Ad Placeholder Image

Buah Maladewa: Pahit tapi Dahsyat, Rahasia Herbal Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Buah Maladewa: Pahitnya Jadi Obat, Yuk Kenali!

Buah Maladewa: Pahit tapi Dahsyat, Rahasia Herbal SehatBuah Maladewa: Pahit tapi Dahsyat, Rahasia Herbal Sehat

Menguak Manfaat dan Bahaya Buah Maladewa (Mahkota Dewa) untuk Kesehatan

Buah maladewa, yang kemungkinan besar merujuk pada Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa), merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Meskipun dikenal memiliki rasa sangat pahit, buah ini sering diolah sebagai jamu atau teh untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Potensi manfaatnya berasal dari kandungan senyawa aktif yang beragam, namun penting untuk memahami cara pengolahan yang benar karena bijinya mengandung racun.

Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai buah maladewa atau Mahkota Dewa, mulai dari definisi, kandungan, potensi manfaat, hingga peringatan dan cara pengolahan yang aman. Informasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan akurat mengenai penggunaan tanaman obat ini.

Apa itu Buah Maladewa (Mahkota Dewa)?

Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) adalah tanaman perdu yang berasal dari Papua, Indonesia. Tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis dan dikenal luas karena buahnya yang berwarna merah terang saat matang. Istilah “buah maladewa” sering kali menjadi salah tafsir atau penyebutan lain untuk buah ini di beberapa daerah.

Secara tradisional, buah Mahkota Dewa tidak dikonsumsi secara langsung sebagai buah meja karena rasanya yang sangat pahit. Bagian yang umum digunakan adalah daging buah dan kulitnya, setelah melalui proses pengeringan dan perebusan, untuk dijadikan ramuan herbal.

Kandungan Senyawa Aktif dalam Buah Mahkota Dewa

Khasiat buah Mahkota Dewa sebagai obat herbal tidak lepas dari kekayaan senyawa fitokimianya. Beberapa senyawa aktif utama yang ditemukan dalam buah ini antara lain:

  • Flavonoid: Senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
  • Saponin: Senyawa golongan glikosida ini memiliki potensi sebagai antikanker, antioksidan, dan dapat memengaruhi penyerapan kolesterol dalam tubuh.
  • Alkaloid: Alkaloid merupakan golongan senyawa organik yang memiliki berbagai efek farmakologis, termasuk antinyeri dan antibakteri.

Selain itu, terdapat juga tanin dan polifenol yang turut berkontribusi terhadap aktivitas biologis tanaman ini.

Potensi Manfaat Buah Mahkota Dewa untuk Kesehatan

Berbagai penelitian awal dan penggunaan tradisional menunjukkan potensi buah Mahkota Dewa dalam membantu mengatasi beberapa kondisi kesehatan. Beberapa potensi manfaat tersebut meliputi:

Membantu Mengelola Diabetes

Kandungan flavonoid dan saponin dalam buah Mahkota Dewa dipercaya memiliki peran dalam membantu menurunkan kadar gula darah. Beberapa studi menunjukkan potensi ekstrak buah ini untuk meningkatkan sensitivitas insulin atau menghambat enzim yang bertanggung jawab atas pemecahan karbohidrat.

Meredakan Asam Urat

Sifat anti-inflamasi dari senyawa aktif Mahkota Dewa dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang terkait dengan asam urat. Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk membantu mengeluarkan kelebihan purin dari tubuh.

Mengendalikan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Beberapa komponen dalam buah Mahkota Dewa berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini mungkin berkaitan dengan efek relaksasi pada pembuluh darah atau diuretik ringan yang dimilikinya, meski memerlukan penelitian lebih lanjut.

Mendukung Terapi Kanker

Saponin, flavonoid, dan alkaloid dalam Mahkota Dewa menunjukkan aktivitas antikanker dalam beberapa penelitian in vitro (laboratorium). Senyawa-senyawa ini berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker dan memicu apoptosis (kematian sel terprogram) pada beberapa jenis kanker. Namun, ini masih dalam tahap penelitian awal dan bukan pengganti pengobatan medis.

Peringatan dan Cara Pengolahan Buah Mahkota Dewa yang Aman

Meskipun memiliki potensi manfaat, buah Mahkota Dewa harus diolah dengan sangat hati-hati. Biji dari buah ini diketahui mengandung racun yang dapat berbahaya jika dikonsumsi langsung. Oleh karena itu, konsumsi buah ini tidak boleh secara mentah.

Cara pengolahan yang umum dan dianggap aman dalam tradisi adalah:

  • Pengeringan: Buah Mahkota Dewa dipotong tipis-tipis, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.
  • Perebusan: Potongan buah kering kemudian direbus dengan air hingga mendidih dan disaring. Air rebusan inilah yang kemudian diminum sebagai jamu atau teh herbal.

Dosis dan frekuensi konsumsi harus diperhatikan dengan ketat, dan selalu disarankan untuk memulai dengan dosis rendah.

Efek Samping dan Interaksi yang Perlu Diperhatikan

Penggunaan buah Mahkota Dewa, terutama dalam jangka panjang atau dosis tinggi, dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi pusing, mual, diare, atau gangguan pencernaan lainnya.

Selain itu, buah ini berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, obat diabetes, atau obat tekanan darah. Interaksi ini dapat memperkuat atau justru melemahkan efek obat sehingga perlu diwaspadai.

Kapan Harus Berkonsultasi Mengenai Penggunaan Buah Mahkota Dewa?

Mengingat potensi dan risiko yang dimiliki buah Mahkota Dewa, konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan sebelum memulai penggunaannya. Hal ini terutama penting bagi individu yang:

  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal atau hati.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan resep atau suplemen lain.
  • Wanita hamil atau menyusui.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap tanaman herbal.

Informasi dari dokter atau apoteker dapat membantu menentukan apakah penggunaan buah Mahkota Dewa aman dan tepat untuk kondisi kesehatan masing-masing.

Potensi manfaat buah Mahkota Dewa sebagai pengobatan herbal memang menarik, tetapi harus didekati dengan hati-hati dan pengetahuan yang memadai. Selalu pastikan pengolahan dilakukan dengan benar untuk menghindari efek toksik. Untuk mendapatkan nasihat medis yang tepat dan personal, serta menghindari risiko yang tidak diinginkan, kunjungi Halodoc untuk berkonsultasi dengan dokter. Tenaga medis di Halodoc dapat memberikan panduan profesional mengenai penggunaan suplemen herbal dan interaksinya dengan kesehatan seseorang.