahan pada orang dewasa dapat difokuskan pada mengurangi risiko cedera traumatis. Hal ini termasuk:

  • Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara.
  • Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat berolahraga, terutama olahraga kontak.
  • Berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berisiko jatuh.

Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc

Jika mengalami gejala kelumpuhan atau kelemahan pada lengan, bahu, atau tangan, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf yang berpengalaman. Dokter akan membantu menegakkan diagnosis, memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai, dan memantau perkembangan kondisi untuk memastikan hasil terbaik.