• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Gara-gara Setan Ini Alasan Orang Merinding
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Gara-gara Setan Ini Alasan Orang Merinding

Bukan Gara-gara Setan Ini Alasan Orang Merinding

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 04 Desember 2017
Bukan Gara-gara Setan Ini Alasan Orang MerindingBukan Gara-gara Setan Ini Alasan Orang Merinding

Halodoc, Jakarta – Kapan sih kamu merasa bergidik atau merinding? Saat menonton film horor? Saat merasa takut? Atau saat kedinginan? Sensasi bergidik adalah respon yang diberikan tubuh ketika kamu sedang menghadapi situasi yang membuat kamu takut atau khawatir.

Dalam menghadapi situasi tertentu memang masing-masing orang akan memberikan respon yang berbeda-beda. Dan bergidik atau merinding bisa dikatakan merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara otomatis atau reflek. Ini artinya, kamu enggak bisa mengendalikan kapan kamu merasa merinding. Tentu saja, faktor pemicunya bisa banyak hal. Umumnya, orang merinding karena merasa kedinginan, takut, merasa terancam atau bahkan mengalami kejadian yang emosional seperti mendengarkan musik atau bersentuhan dengan orang lain.

Fakta Merinding
Saat merinding, kamu bisa tahu dari gejala yang muncul pada kulit. Merinding kadang dikaitkan dengan hal yang mistis. Nah, sebenarnya ada fakta medis mengenai hal ini, lho.

Merinding dikenal juga dengan sebutan refleks pilomotor yang muncul sebagai reaksi tubuh ketika mengalami beberapa kejadian. Otak langsung mengaktifkan mode “siaga” sehingga tubuh pun memproduksi hormon yang menyebabkan otot kecil yang folikel rambut pada kulit akan berkontraksi. Inilah yang menyebabkan kamu akhirnya bergidik atau merinding. Kulit akhitnya pun terlihat seperti berbinting-bintik menonjol layaknya kulit unggas jika kulitnya sudah dicabut.

Mitos Merinding
Salah satu mitos yang dikaitkan dengan merinding adalah berkaitan dengan hal mistis. Misalnya saja jika tiba-tiba merasa merinding berarti ada kehadiran makhluk lain yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Padahal, ada banyak alasan mengapa seseorang bisa merinding.

Perubahan suhu yang signifikan bisa menjadi penyebab umum kenapa seseorang bisa merinding. Coba perhatikan jika udara di sekitar kamu jadi lebih dingin, atau terkena angin besar tiba-tiba maka bisa jadi suhu tubuh jadi menurun. Pada saat inilah reflek pilomotor terjadi sebagai bentuk reaksi tubuh.

Gejala Sakit
Refleks pilomotor yang muncul tiba-tiba juga bisa menjadi penanda gangguan penyakit tertentu. Umumnya, gangguan ini disebut dengan istilah hiperrefleksia otonom atau disrefleksia otonom. Beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala merinding yang tiba-tiba adalah influenza, gastroenteritis, dan radang paru-paru. Jadi kamu perlu memerhatikan jika reaksi merinding yang kamu rasakan juga disertai oleh keringat berlebih, detak jantung yang cepat atau melambat, turun atau naiknya tekanan darah secara tiba-tiba, dan munculnya rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.

Nah, meski merinding yang kamu alami memang benar sebagai salah satu reaksi tubuh saat merasa takut. Jangan selalu mengira itu diakibatkan oleh hal yang mistis, ya! Kamu juga perlu memerhatikan kondisi kesehatan kamu karena bisa jadi kamu sedang mengalami gejala sakit. Bisa jadi, merinding yang kamu alami itu disebabkan oleh tempratur udara di sekita kamu. Terutama di musim pancaroba ini, tak ada salahnya siap sedia selalu jaket yang bisa langsung digunakan jika kamu merasa kedinginan.

Agar tak menebak-nebak kondisi kesehatan kamu, selalu sedia aplikasi Halodoc agar kamu bisa segera menghubungi dokter jika diperlukan. Melalui Halodoc, kamu bisa berbicara dengan dokter kapan saja dimana saja. Dokter Halodoc bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan yang kamu butuhkan melalui Halodoc, lho. Pesanan kamu ini akan bisa diantar ke rumah dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.