
Bukan Melupakan, Ini 5 Definisi Move On yang Perlu Diketahui
“Pengalaman patah hati membuat sebagian orang kesulitan move on. Ini bisa disebabkan oleh salah mendefinisikan arti move on itu sendiri. Move on bukan proses melupakan, tetapi berbaikan dengan masa lalu.”

DAFTAR ISI
- Memahami Arti Move On yang Sebenarnya
- Tanda-Tanda Kamu Belum Move On
- Alasan Psikologis Mengapa Move On Terasa Sulit
- Dampak Belum Move On Terhadap Kesehatan Fisik
- Langkah Praktis untuk Mulai Melangkah Maju
- Studi Terkait
- FAQ
Istilah “move on” sering kali kita dengar dalam percakapan sehari-hari, terutama saat seseorang baru saja mengalami putus cinta atau kehilangan. Namun, apa sebenarnya belum move on artinya? Secara harfiah, move on berarti pindah atau melanjutkan perjalanan. Dalam konteks emosional, ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melepaskan keterikatan masa lalu dan mulai fokus pada masa depan. Banyak orang salah kaprah dengan menganggap move on adalah proses melupakan total, padahal secara psikologis, melupakan ingatan hampir tidak mungkin dilakukan secara sengaja.
Kondisi belum move on bisa menjadi beban mental yang cukup berat jika dibiarkan berlarut-larut. Hal ini bukan sekadar masalah perasaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Ketika seseorang terjebak dalam masa lalu, tingkat stres akan meningkat, kualitas tidur menurun, dan produktivitas harian bisa terganggu. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami fase ini agar bisa mengambil langkah yang tepat demi kesehatan jiwamu.
Memahami bahwa proses pemulihan hati memerlukan waktu adalah langkah awal yang krusial. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk merasa baik-baik saja dalam waktu singkat. Namun, mengenali tanda-tanda dan mencari bantuan profesional jika diperlukan sangat disarankan untuk mencegah dampak yang lebih serius seperti depresi atau kecemasan kronis. Jika perasaan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai arti belum move on dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!
Memahami Arti Move On yang Sebenarnya
Banyak orang mengira bahwa move on berarti tidak lagi memiliki perasaan atau ingatan sama sekali terhadap mantan pasangan. Padahal, belum move on artinya kamu masih memberikan ruang emosional yang terlalu besar bagi masa lalu sehingga menghambat pertumbuhan dirimu di masa sekarang. Move on sesungguhnya adalah proses penerimaan. Ini adalah fase di mana kamu mengakui bahwa hubungan tersebut telah berakhir, mengambil pelajaran darinya, dan memilih untuk tetap melangkah meskipun rasa sakit mungkin masih tersisa sedikit.
Dalam dunia psikologi, move on sering dikaitkan dengan proses “detachment” atau pelepasan keterikatan. Keterikatan ini tidak hanya berupa cinta, tetapi bisa juga berupa rasa bersalah, kemarahan, atau penyesalan. Selama emosi-emosi negatif tersebut masih mendominasi pikiranmu, maka kamu dianggap belum sepenuhnya beranjak. Memahami arti ini membantu kamu untuk lebih objektif dalam menilai kondisi perasaanmu sendiri.
Tanda-Tanda Kamu Belum Move On
Seringkali kita menyangkal bahwa kita masih terjebak di masa lalu. Berikut adalah beberapa tanda nyata yang menunjukkan bahwa kamu mungkin masih dalam fase belum move on:
1. Masih Terus Memantau Media Sosial Mantan
Kegiatan “stalking” adalah tanda paling umum. Kamu merasa perlu tahu apa yang dia lakukan, dengan siapa dia pergi, atau apakah dia sudah menemukan orang baru. Hal ini hanya akan memicu luka lama kembali terbuka.
2. Membandingkan Semua Orang Baru dengan Mantan
Setiap kali kamu bertemu orang baru, kamu secara tidak sadar mencari kemiripan atau kekurangan mereka dibandingkan dengan mantan pasangan. Ini menunjukkan bahwa standar kebahagiaanmu masih terpaku pada sosok di masa lalu.
3. Menyimpan Barang-Barang Penuh Kenangan
Meskipun tidak ada salahnya menyimpan barang, namun jika kamu sering melihatnya sambil menangis atau berharap waktu bisa berputar kembali, itu adalah tanda keterikatan emosional yang masih kuat.
4. Membicarakan Mantan di Setiap Kesempatan
Tanpa sadar, topik pembicaraanmu selalu berujung pada nama mantan. Baik itu dalam konteks positif maupun negatif, fakta bahwa dia masih sering muncul dalam pikiranmu menunjukkan dia masih memiliki pengaruh besar.
Faktor Pemicu Sulit Move On
- Investasi emosional dan waktu yang sangat lama dalam hubungan tersebut.
- Kurangnya penutupan (closure) atau berakhirnya hubungan secara tiba-tiba tanpa penjelasan.
