Penyakit Paget Payudara Mirip Eksim? Kenali Bedanya!

Apa Itu Penyakit Paget Payudara?
Penyakit Paget payudara adalah jenis kanker payudara yang langka. Kondisi ini memengaruhi puting dan areola, yaitu area kulit gelap di sekitar puting. Seringkali, penyakit ini menunjukkan adanya kanker lain di bawahnya, seperti karsinoma duktal in situ (DCIS) atau kanker payudara invasif.
Gejala penyakit Paget payudara kerap disalahartikan karena kemiripannya dengan kondisi kulit biasa, seperti eksim. Diagnosis yang akurat memerlukan biopsi kulit untuk mengidentifikasi sel ganas Paget. Pengobatan penyakit ini bervariasi tergantung pada stadium kanker dan umumnya melibatkan pembedahan, seperti mastektomi.
Gejala Penyakit Paget Payudara yang Perlu Diwaspadai
Gejala penyakit Paget payudara berkembang secara bertahap dan dapat bervariasi pada setiap individu. Awalnya, gejala seringkali menyerupai kondisi kulit jinak, sehingga sulit untuk segera dikenali sebagai kanker. Mengenali tanda-tanda ini penting untuk deteksi dini.
Berikut adalah gejala umum yang mungkin muncul:
- Ruam bersisik, kemerahan, atau terasa gatal pada puting dan areola. Tampilan ini seringkali mirip dengan eksim atau dermatitis.
- Puting bisa terasa nyeri, luka, atau pecah-pecah. Sensasi terbakar atau kesemutan juga dapat terjadi.
- Puting mengeluarkan cairan yang bisa berwarna kekuningan atau berdarah. Cairan ini dapat mengering dan membentuk keropeng.
- Perubahan bentuk puting, seperti menjadi rata atau tertarik ke dalam (inverted nipple).
- Terkadang, terasa ada benjolan di payudara yang mendasarinya. Benjolan ini bisa menjadi indikasi adanya tumor di jaringan payudara.
Apabila muncul perubahan pada puting atau areola yang tidak membaik dalam beberapa minggu dengan pengobatan rumahan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Penyebab dan Hubungannya dengan Kanker Payudara Lain
Penyakit Paget payudara bermula dari sel-sel kanker yang berasal dari saluran susu di bawah puting. Sel-sel kanker ini kemudian menyebar ke permukaan kulit puting dan areola. Proses ini biasanya diawali dengan karsinoma duktal in situ (DCIS), yaitu jenis kanker non-invasif yang terbatas pada saluran susu.
Dalam beberapa kasus, sel kanker yang menyebar ke puting juga dapat berasal dari kanker payudara invasif yang telah berkembang di jaringan payudara. Sekitar 90-95% penderita penyakit Paget payudara juga memiliki tumor di payudara yang sama. Tumor ini paling sering berupa DCIS atau kanker invasif. Oleh karena itu, diagnosis penyakit Paget payudara memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan adanya kanker payudara yang mendasari.
Diagnosis Penyakit Paget Payudara
Diagnosis penyakit Paget payudara memerlukan serangkaian pemeriksaan untuk mengonfirmasi keberadaan sel kanker dan menentukan stadiumnya. Karena gejalanya yang mirip dengan kondisi kulit lain, diagnosis awal yang akurat sangat penting.
Berikut adalah metode diagnosis yang umum digunakan:
- Biopsi kulit: Ini adalah metode diagnostik utama. Dokter akan mengambil sampel kecil dari kulit puting atau areola yang terkena. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi untuk mencari keberadaan sel Paget yang merupakan sel kanker spesifik.
- Pemeriksaan pencitraan: Setelah biopsi mengonfirmasi penyakit Paget, pemeriksaan pencitraan dilakukan untuk mencari kanker yang mendasari di jaringan payudara. Pemeriksaan ini meliputi:
- Mammografi: Prosedur X-ray payudara yang dapat mendeteksi benjolan atau perubahan lain yang tidak teraba.
