Ad Placeholder Image

Bumil Boleh Makan Mayonaise? Ini Syaratnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Bumil Makan Mayonaise? Ini Panduan Amannya

Bumil Boleh Makan Mayonaise? Ini Syaratnya!Bumil Boleh Makan Mayonaise? Ini Syaratnya!

DAFTAR ISI


Masa kehamilan adalah fase yang penuh dengan perubahan, tidak hanya pada bentuk tubuh dan fluktuasi hormon, tetapi juga pada selera makan. Sering kali, ibu hamil mengalami fenomena ngidam, di mana muncul keinginan kuat untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu. Salah satu hidangan yang cukup sering diidamkan adalah salad, sandwich, burger, atau camilan gurih lainnya yang disajikan bersama saus krim lezat, seperti mayonaise.

Namun, di balik kelezatannya yang mampu meningkatkan nafsu makan, banyak ibu hamil yang merasa ragu dan khawatir. Pertanyaan mengenai pantangan makanan selama kehamilan memang sangat umum, mengingat apa pun yang dikonsumsi oleh ibu akan berdampak langsung pada tumbuh kembang dan kesehatan janin di dalam kandungan. Mayonaise menjadi salah satu topik perdebatan karena bahan dasar utamanya adalah kuning telur mentah, minyak, dan asam seperti cuka atau perasan lemon.

Mengingat telur mentah merupakan salah satu agen pembawa bakteri berbahaya, sangat wajar jika muncul pertanyaan penting: “Apakah ibu hamil boleh makan mayonaise?” Jawabannya sebenarnya bergantung pada jenis mayonaise yang dikonsumsi dan bagaimana proses pembuatannya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami perbedaan antara mayonaise yang aman dan yang berpotensi membahayakan janin.

Nah, mau tahu apa saja fakta medis terkait konsumsi mayonaise selama masa kehamilan, risiko infeksi bakteri yang mengintainya, serta alternatif saus sehat yang bisa dipilih? Berikut ulasan lengkapnya!

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Mayonaise?

Jawaban singkatnya adalah boleh, asalkan mayonaise tersebut terbuat dari telur yang sudah dipasteurisasi. Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan atau minuman pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri patogen (penyebab penyakit) tanpa merusak kualitas nutrisi atau rasa makanan tersebut. Dalam konteks mayonaise, pemanasan telur mentah akan memusnahkan bakteri mematikan seperti Salmonella.

Mayonaise yang dijual secara komersial dalam kemasan botol atau jar di rak-rak supermarket besar hampir selalu dibuat menggunakan telur yang telah dipasteurisasi. Badan pengawas obat dan makanan di berbagai negara, termasuk BPOM di Indonesia, mewajibkan produsen saus kemasan komersial berskala besar untuk mematuhi standar keamanan pangan yang ketat. Selain dipasteurisasi, mayonaise komersial juga mengandung asam (seperti cuka atau jus lemon) dan bahan pengawet yang membuat lingkungan saus tersebut sangat tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri.

Namun, ibu hamil harus sangat berhati-hati dengan mayonaise buatan sendiri (homemade) atau mayonaise yang dibuat segar di restoran, kafe, atau pedagang kaki lima. Sering kali, mayonaise artisan atau fresh mayo ini diracik secara tradisional menggunakan kuning telur mentah segar yang tidak melewati proses pasteurisasi. Mengonsumsi mayonaise jenis ini sangat tidak disarankan karena risiko kontaminasi bakteri sangat tinggi.

Selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh ibu mengalami penyesuaian alami untuk mencegah tubuh menolak janin (karena janin memiliki materi genetik yang berbeda dari ibu). Penyesuaian imunitas ini membuat ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi bawaan makanan (foodborne illness). Infeksi yang mungkin hanya menyebabkan diare ringan pada orang dewasa normal, bisa memicu komplikasi fatal pada ibu hamil.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Mayonaise:
  1. Cek Label Kemasan: Pastikan ada tulisan “Pasteurized” atau “Terbuat dari telur pasteurisasi” pada daftar komposisi bahan.
  2. Periksa Nomor BPOM: Produk yang memiliki izin edar resmi BPOM umumnya telah memenuhi standar keamanan proses produksi pangan komersial.
  3. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa: Jangan pernah mengonsumsi produk yang sudah melewati tanggal Expired Date, meskipun baunya masih tercium normal.