- Rasa percaya diri yang rendah sehingga merasa tidak akan menemukan orang yang lebih baik.
Alasan Psikologis Mengapa Move On Terasa Sulit
Secara sains, patah hati memiliki efek yang mirip dengan kecanduan zat terlarang. Saat kita jatuh cinta, otak memproduksi dopamin dan oksitosin dalam jumlah besar yang memberikan rasa bahagia. Ketika hubungan berakhir, pasokan hormon ini terhenti secara mendadak, menyebabkan “withdrawal syndrome” atau gejala putus zat. Inilah alasan mengapa kamu merasa sangat haus akan kehadiran orang tersebut.
Selain itu, otak manusia memiliki kecenderungan untuk memproses penolakan sosial di area yang sama dengan rasa sakit fisik (somatosensory cortex). Itulah sebabnya istilah “patah hati” bukan sekadar kiasan, karena dada memang bisa terasa sesak dan nyeri secara fisik.
Dampak Belum Move On Terhadap Kesehatan Fisik
Jangan sepelekan kondisi emosional yang tidak stabil. Belum move on artinya tubuhmu berada dalam kondisi stres kronis yang berkepanjangan. Berikut adalah beberapa dampak kesehatan yang bisa muncul:
- Gangguan Tidur: Pikiran yang terus berputar tentang masa lalu membuat otak sulit masuk ke fase relaksasi, memicu insomnia.
- Penurunan Sistem Imun: Hormon stres seperti kortisol yang tinggi dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri.
- Masalah Pencernaan: Stres emosional sering bermanifestasi dalam bentuk asam lambung naik, mual, atau sakit perut.
- Broken Heart Syndrome: Dalam kasus ekstrem, stres berat akibat kehilangan bisa memicu kondisi medis yang disebut kardiomiopati Takotsubo, di mana otot jantung melemah sementara.
Menjaga asupan nutrisi dan vitamin penting saat sedang stres, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk membantu mendukung kondisi fisikmu tetap bugar selama masa pemulihan mental.
Langkah Praktis untuk Mulai Melangkah Maju
Move on adalah sebuah keputusan, bukan sekadar menunggu waktu menyembuhkan. Berikut langkah yang bisa kamu coba:
1. Menerima Emosi yang Muncul
Jangan menekan rasa sedih atau marah. Izinkan dirimu untuk berduka (grieving). Menangislah jika perlu, karena melepaskan emosi adalah bagian dari detoksifikasi mental.
2. Menerapkan No-Contact Rule
Berhenti menghubungi mantan dalam bentuk apa pun setidaknya selama 30-90 hari. Ini memberikan ruang bagi otakmu untuk “detoks” dari hormon-hormon ketergantungan tadi.
3. Fokus pada Self-Care
Mulai kembali hobi yang sempat tertunda, berolahraga secara rutin, dan perbaiki pola makan. Ketika fisikmu sehat, mentalmu akan lebih kuat menghadapi badai emosi.
4. Mencari Lingkungan Pendukung
Jangan mengurung diri. Habiskan waktu dengan teman dan keluarga yang memberikan energi positif. Jika beban terasa terlalu berat, jangan ragu mencari bantuan psikolog profesional.
Studi Mengenai Keterikatan Emosional
Journal of Neurophysiology menerbitkan studi di tahun 2010 yang menjelaskan bahwa otak orang yang sedang patah hati menunjukkan aktivitas di area yang berkaitan dengan motivasi, hadiah, dan kecanduan kokain. Studi ini menegaskan bahwa dorongan untuk kembali pada mantan pasangan adalah reaksi biologis yang sangat kuat, bukan sekadar kelemahan karakter. Hal ini membantu kita memahami bahwa proses move on memang membutuhkan perjuangan fisiologis yang nyata, sehingga kita perlu lebih berempati pada diri sendiri selama proses tersebut berlangsung.
FAQ
1. Berapa lama waktu normal untuk move on?
Tidak ada durasi pasti karena setiap orang unik. Namun, penelitian sering menyebutkan rata-rata 3 hingga 6 bulan untuk mulai merasa lebih baik. Fokuslah pada kemajuan harian, bukan pada kalender.
2. Apakah belum move on artinya saya masih cinta?
Belum tentu. Kadang yang tertinggal adalah rasa tidak terima atas perlakuan mantan atau rasa bersalah pada diri sendiri. Belum move on lebih kepada ketidakmampuan melepaskan keterikatan, bukan selalu cinta yang murni.
3. Bolehkah berteman dengan mantan agar cepat move on?
Biasanya, berteman langsung setelah putus justru mempersulit proses move on. Kamu butuh jarak (distance) untuk menormalkan kembali perasaanmu sebelum bisa benar-benar menjalin pertemanan yang sehat tanpa embel-embel masa lalu.
4. Kapan saya harus menemui profesional?
Jika dalam 6 bulan kamu masih merasa depresi, kehilangan minat pada hobi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi psikolog atau psikiater untuk bantuan medis.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan emosional atau fisik yang mengganggu produktivitas, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