- USG (ultrasonografi): Menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur di dalam payudara, membantu membedakan kista dari massa padat.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail payudara, sangat membantu dalam mendeteksi kanker yang mungkin tidak terlihat pada mammografi atau USG.
Pemeriksaan menyeluruh ini memastikan diagnosis yang tepat dan memungkinkan perencanaan pengobatan yang paling sesuai.
Pengobatan Penyakit Paget Payudara
Pengobatan untuk penyakit Paget payudara ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker yang mendasari, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Tujuan utama pengobatan adalah menghilangkan sel kanker dan mencegah kekambuhan.
Pilihan pengobatan yang umum meliputi:
- Pembedahan: Ini adalah bagian utama dari pengobatan.
- Mastektomi: Pengangkatan seluruh payudara yang terkena. Prosedur ini sering menjadi pilihan jika ada kanker invasif atau jika area yang terkena sangat luas.
- Lumpektomi atau operasi konservasi payudara: Pengangkatan hanya area tumor dan sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya. Prosedur ini mungkin menjadi pilihan jika kanker terbatas pada puting dan areola, dan tidak ada kanker invasif yang luas di bawahnya. Namun, operasi ini biasanya juga melibatkan pengangkatan puting dan areola secara keseluruhan.
- Pengangkatan puting dan areola: Jika kanker terbatas pada area ini tanpa penyebaran luas, kadang hanya bagian ini yang diangkat.
- Terapi tambahan (Adjuvant therapy): Setelah pembedahan, terapi tambahan mungkin diperlukan untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau mengurangi risiko kekambuhan.
- Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh.
- Terapi radiasi: Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker di area tertentu.
- Terapi target: Menggunakan obat-obatan yang menargetkan karakteristik spesifik sel kanker, seperti protein atau gen tertentu.
- Terapi hormon: Jika kanker positif reseptor hormon, obat-obatan dapat digunakan untuk memblokir hormon yang memicu pertumbuhan kanker.
Tim medis akan merancang rencana pengobatan yang paling efektif berdasarkan hasil diagnosis pasien.
Penting untuk Diketahui tentang Penyakit Paget Payudara
Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami mengenai penyakit Paget payudara untuk menghindari kebingungan dan memastikan penanganan yang tepat.
- Bukan penyakit Paget tulang: Penting untuk dicatat bahwa penyakit Paget payudara tidak ada hubungannya dengan penyakit Paget tulang. Penyakit Paget tulang adalah kondisi tulang kronis yang memengaruhi proses regenerasi tulang, dan memiliki mekanisme serta gejala yang sama sekali berbeda. Keduanya adalah kondisi medis yang terpisah.
- Deteksi dini penting: Karena gejala penyakit Paget payudara seringkali menyerupai penyakit kulit biasa seperti eksim atau infeksi jamur, banyak orang menunda mencari pertolongan medis. Namun, deteksi dini sangat krusial. Jika ada perubahan pada puting atau areola yang tidak membaik dalam beberapa minggu atau bahkan memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis yang tepat. Penundaan diagnosis dapat menyebabkan perkembangan kanker menjadi lebih lanjut.
Meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini dan gejala-gejalanya dapat membantu mempercepat diagnosis dan pengobatan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan prognosis pasien.
Konsultasi Medis di Halodoc
Memahami penyakit Paget payudara adalah langkah pertama menuju penanganan yang tepat. Apabila mengalami gejala yang disebutkan di atas atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan payudara, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional. Konsultasi dini dengan dokter dapat membantu mendapatkan diagnosis yang akurat dan memulai pengobatan secepatnya.
Di Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis melalui fitur chat atau video call. Dokter-dokter berpengalaman siap memberikan saran medis, informasi lebih lanjut, atau merekomendasikan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan. Deteksi dan penanganan yang tepat waktu adalah kunci utama dalam menghadapi kondisi ini.