Risiko Mengonsumsi Mayonaise Mentah Saat Hamil

Bahaya utama dari konsumsi mayonaise buatan sendiri (homemade) yang mengandung kuning telur mentah adalah infeksi bakteri Salmonella. Kondisi ini dikenal dengan istilah Salmonellosis. Infeksi ini tidak boleh disepelekan, terutama saat wanita sedang mengandung.

1. Dampak Infeksi Salmonella pada Ibu Hamil

Bakteri Salmonella menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan keracunan makanan yang cukup parah. Gejala biasanya muncul antara 6 hingga 72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi mual dan muntah yang parah, kram perut yang sangat menyakitkan, diare yang bisa berdarah, sakit kepala kronis, hingga demam tinggi.

Bagi ibu hamil, muntah dan diare terus-menerus sangat berbahaya karena dapat memicu dehidrasi berat dengan cepat. Dehidrasi parah selama kehamilan bisa menyebabkan penurunan volume cairan ketuban, gangguan sirkulasi darah ke plasenta, serta kontraksi rahim prematur yang tidak diinginkan.

2. Risiko Fatal Terhadap Janin

Meskipun pada sebagian besar kasus Salmonella tetap berada di saluran pencernaan ibu, dalam kondisi infeksi yang sangat parah, bakteri ini dapat masuk ke aliran darah (bakteremia) dan menembus plasenta. Jika ini terjadi, janin dapat ikut terinfeksi. Risiko terburuknya meliputi keguguran pada trimester awal, kelahiran prematur, atau bayi lahir mati (stillbirth).

Selain itu, janin yang terinfeksi bakteri di dalam kandungan atau saat melewati jalan lahir dapat mengalami komplikasi serius pasca-persalinan, seperti meningitis (radang selaput otak) pada bayi baru lahir atau sepsis (infeksi darah menyeluruh) yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, pencegahan adalah langkah mutlak yang harus dilakukan.

Jika kamu tidak sengaja mengonsumsi mayonaise mentah atau hidangan telur setengah matang dan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare tak kunjung reda, atau kram perut yang hebat, jangan panik namun jangan pula menunda tindakan. Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis darurat demi menjaga keselamatan ibu dan janin.

Tips Aman Memilih dan Mengonsumsi Mayonaise

Untuk tetap dapat menikmati makanan favorit tanpa rasa cemas, ibu hamil perlu menerapkan standar keamanan pangan (food safety) yang ketat di rumah maupun saat makan di luar.

1. Terapkan Aturan Penyimpanan yang Tepat

Mayonaise komersial yang belum dibuka memang aman disimpan di suhu ruang (seperti di lemari dapur). Namun, begitu segelnya dibuka, mayonaise tersebut harus segera dimasukkan ke dalam lemari es dengan suhu di bawah 4 derajat Celcius. Jika mayonaise yang sudah dibuka dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari dua jam, buang segera! Suhu hangat dapat memicu pertumbuhan bakteri pembusuk dan patogen sekunder dengan sangat cepat pada produk berbahan dasar susu dan telur.

2. Tanyakan pada Staf Restoran

Ketika kamu makan di restoran, memesan sandwich, salad, atau burger, biasakan diri untuk bertanya kepada pelayan atau koki. Tanyakan dengan jelas: “Apakah saus mayonaise di hidangan ini dibuat menggunakan telur mentah segar atau menggunakan mayonaise kemasan komersial yang dipasteurisasi?” Jika mereka ragu atau mengonfirmasi bahwa itu adalah homemade mayo mentah, mintalah agar hidangan kamu disajikan tanpa saus tersebut.

3. Pilih Alternatif Pengganti Mayonaise

Jika kamu masih merasa ragu untuk mengonsumsi mayonaise komersial, kamu bisa beralih ke saus alternatif yang lebih aman dan bahkan jauh lebih sehat serta kaya nutrisi untuk menunjang kehamilan. Beberapa pilihan cerdas meliputi:

  • Yoghurt Yunani (Greek Yogurt): Teksturnya kental dan creamy, mirip dengan mayonaise. Greek yogurt tawar aman dikonsumsi dan kaya akan kalsium serta probiotik yang baik untuk pencernaan ibu hamil. Kamu bisa menambahkan sedikit garam, lada, dan perasan jeruk lemon untuk rasa gurih yang segar.
  • Alpukat Tumbuk: Alpukat mengandung lemak tak jenuh ganda (lemak baik) yang esensial untuk perkembangan otak dan sistem saraf janin. Teksturnya yang lembut sangat cocok dijadikan olesan pada roti lapis menggantikan mayonaise.
  • Mayonaise Vegan (Plant-based): Saat ini banyak tersedia mayonaise vegan yang tidak menggunakan telur sama sekali. Mayonaise ini biasanya terbuat dari bahan dasar susu kedelai, aquafaba (air rebusan buncis/kacang arab), atau kacang almond yang diemulsi dengan minyak nabati, sehingga risiko kontaminasi Salmonella akibat telur mentah menjadi nol.

