Ad Placeholder Image

Breech Baby: Bisakah Lahir Normal dan Kapan C-section?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Breech Baby: Kenali Sungsang dan Cara Mengatasinya

Breech Baby: Bisakah Lahir Normal dan Kapan C-section?Breech Baby: Bisakah Lahir Normal dan Kapan C-section?

Bayi Sungsang (Breech): Memahami Posisi, Penyebab, dan Penanganannya

Ringkasan:
Bayi sungsang, atau dikenal sebagai posisi breech, adalah kondisi di mana janin berada dalam posisi bokong atau kaki menghadap jalan lahir pada usia kehamilan di atas 36 minggu. Deteksi umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik atau ultrasonografi (USG). Kelahiran sungsang seringkali memerlukan persalinan melalui operasi caesar (C-section) untuk meminimalkan risiko komplikasi. Penanganan dapat melibatkan upaya memutar bayi secara manual (External Cephalic Version/ECV) atau perencanaan operasi caesar jika ECV tidak berhasil.

Apa Itu Bayi Sungsang (Breech)?

Posisi bayi sungsang atau breech terjadi ketika bagian bokong atau kaki janin berada di bagian bawah rahim, mendekati jalan lahir, bukan kepala seperti pada umumnya. Kondisi ini biasanya teridentifikasi setelah usia kehamilan mencapai 36 minggu. Posisi kepala yang berada di atas dapat meningkatkan risiko tertentu saat persalinan.

Kehamilan dengan bayi sungsang memerlukan perhatian khusus dari tenaga medis. Pemeriksaan rutin oleh dokter kandungan atau bidan menjadi penting untuk memantau posisi bayi. Tujuan utama adalah memastikan proses persalinan berjalan aman bagi ibu dan janin.

Mengenal Jenis-jenis Posisi Bayi Sungsang

Bayi sungsang terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan posisi spesifik kaki dan bokong janin di dalam rahim. Pemahaman jenis ini membantu dokter dalam menentukan penanganan yang tepat.

Berikut adalah jenis-jenis posisi bayi sungsang:

  • Frank Breech: Pada posisi ini, bokong bayi berada di bagian bawah, sementara kedua kaki bayi lurus ke atas mendekati kepala. Posisi ini adalah jenis sungsang yang paling umum.
  • Complete Breech: Janin berada dalam posisi duduk bersila, dengan bokong di bagian bawah dan kedua kaki terlipat di dekat bokong. Ini memberikan tampilan seperti bayi sedang “duduk” di dalam rahim.
  • Footling Breech: Jenis ini terjadi ketika satu atau kedua kaki bayi berada di posisi paling bawah, siap untuk keluar terlebih dahulu melalui jalan lahir. Posisi ini memiliki risiko tertentu saat persalinan normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Bayi Sungsang

Beberapa faktor dapat memengaruhi posisi janin di dalam rahim dan meningkatkan kemungkinan terjadinya bayi sungsang. Kondisi-kondisi ini berkaitan dengan ruang gerak bayi atau kondisi organ reproduksi ibu.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko bayi sungsang meliputi:

  • Jumlah air ketuban: Air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) dapat membuat janin memiliki ruang gerak berlebih, sehingga sulit menetap pada posisi kepala di bawah. Sebaliknya, air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion) dapat membatasi gerakan janin untuk berputar ke posisi kepala di bawah.
  • Bentuk rahim: Adanya kelainan pada bentuk rahim, seperti rahim bikornu atau keberadaan miom (tumor jinak pada rahim), dapat mengubah ruang di dalam rahim dan menghalangi janin untuk berputar.
  • Posisi plasenta: Kondisi plasenta previa, yaitu plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, dapat menghalangi janin untuk bergerak ke posisi kepala di bawah.
  • Kehamilan kembar: Pada kehamilan kembar, ruang di dalam rahim terbatas, sehingga salah satu atau kedua janin lebih berisiko untuk berada dalam posisi sungsang.

Bagaimana Bayi Sungsang Dideteksi?

Deteksi posisi bayi sungsang sangat penting untuk perencanaan persalinan yang aman. Umumnya, dokter atau bidan akan melakukan beberapa pemeriksaan.

Metode deteksi utama meliputi:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter atau bidan dapat meraba perut ibu untuk merasakan posisi kepala, bokong, atau kaki janin. Ini seringkali menjadi indikasi awal adanya posisi sungsang.
  • Pemeriksaan USG: Ultrasonografi adalah alat diagnostik yang paling akurat untuk memastikan posisi janin. USG dapat memvisualisasikan dengan jelas apakah kepala janin berada di bagian atas atau bawah, serta menentukan jenis posisi sungsang (frank, complete, atau footling breech).

Penanganan Medis untuk Bayi Sungsang

Ketika bayi sungsang terdeteksi, dokter akan membahas pilihan penanganan dengan ibu hamil. Tujuannya adalah memilih metode persalinan yang paling aman dan meminimalkan risiko komplikasi.

Pilihan penanganan untuk bayi sungsang meliputi:

  • External Cephalic Version (ECV): Jika bayi sungsang terdeteksi pada minggu ke-36 atau 37 kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan ECV. Ini adalah teknik non-invasif di mana dokter mencoba memutar bayi secara manual dari luar perut ibu, untuk menggeser posisi kepala bayi ke bawah. Prosedur ini dilakukan dengan pengawasan ketat dan seringkali menggunakan USG untuk memandu gerakan.
  • Operasi Caesar (C-section): Jika ECV tidak berhasil atau tidak disarankan karena alasan medis tertentu, operasi caesar sering kali direncanakan sebagai cara persalinan yang paling aman untuk bayi sungsang. Operasi ini dapat membantu menghindari komplikasi yang mungkin timbul selama persalinan normal bayi sungsang, seperti cedera pada bayi atau kesulitan saat melahirkan.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?

Penting bagi ibu hamil untuk selalu berkomunikasi dengan profesional medis selama masa kehamilan. Konsultasi dini dan teratur dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah dan merencanakan penanganan yang tepat.

Segera konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan apabila:

  • Memasuki usia kehamilan di atas 36 minggu dan memiliki kekhawatiran tentang posisi bayi.
  • Dokter telah mendiagnosis bayi sungsang dan perlu memahami pilihan penanganan yang tersedia.
  • Mengalami gejala atau tanda yang tidak biasa selama kehamilan.

Konsultasi dengan dokter akan membantu memantau posisi bayi secara berkala dan merencanakan persalinan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan ibu dan janin. Keputusan mengenai metode persalinan harus dibuat berdasarkan evaluasi medis menyeluruh dan diskusi antara ibu hamil dan dokter.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang dapat diakses dengan mudah. Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji temu dengan dokter kandungan, kunjungi aplikasi atau situs web Halodoc.