Ad Placeholder Image

Bumil Makan Keju: Aman Kok! Pilih yang Pasteurisasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Bolehkah Bumil Makan Keju? Simak Tips Aman dan Gizinya!

Bumil Makan Keju: Aman Kok! Pilih yang PasteurisasiBumil Makan Keju: Aman Kok! Pilih yang Pasteurisasi

Bumil Makan Keju: Panduan Aman dan Manfaatnya untuk Kehamilan

Ibu hamil seringkali memiliki banyak pertanyaan terkait makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, termasuk keju. Kekhawatiran mengenai keamanan keju selama kehamilan adalah hal wajar. Secara umum, ibu hamil boleh makan keju, namun dengan syarat penting yaitu keju tersebut harus terbuat dari susu yang sudah melalui proses pasteurisasi. Pemilihan jenis keju dan cara konsumsinya sangat menentukan keamanannya bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Mengapa Pasteurisasi Penting untuk Keju Bumil?

Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri berbahaya. Bakteri *Listeria monocytogenes*, penyebab listeriosis, adalah salah satu mikroorganisme yang sangat dihindari selama kehamilan. Infeksi *Listeria* dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu hamil, seperti keguguran, lahir mati, atau persalinan prematur. Bakteri ini juga berpotensi menular dari ibu ke janin. Keju yang dibuat dari susu mentah atau tidak dipasteurisasi memiliki risiko lebih tinggi mengandung bakteri *Listeria*.

Jenis Keju Aman untuk Dikonsumsi Ibu Hamil

Memilih keju yang aman adalah kunci untuk ibu hamil. Keju yang umumnya aman dikonsumsi adalah keju yang terbuat dari susu pasteurisasi. Pastikan untuk selalu memeriksa label kemasan produk sebelum membeli.

Berikut adalah jenis keju yang aman bagi ibu hamil:

  • Keju keras seperti cheddar, parmesan, dan Swiss.
  • Keju olahan atau keju slice yang biasa ditemukan di pasaran.
  • Keju krim (cream cheese) dan keju cottage.
  • Mozzarella, baik dalam bentuk segar maupun olahan.
  • Paneer, keju segar dari India, asalkan terbuat dari susu pasteurisasi.

Jenis-jenis keju ini memiliki kadar air yang lebih rendah dan pH yang lebih asam, sehingga kurang mendukung pertumbuhan bakteri *Listeria* dibandingkan keju lunak. Proses pasteurisasi juga memastikan bahwa susu yang digunakan bebas dari bakteri berbahaya.

Keju yang Perlu Dihindari atau Dimasak Matang oleh Bumil

Beberapa jenis keju perlu dihindari atau dikonsumsi dengan sangat hati-hati oleh ibu hamil. Keju-keju ini umumnya adalah keju lunak yang dibuat dengan cetakan jamur atau memiliki urat biru.

Jenis keju yang berisiko tinggi dan sebaiknya dihindari:

  • Keju lunak yang dimatangkan dengan jamur, seperti Brie, Camembert, dan Chèvre (keju kambing lunak).
  • Keju berurat biru atau blue cheese, contohnya Stilton, Gorgonzola, dan Roquefort.
  • Feta, kecuali jika ada jaminan tegas bahwa keju tersebut terbuat dari susu pasteurisasi.

Keju-keju ini memiliki kadar air yang lebih tinggi dan kurang asam, lingkungan yang lebih disukai oleh bakteri *Listeria*. Jika ingin mengonsumsi jenis keju lunak ini, satu-satunya cara aman adalah dengan memasaknya hingga benar-benar panas mengepul atau mendidih. Pastikan keju tersebut meleleh dan mendidih, bukan hanya hangat. Pemanasan yang ekstrem akan membunuh bakteri yang mungkin ada.

Manfaat Keju bagi Ibu Hamil dan Janin

Selain keamanan, keju juga menawarkan berbagai manfaat nutrisi yang penting selama kehamilan. Keju adalah sumber nutrisi yang padat dan mudah didapatkan.

Beberapa manfaat keju bagi ibu hamil antara lain:

  • **Kalsium:** Keju merupakan sumber kalsium yang sangat baik, penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin yang kuat, serta menjaga kesehatan tulang ibu.
  • **Protein:** Kandungan protein dalam keju mendukung pertumbuhan sel dan jaringan janin, serta membantu perbaikan jaringan tubuh ibu.
  • **Lemak Sehat:** Keju mengandung lemak yang diperlukan sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin larut lemak.

Nutrisi ini berperan vital dalam mendukung perkembangan janin secara optimal.

Tips Aman Mengonsumsi Keju Selama Kehamilan

Untuk memastikan konsumsi keju tetap aman dan bermanfaat, ibu hamil dapat mengikuti beberapa tips berikut:

  • **Periksa Label:** Selalu pastikan label kemasan keju bertuliskan “pasteurisasi” atau “made with pasteurized milk”. Ini adalah jaminan utama keamanan produk.
  • **Penyimpanan yang Benar:** Simpan keju di lemari es dengan suhu yang tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Tutup rapat keju setelah dibuka.
  • **Konsumsi Secukupnya:** Keju umumnya tinggi natrium dan lemak. Konsumsi keju dalam porsi wajar dan secukupnya untuk menghindari asupan natrium dan lemak berlebih yang dapat memengaruhi tekanan darah atau berat badan.
  • **Masak Keju Lunak:** Jika sangat ingin mengonsumsi keju lunak yang berisiko, seperti Brie atau Feta, pastikan untuk memasaknya hingga benar-benar panas mendidih atau meleleh. Pastikan tidak ada bagian yang masih dingin atau hanya hangat.

Kesimpulan: Rekomendasi Halodoc

Ibu hamil boleh mengonsumsi keju, namun dengan syarat dan perhatian khusus. Prioritaskan keju yang terbuat dari susu pasteurisasi dan hindari keju lunak yang tidak dipasteurisasi atau berurat biru. Selalu baca label, simpan dengan benar, dan konsumsi dalam porsi wajar. Apabila memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut mengenai pola makan selama kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan personal.