Selain memperhatikan higienitas dan pemilihan jenis makanan yang aman, kesehatan kehamilan juga wajib dijaga dari dalam dengan memastikan asupan mikronutrien terpenuhi setiap harinya. Kamu bisa dengan mudah beli vitamin atau suplemen kehamilan secara online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah sehingga kamu tidak perlu repot keluar rumah saat sedang berbadan dua.

Studi Mengenai Keamanan Makanan Saat Hamil

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menerbitkan laporan studi berkelanjutan mengenai risiko keracunan makanan (foodborne illness) pada populasi rentan, termasuk wanita hamil. Laporan medis tersebut menjelaskan bahwa perubahan sistem imunologis dan hormonal selama masa kehamilan menyebabkan penurunan fungsi sel-T secara alami (cell-mediated immunity).

Kondisi imunosupresif ringan ini memang bertujuan melindungi janin dari serangan sistem imun ibu, namun efek sampingnya membuat ibu hamil sangat rentan terinfeksi patogen yang bersembunyi dalam makanan mentah, seperti Salmonella, Listeria monocytogenes, dan Toxoplasma gondii. Oleh sebab itu, panduan kesehatan reproduksi global secara tegas melarang wanita hamil mengonsumsi produk susu mentah, daging undercooked, dan telur mentah atau setengah matang, termasuk saus turunan seperti mayonaise homemade, hollandaise, serta adonan kue mentah.

Bagi para ibu hamil, menerapkan diet seimbang dan menghindari makanan berisiko adalah wujud kasih sayang pertama bagi calon buah hati. Jika ibu mengalami gejala gangguan pencernaan seperti kram perut hebat dan demam setelah mengonsumsi makanan tertentu, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis profesional.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan ibu dan anak, suplemen, hingga obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kehamilan atau gizi harian melalui aplikasi Halodoc kapan pun dibutuhkan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Food Safety for Pregnant Women.
Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. Advice about Eating Fish and Other Foods During Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pregnancy nutrition: Foods to avoid during pregnancy.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Nutrition During Pregnancy.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Food Safety.

FAQ

1. Apa ciri-ciri mayonaise yang aman untuk ibu hamil?

Ciri utamanya adalah mayonaise diproduksi secara komersial oleh pabrik besar, memiliki izin edar resmi (seperti BPOM), dijual di rak supermarket, dan kemasannya mencantumkan label bahwa produk dibuat menggunakan bahan baku telur yang telah dipasteurisasi.

2. Apakah boleh ibu hamil makan salad yang dicampur mayonaise di restoran?

Boleh, namun kamu wajib bertanya terlebih dahulu kepada pelayan restoran mengenai jenis saus yang digunakan. Jika restoran tersebut meracik sausnya sendiri dengan kuning telur mentah segar, hindari mengonsumsinya. Jika mereka menggunakan mayonaise kemasan komersial botolan, maka salad tersebut umumnya aman dikonsumsi, asalkan sayurannya juga sudah dicuci sangat bersih.

3. Bagaimana jika saya sudah terlanjur memakan mayonaise mentah tanpa sengaja?

Jangan panik berlebihan. Pantau kondisi tubuhmu selama 2 hingga 3 hari ke depan. Jika tidak muncul gejala seperti mual hebat, muntah, diare, demam, atau sakit perut yang tajam, kemungkinan besar kamu aman. Namun, jika gejala-gejala keracunan makanan mulai muncul, perbanyak minum air putih dan segera hubungi dokter.

4. Apakah mayonaise jepang (Kewpie mayo) aman untuk ibu hamil?

Ya, mayonaise merek Jepang seperti Kewpie yang dijual dalam kemasan botol di supermarket aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Produk komersial berstandar internasional ini dibuat menggunakan kuning telur yang telah melewati proses pasteurisasi mesin canggih sehingga bebas dari bakteri Salmonella. Pastikan untuk selalu mengecek masa kedaluwarsanya sebelum dipakai.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang