Branchial Cleft Cyst: Benjolan Leher Jinak Sejak Lahir

Ringkasan Singkat: Branchial cleft cyst adalah benjolan atau kantung berisi cairan yang terbentuk di leher atau di bawah tulang selangka, umumnya muncul sebagai bawaan lahir akibat kelainan perkembangan embrio. Kista ini bersifat jinak dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun dapat mengalami infeksi. Penanganan utama untuk kista celah brankial adalah melalui prosedur operasi pengangkatan.
Definisi Branchial Cleft Cyst
Branchial cleft cyst atau kista celah brankial adalah suatu kondisi medis berupa benjolan atau kantung yang berisi cairan. Benjolan ini umumnya terbentuk di salah satu sisi leher, di area lateral, atau terkadang di bawah tulang selangka. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan lahir yang terjadi akibat kegagalan penutupan struktur embrionik yang disebut celah brankial selama perkembangan janin.
Kista ini terbentuk ketika jaringan yang seharusnya menghilang saat bayi berkembang di dalam rahim, justru tetap ada dan membentuk kantung. Umumnya, kista celah brankial bersifat jinak, artinya tidak bersifat kanker. Meskipun biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kista ini berpotensi untuk mengalami infeksi.
Gejala Kista Celah Brankial
Gejala branchial cleft cyst dapat bervariasi pada setiap individu, tergantung pada ukuran dan lokasi kista. Seringkali, kista ini tidak menimbulkan gejala apapun sampai ukurannya membesar atau terjadi infeksi. Kista dapat muncul sejak lahir atau baru terlihat saat anak-anak atau bahkan dewasa.
Tanda-tanda umum keberadaan kista celah brankial meliputi:
- Adanya benjolan atau massa yang teraba lembut di sisi leher atau di bawah tulang selangka.
- Ukuran benjolan dapat bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar.
- Biasanya tidak nyeri saat disentuh, kecuali jika terjadi infeksi.
Apabila kista mengalami infeksi, gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Nyeri tekan pada benjolan.
- Kemerahan dan pembengkakan di sekitar area kista.
- Demam.
- Keluarnya nanah atau cairan dari benjolan jika ada lubang kecil (fistula).
Penyebab Branchial Cleft Cyst
Penyebab utama branchial cleft cyst adalah kelainan perkembangan selama masa embrio. Pada tahap awal perkembangan janin, terdapat struktur yang disebut celah brankial, yang nantinya akan membentuk bagian-bagian leher dan wajah. Normalnya, celah-celah ini akan menutup dan menghilang sepenuhnya.
Namun, pada beberapa kasus, celah brankial gagal menutup dengan sempurna. Kegagalan penutupan ini meninggalkan sisa-sisa jaringan atau kantung yang berisi cairan, yang kemudian dikenal sebagai kista celah brankial. Kondisi ini bukan disebabkan oleh faktor genetik yang diwariskan dari orang tua. Branchial cleft cyst umumnya terjadi secara sporadis dan tidak dapat dicegah.
Diagnosis Kista Celah Brankial
Diagnosis kista celah brankial biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba benjolan di leher atau area terkait untuk menilai ukuran, konsistensi, dan lokasinya. Riwayat medis pasien juga akan ditanyakan, termasuk kapan benjolan pertama kali muncul dan apakah ada gejala lain.
Untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, beberapa tes pencitraan mungkin diperlukan:
- USG (ultrasonografi): Membantu dokter melihat struktur kista dan membedakannya dari massa lain.
- CT scan atau MRI: Memberikan gambaran lebih detail mengenai kista dan hubungannya dengan struktur di sekitarnya, seperti pembuluh darah dan saraf.
Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan aspirasi jarum halus atau biopsi. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel cairan atau jaringan dari kista untuk dianalisis di laboratorium, guna memastikan sifat jinak benjolan.
Pengobatan Branchial Cleft Cyst
Penanganan utama untuk branchial cleft cyst adalah melalui operasi pengangkatan. Meskipun kista ini jinak, pengangkatan disarankan untuk mencegah komplikasi di masa mendatang, seperti infeksi berulang atau pembesaran kista yang mengganggu. Pembedahan bertujuan untuk mengangkat seluruh kantung kista untuk mencegah kekambuhan.
Sebelum operasi, jika kista mengalami infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi peradangan. Operasi biasanya dilakukan setelah infeksi mereda dan area kista tidak lagi meradang. Prosedur operasi dilakukan di bawah anestesi umum. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di area kista untuk mengangkat seluruh benjolan beserta saluran yang mungkin terhubung dengannya.
Setelah operasi, pasien akan diberikan instruksi perawatan luka dan mungkin diresepkan obat pereda nyeri. Komplikasi pasca operasi jarang terjadi, namun bisa berupa infeksi luka atau kerusakan saraf di dekat area operasi. Pasien biasanya dapat pulih sepenuhnya setelah menjalani operasi pengangkatan kista.
Komplikasi Kista Celah Brankial
Meskipun branchial cleft cyst umumnya jinak, beberapa komplikasi dapat timbul jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi paling umum adalah infeksi. Kista dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri, menyebabkan nyeri, kemerahan, bengkak, dan demam. Infeksi berulang dapat merusak jaringan di sekitar kista dan membuat operasi pengangkatan menjadi lebih rumit.
Selain infeksi, komplikasi lain yang mungkin terjadi meliputi:
- Pembentukan abses: Kumpulan nanah yang dapat terbentuk di dalam kista yang terinfeksi.
- Pembentukan fistula: Saluran abnormal yang menghubungkan kista ke permukaan kulit, menyebabkan keluarnya cairan atau nanah secara terus-menerus.
- Ukuran kista yang membesar: Dapat menyebabkan tekanan pada struktur di sekitarnya, meskipun ini jarang terjadi.
Penting untuk mencari penanganan medis jika terdapat gejala infeksi atau jika kista membesar. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kapan Harus ke Dokter?
Seseorang disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan adanya benjolan di leher atau di bawah tulang selangka. Meskipun benjolan tersebut mungkin tidak sakit, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain yang lebih serius.
Segera cari bantuan medis jika benjolan tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti:
- Nyeri yang semakin parah.
- Kemerahan dan bengkak di area benjolan.
- Benjolan terasa hangat saat disentuh.
- Demam.
- Keluarnya nanah atau cairan dari benjolan.
Diagnosis dan penanganan dini oleh profesional medis sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan kesehatan yang optimal.
Rekomendasi Medis Halodoc
Jika terdapat kekhawatiran mengenai branchial cleft cyst atau benjolan lain di leher, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berbicara dengan dokter umum atau spesialis bedah melalui fitur chat, video call, atau kunjungan langsung. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang tepat. Dapatkan informasi lebih lanjut dan janji temu dokter melalui aplikasi Halodoc.



