Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi? Aman dan Bergizi!

DAFTAR ISI
- Kandungan Nutrisi Cumi-Cumi
- Manfaat Hamil Makan Cumi
- Cara Aman Mengonsumsi Cumi bagi Ibu Hamil
- Studi Terkait
- Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Masa kehamilan kerap kali membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk soal selera makan. Tidak jarang, ibu hamil mengalami “ngidam” makanan tertentu, salah satunya adalah makanan laut (seafood) seperti cumi-cumi. Namun, pertanyaan yang sering muncul di benak para calon ibu adalah: apakah hamil makan cumi itu aman untuk kesehatan janin?
Kekhawatiran ini sangat wajar terjadi, mengingat beberapa jenis makanan laut diketahui mengandung merkuri tinggi yang bisa berbahaya bagi perkembangan saraf janin. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang cenderung menurun selama kehamilan membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi bakteri atau parasit dari makanan yang tidak diolah dengan benar.
Kabar baiknya, cumi-cumi termasuk dalam kategori makanan laut yang sangat rendah merkuri. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bahkan memasukkan cumi-cumi ke dalam daftar pilihan makanan laut terbaik (Best Choices) untuk dikonsumsi selama kehamilan. Selama diolah dengan cara yang higienis dan dimasak hingga benar-benar matang, bumil boleh saja menikmati hidangan lezat yang satu ini.
Nah, mau tahu apa saja kandungan nutrisi, manfaat, serta cara aman mengonsumsi cumi-cumi saat hamil? Berikut ulasan medis lengkapnya!
Kandungan Nutrisi Cumi-Cumi
Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaatnya, penting untuk mengetahui apa saja yang terkandung di dalam cumi-cumi. Biota laut bertentakel ini ternyata bukan sekadar makanan lezat, melainkan juga padat akan nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan.
Dalam 100 gram daging cumi-cumi mentah, rata-rata terkandung sekitar 75-85 kalori, menjadikannya sumber protein hewani yang relatif rendah kalori namun mengenyangkan. Selain itu, cumi-cumi juga kaya akan:
- Protein: Sangat penting untuk membangun jaringan tubuh janin yang baru terbentuk.
- Asam Lemak Omega-3 (DHA dan EPA): Lemak sehat yang menjadi pondasi utama pembentukan otak dan retina mata bayi.
- Vitamin B12: Membantu menjaga kesehatan saraf ibu dan mencegah anemia makrositik.
- Zat Besi dan Tembaga (Copper): Mineral utama dalam pembentukan sel darah merah, yang volumenya meningkat drastis selama kehamilan.
- Zinc (Seng): Berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan pembelahan sel janin.
Manfaat Hamil Makan Cumi
Berkat profil nutrisinya yang kaya, hamil makan cumi yang diolah dengan tepat dapat memberikan berbagai keuntungan bagi kesehatan ibu dan perkembangan buah hati di dalam kandungan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
1. Mendukung Perkembangan Otak Janin
Kandungan asam lemak Omega-3, khususnya DHA (Docosahexaenoic Acid), dalam cumi sangat krusial bagi trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pada fase ini, otak janin sedang berkembang pesat. Asupan DHA yang cukup akan memastikan perkembangan kognitif dan ketajaman penglihatan bayi berjalan optimal.
2. Mencegah Anemia pada Ibu Hamil
Kelelahan ekstrem dan pusing adalah keluhan umum saat hamil yang sering disebabkan oleh anemia defisiensi besi. Cumi-cumi mengandung zat besi serta tembaga yang bekerja sama memaksimalkan penyerapan zat besi dan produksi hemoglobin. Hemoglobin inilah yang akan mengantarkan oksigen dari paru-paru ibu ke plasenta janin.
3. Sumber Energi dan Pemeliharaan Jaringan
Kebutuhan protein ibu hamil meningkat hingga sekitar 70-100 gram per hari tergantung trimester kehamilan. Protein tinggi dalam cumi menyediakan asam amino esensial yang diperlukan untuk memperbesar jaringan rahim, memproduksi cairan ketuban, dan mempersiapkan kelenjar payudara untuk menyusui kelak.
Faktor Risiko Makanan Laut Mentah Saat Hamil
- Bakteri Listeria: Dapat menembus plasenta dan menyebabkan komplikasi fatal seperti keguguran atau bayi lahir prematur.
- Salmonella: Menyebabkan keracunan makanan parah, dehidrasi, demam, dan kram perut yang membahayakan kondisi ibu.
- Parasit Toksoplasma: Sering ditemukan pada daging atau biota laut mentah, berisiko memicu cacat bawaan pada janin.
Cara Aman Mengonsumsi Cumi bagi Ibu Hamil
Meskipun menyehatkan dan rendah merkuri, hamil makan cumi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sistem pencernaan ibu hamil sangat sensitif. Oleh karena itu, perhatikan panduan aman berikut ini sebelum menyantap hidangan cumi:
1. Pastikan Matang Sempurna
Ibu hamil pantang mengonsumsi cumi mentah atau setengah matang, seperti sajian sashimi atau sushi cumi mentah. Cumi harus dimasak dengan suhu internal mencapai minimal 63 derajat Celsius (145 derajat Fahrenheit). Tanda cumi sudah matang adalah dagingnya berubah warna menjadi putih susu (tidak lagi bening) dan teksturnya kenyal namun tidak alot.
