
Bukan Melupakan, Ini 5 Definisi Move On yang Perlu Diketahui
“Pengalaman patah hati membuat sebagian orang kesulitan move on. Ini bisa disebabkan oleh salah mendefinisikan arti move on itu sendiri. Move on bukan proses melupakan, tetapi berbaikan dengan masa lalu.”

DAFTAR ISI
- Memahami Makna Move On yang Sebenarnya
- Mengapa Move On Terasa Sangat Berat Secara Medis?
- Langkah-Langkah Sehat untuk Melalui Masa Transisi
- Strategi “Tulisan Move On” sebagai Terapi Ekspresif
- Menjaga Kesehatan Fisik Saat Patah Hati
- Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
- Studi Mengenai Kesehatan Mental dan Pemulihan Diri
- FAQ
Putus cinta atau kehilangan seseorang yang berharga sering kali menjadi pengalaman yang emosional dan melelahkan. Fenomena yang sering kita sebut sebagai “move on” bukan sekadar soal berhenti mencintai, melainkan sebuah proses adaptasi psikologis yang kompleks. Banyak orang merasa terjebak dalam masa lalu karena tidak memahami bahwa pemulihan diri memerlukan waktu, kesabaran, dan strategi yang tepat.
Penting untuk disadari bahwa kesehatan mental sangat berpengaruh pada kesehatan fisik kita. Stres emosional yang berkepanjangan akibat gagal move on dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari insomnia, penurunan nafsu makan, hingga melemahnya sistem imun tubuh. Oleh karena itu, menangani perasaan sedih dengan cara yang sehat bukan hanya soal ketenangan batin, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap tubuh kamu secara keseluruhan.
Salah satu metode yang mulai populer dan terbukti secara ilmiah adalah melalui terapi menulis atau sering disebut sebagai “tulisan move on”. Dengan menuangkan perasaan ke dalam kata-kata, seseorang dapat memproses emosi yang tumpang tindih menjadi sesuatu yang lebih terstruktur dan mudah dipahami. Melalui artikel ini, kita akan membedah definisi move on yang lebih sehat dan bagaimana menjaga kondisi tubuh tetap prima selama proses tersebut.
Nah, mau tahu apa saja pilihan dan langkah terbaik untuk mendukung kesehatan mental dan fisikmu selama masa ini? Berikut ulasannya!
Memahami Makna Move On yang Sebenarnya
Banyak orang salah kaprah dengan menganggap move on berarti melupakan semua kenangan pahit maupun manis. Secara psikologis, move on adalah kondisi di mana kamu mampu menerima kenyataan bahwa hubungan atau situasi tersebut telah berakhir, dan kamu siap melanjutkan hidup tanpa terbebani secara emosional oleh masa lalu tersebut. Ini adalah proses “penerimaan”, bukan “penghapusan”.
Proses ini melibatkan reorganisasi emosi. Jika sebelumnya energi emosional kamu terfokus pada mantan pasangan atau masa lalu, kini saatnya mengalihkan energi tersebut kembali ke diri sendiri. Move on yang sehat berarti kamu bisa mengingat masa lalu tanpa merasakan rasa sakit yang melumpuhkan atau keinginan untuk kembali ke situasi yang tidak sehat.
Mengapa Move On Terasa Sangat Berat Secara Medis?
Tahukah kamu bahwa otak manusia memproses penolakan sosial atau patah hati dengan cara yang mirip dengan rasa sakit fisik? Penelitian menunjukkan bahwa area otak yang aktif saat seseorang mengalami cedera fisik juga aktif saat seseorang mengalami duka emosional yang mendalam. Inilah mengapa “sakit hati” terasa benar-benar sakit di bagian dada atau tubuh lainnya.
Selain itu, hormon juga memainkan peran besar. Saat menjalin hubungan, otak dipenuhi dengan dopamin dan oksitosin yang menciptakan perasaan bahagia. Ketika hubungan berakhir secara tiba-tiba, tubuh mengalami “sakau” hormon tersebut, sementara hormon stres seperti kortisol meningkat drastis. Akibatnya, kamu merasa gelisah, sulit fokus, dan merasa lemas. Jika kondisi ini mengganggu aktivitas harianmu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan yang tepat.
Langkah-Langkah Sehat untuk Melalui Masa Transisi
Untuk bisa melangkah maju, kamu perlu melakukan pendekatan yang menyeluruh. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:
1. Berikan Izin pada Diri Sendiri untuk Berduka
Jangan menekan perasaan sedih. Menangis atau merasa kecewa adalah hal yang wajar. Tekanan untuk terlihat “baik-baik saja” justru dapat memperlambat proses pemulihan dan memicu stres terpendam.
2. Batasi Interaksi Digital (Digital Detox)
Melihat aktivitas mantan pasangan di media sosial hanya akan memicu kembali produksi kortisol dan membuatmu terjebak dalam siklus perbandingan. Berikan ruang untuk diri sendiri tanpa gangguan dari dunia luar.
3. Fokus pada Perawatan Diri (Self-Care)
Pastikan kamu tetap makan dengan teratur, tidur cukup, dan berolahraga ringan. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan produksi endorfin secara alami untuk memperbaiki suasana hati.
Strategi “Tulisan Move On” sebagai Terapi Ekspresif
Menulis ekspresif telah lama digunakan oleh para ahli kesehatan mental untuk membantu pasien mengatasi trauma. Berikut cara melakukan teknik “tulisan move on” secara efektif:
- Menulis Tanpa Filter: Ambil waktu 15 menit setiap hari untuk menuliskan apa pun yang kamu rasakan tanpa mempedulikan tata bahasa atau ejaan.
- Surat yang Tidak Dikirim: Tuliskan surat kepada orang di masa lalu kamu, sampaikan semua kemarahan, kesedihan, dan harapan yang belum tersampaikan. Kemudian, simpan atau hancurkan surat tersebut sebagai simbol pelepasan.
- Journaling Syukur: Di akhir tulisan, cobalah tuliskan tiga hal yang kamu syukuri hari ini, sekecil apa pun itu, untuk melatih otak fokus pada hal positif.
Tips Mengelola Stres Emosional
- Lakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing) saat merasa cemas.
- Kurangi konsumsi kafein berlebih yang dapat meningkatkan detak jantung dan kecemasan.
- Cukupi kebutuhan vitamin harian untuk mendukung fungsi saraf.
Menjaga Kesehatan Fisik Saat Patah Hati
Proses move on yang melelahkan seringkali membuat daya tahan tubuh menurun. Tubuh yang stres memerlukan dukungan nutrisi yang lebih baik agar tidak jatuh sakit. Selama masa pemulihan, sangat disarankan untuk tetap menjaga asupan vitamin dan mineral agar stamina tetap terjaga.
Jika kamu merasa nafsu makan menurun dan badan terasa lemas, kamu bisa melengkapi kebutuhan nutrisimu dengan produk kesehatan yang sesuai. Untuk kemudahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, di mana produk 100% asli dan akan langsung diantar ke rumahmu tanpa harus keluar rumah saat sedang tidak bersemangat.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
Setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda-beda. Namun, ada saatnya bantuan profesional sangat dibutuhkan. Kamu perlu waspada jika:
- Kesedihan berlangsung terus-menerus selama lebih dari dua minggu dan mengganggu fungsi sehari-hari.
- Kehilangan minat pada hobi atau hal-hal yang biasanya membuatmu senang.
- Adanya gangguan tidur atau nafsu makan yang ekstrem.
- Munculnya pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Jangan menganggap remeh kesehatan mentalmu. Mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk sembuh.
Studi Mengenai Kesehatan Mental dan Pemulihan Diri
Journal of Experimental Psychology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa melakukan strategi kognitif seperti mengevaluasi kembali kenangan negatif (reappraisal) dapat membantu menurunkan keterikatan emosional terhadap mantan pasangan secara signifikan.
Penelitian lain dalam jurnal Psychosomatic Medicine menunjukkan bahwa stres emosional akibat perpisahan dapat melemahkan respon sistem imun terhadap virus. Hal ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan pikiran sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik selama masa-masa sulit.
Sebagai penutup, ingatlah bahwa move on adalah perjalanan, bukan perlombaan. Hargai setiap langkah kecil yang kamu ambil. Dengan kombinasi antara pemrosesan emosi yang sehat, seperti melalui teknik “tulisan move on”, dan menjaga kesehatan fisik, kamu akan kembali menemukan dirimu yang lebih kuat.
Jika kamu membutuhkan vitamin tambahan atau dukungan medis, kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan Mental atau Sulit Move On? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau merasa stres karena proses move on, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2026. Managing a Breakup.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stress Management: Writing to heal.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. The Neurobiology of Love and Heartbreak.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. How to Cope with Loss and Grief.
FAQ
1. Berapa lama waktu normal untuk bisa move on sepenuhnya?
Waktu move on setiap orang bersifat subjektif dan tidak ada standar baku. Penelitian menunjukkan proses penyesuaian bisa memakan waktu beberapa bulan hingga setahun, tergantung kedalaman hubungan dan dukungan sosial yang dimiliki.
2. Apakah teknik tulisan move on benar-benar efektif?
Ya, secara medis menulis ekspresif terbukti menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan membantu bagian otak prefrontal cortex untuk meregulasi emosi yang meluap-luap.
3. Mengapa saya merasa lemas dan tidak bertenaga saat sedih?
Ini disebabkan oleh lonjakan kortisol yang memengaruhi metabolisme tubuh. Penting untuk tetap menjaga asupan nutrisi dan suplemen jika perlu agar tubuh tidak jatuh sakit.
4. Haruskah saya langsung memblokir mantan untuk bisa move on?
Jika interaksi di media sosial mengganggu kesehatan mentalmu dan menghambat penyembuhan diri, metode “No Contact” atau membatasi akses digital sangat disarankan oleh banyak ahli psikologi.


