Ad Placeholder Image

Bukan Cuma Paru, Ini Contoh Penyakit TBC Lainnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Contoh Penyakit TBC: Tak Hanya Paru-Paru, Lho!

Bukan Cuma Paru, Ini Contoh Penyakit TBC LainnyaBukan Cuma Paru, Ini Contoh Penyakit TBC Lainnya

Mengenal Berbagai Contoh Penyakit TBC: Tidak Hanya Paru-Paru

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya dikenal menyerang paru-paru, namun sebenarnya bakteri TBC dapat menyerang organ tubuh lain. Memahami berbagai contoh penyakit TBC di luar paru-paru sangat penting untuk diagnosis dini dan penanganan yang tepat. Penularannya terjadi melalui udara, saat seseorang menghirup droplet yang dikeluarkan penderita TBC aktif saat batuk atau bersin.

Apa Itu Tuberkulosis (TBC)?

Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di negara berkembang. Bakteri Mycobacterium tuberculosis memiliki kemampuan untuk bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala (TBC laten), dan dapat aktif kembali ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Penularan TBC terjadi melalui percikan ludah atau dahak di udara.

Contoh Penyakit TBC Berdasarkan Organ yang Diserang

Meskipun TBC paru adalah jenis yang paling umum, bakteri TBC dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke organ lain, menyebabkan tuberkulosis ekstrapulmoner. Berikut adalah beberapa contoh penyakit TBC yang menyerang berbagai organ:

  • TBC Paru

    Ini adalah bentuk TBC yang paling sering ditemui, menyerang jaringan paru-paru. Gejala utamanya meliputi batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih, demam ringan, keringat dingin di malam hari, nyeri dada, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja.

  • TBC Kelenjar

    TBC kelenjar umumnya terjadi pada kelenjar getah bening, seringkali di area leher. Tanda khasnya adalah munculnya pembengkakan pada kelenjar getah bening yang teraba kenyal dan tidak nyeri. Pembengkakan ini bisa bertambah besar seiring waktu.

  • TBC Tulang

    Bakteri TBC dapat menyerang tulang, paling sering tulang belakang (dikenal sebagai penyakit Pott) atau sendi-sendi besar. Gejala yang muncul berupa nyeri punggung atau nyeri sendi yang kronis, kekakuan, pembengkakan pada area yang terinfeksi, dan dalam kasus parah dapat menyebabkan deformitas tulang atau kelumpuhan.

  • TBC Otak (Meningitis TB)

    Tuberkulosis yang menyerang otak dan selaputnya disebut meningitis TB. Ini adalah bentuk TBC yang sangat serius dan membutuhkan penanganan cepat. Gejalanya meliputi sakit kepala hebat yang terus-menerus, demam, leher kaku, kejang, mual, muntah, serta perubahan kesadaran atau perilaku.

  • TBC Ginjal

    Infeksi TBC pada ginjal dapat menyebabkan kerusakan pada organ tersebut. Penderita mungkin mengalami gejala seperti kencing berdarah (hematuria), nyeri pinggang, sering buang air kecil, dan demam. Gejala ini seringkali berkembang perlahan dan tidak spesifik.

  • TBC Usus

    Ketika bakteri TBC menginfeksi saluran pencernaan, ini disebut TBC usus. Gejalanya termasuk sakit perut kronis, kembung, diare atau sembelit yang tidak biasa, penurunan berat badan, serta demam. Bagian usus yang paling sering terinfeksi adalah usus halus bagian akhir.

Penyebab dan Penularan TBC

Penyebab utama TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar dari satu orang ke orang lain melalui udara. Penularan terjadi ketika seseorang dengan TBC paru aktif batuk, bersin, atau berbicara, melepaskan tetesan kecil (droplet) yang mengandung bakteri ke udara. Orang lain kemudian menghirup tetesan tersebut dan dapat terinfeksi. Risiko penularan meningkat pada orang yang memiliki kontak erat dan tinggal di lingkungan yang padat atau kurang ventilasi.

Pengobatan dan Pencegahan TBC

Pengobatan TBC melibatkan regimen antibiotik khusus yang harus dikonsumsi secara teratur dalam jangka waktu tertentu, biasanya 6 hingga 9 bulan, atau lebih lama untuk TBC ekstrapulmoner. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk memastikan penyembuhan total dan mencegah resistensi obat. Untuk mencegah TBC, beberapa langkah dapat dilakukan:

  • Vaksinasi BCG pada bayi.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin.
  • Memastikan ventilasi udara yang baik di rumah dan tempat kerja.
  • Menghindari kontak erat dengan penderita TBC yang belum diobati.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui pola hidup sehat.

Kesimpulan: Pencegahan dan Penanganan Melalui Halodoc

Memahami berbagai contoh penyakit TBC sangat penting untuk mengenali gejala dan mencari pertolongan medis sedini mungkin. TBC bukan hanya penyakit paru-paru, melainkan ancaman bagi berbagai organ tubuh. Apabila merasakan gejala yang dicurigai sebagai TBC, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter profesional melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang tepat.