2. Pilih Metode Memasak yang Sehat
Alih-alih digoreng tepung (seperti calamari rings) yang menyerap banyak minyak trans dan menambah kalori kosong, pilihlah metode pengolahan yang lebih menyehatkan. Kamu bisa menumis cumi, memanggangnya, atau menjadikannya campuran sup. Pengolahan yang sehat akan menjaga kandungan nutrisi Omega-3 agar tidak rusak oleh suhu minyak yang terlalu ekstrem.
3. Perhatikan Porsi Konsumsi
Berdasarkan panduan dari FDA, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan laut rendah merkuri (seperti cumi, udang, salmon, dan ikan nila) sebanyak 2 hingga 3 porsi per minggu. Satu porsi setara dengan sekitar 113 gram (4 ons). Pastikan kamu memvariasikan jenis seafood agar nutrisi yang didapat lebih beragam.
4. Cuci Bersih Sebelum Dimasak
Jika kamu membeli cumi segar di pasar, pastikan untuk mencucinya di bawah air mengalir. Buang bagian tulang rawan (gladius) yang transparan di dalam tubuhnya, dan bersihkan area kantung tintanya. Meskipun tinta cumi sebenarnya aman dan sering dijadikan pewarna alami masakan, memastikan kebersihan total adalah prioritas selama kehamilan.
Apabila kamu memiliki riwayat alergi seafood sebelumnya, sebaiknya hindari konsumsi cumi sama sekali. Selain dari makanan, kebutuhan gizi harian juga perlu ditopang dari suplemen. Jika asupan nutrisi dari makanan harian dirasa kurang memadai untuk memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) ibu hamil, kamu bisa beli vitamin, suplemen kehamilan, dan tebus obat resep dokter dengan mudah di aplikasi Halodoc.
Sebaliknya, jika kamu mengalami gejala keracunan makanan seperti mual hebat, muntah tak kunjung berhenti, diare, dan demam setelah mengonsumsi seafood yang mungkin kurang matang, jangan menunda pengobatan. Segera konsultasi ke dokter Halodoc agar bisa langsung mendapatkan penanganan medis yang tepat demi keselamatanmu dan janin.
Studi Mengenai Konsumsi Seafood Selama Kehamilan
American Journal of Epidemiology menerbitkan sebuah riset komprehensif yang mengkaji hubungan antara konsumsi makanan laut oleh ibu hamil dengan perkembangan neurokognitif anak. Studi ini menemukan bahwa ibu yang secara rutin mengonsumsi ikan dan seafood rendah merkuri (seperti cumi-cumi) sebanyak minimal 2 porsi per minggu, memiliki peluang lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan komunikasi yang lebih baik.
Studi tersebut menggarisbawahi bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap merkuri sering kali membuat ibu hamil menghindari seafood sepenuhnya. Padahal, menghindari seafood justru menghilangkan akses janin terhadap asupan Omega-3 (DHA) alami yang vital. Kuncinya ada pada pemilihan jenis makanan laut yang tepat, dan cumi-cumi terbukti masuk dalam daftar makanan yang aman serta direkomendasikan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. Advice about Eating Fish.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Pregnancy and fish: What’s safe to eat?
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Nutrition During Pregnancy.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Omega-3 Fatty Acids Fact Sheet for Health Professionals.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Maternal Seafood Consumption in Pregnancy and Neurodevelopmental Outcomes in Childhood.
FAQ
1. Apakah saat hamil makan cumi hitam diperbolehkan secara medis?
Ya, ibu hamil diperbolehkan makan masakan cumi bumbu hitam (menggunakan tinta cumi) asalkan cumi tersebut dimasak hingga benar-benar matang sempurna, dicuci dengan sangat bersih, dan porsinya wajar. Tinta cumi tidak mengandung racun yang membahayakan janin.
2. Bolehkah ibu hamil makan cumi pedas atau berbumbu kuat?
Boleh saja mengonsumsi masakan cumi dengan bumbu pedas, namun ibu hamil perlu berhati-hati. Sensitivitas lambung meningkat saat hamil, sehingga makanan yang terlalu pedas atau asam bisa memicu heartburn (asam lambung naik) atau gangguan pencernaan ringan.
3. Berapa batas porsi hamil makan cumi dalam seminggu?
Berdasarkan pedoman FDA untuk konsumsi makanan laut rendah merkuri, ibu hamil disarankan mengonsumsi sekitar 2 hingga 3 porsi per minggu. Satu porsinya kira-kira setara dengan 113 gram daging cumi matang.
4. Apa tanda ibu hamil mengalami keracunan setelah makan cumi?
Tanda-tanda keracunan makanan laut atau infeksi bakteri meliputi mual dan muntah yang parah (berbeda dari morning sickness biasa), kram perut hebat, diare, hingga demam dan menggigil. Jika gejala ini muncul, ibu hamil harus segera mencari pertolongan medis untuk mencegah dehidrasi.



