Ad Placeholder Image

Bunga Lawang Tumbuh dari Pohon Illicium Verum, Lho!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Pohon Asal Bunga Lawang: Si Cemara Cina Si Bintang Rempah

Bunga Lawang Tumbuh dari Pohon Illicium Verum, Lho!Bunga Lawang Tumbuh dari Pohon Illicium Verum, Lho!

DAFTAR ISI


Bunga pekak, yang juga dikenal dengan nama bunga lawang atau star anise, adalah salah satu rempah yang sangat populer di Indonesia dan berbagai negara Asia lainnya. Berasal dari pohon Illicium verum yang tumbuh subur di Tiongkok Selatan dan Vietnam, rempah berbentuk bintang ini tidak hanya memberikan aroma khas pada masakan, tetapi juga menyimpan segudang manfaat medis yang menakjubkan.

Penting untuk diketahui bahwa bunga pekak telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Kini, ilmu pengetahuan modern mulai mengungkap alasan di balik khasiatnya. Salah satu temuan terbesar adalah kandungan asam sikimat (shikimic acid) di dalamnya, yang merupakan bahan aktif utama dalam pembuatan obat antivirus komersial untuk mengatasi influenza.

Mengetahui manfaat rempah ini sangat penting, terutama jika kamu ingin memanfaatkan bahan alami untuk mendukung daya tahan tubuh dan mengatasi keluhan ringan. Jika kamu membutuhkan suplemen penunjang daya tahan tubuh tambahan, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat mudah.

Nah, mau tahu apa saja manfaat luar biasa dari bunga pekak untuk kesehatanmu? Berikut ulasan lengkapnya secara medis!

Manfaat Bunga Pekak untuk Kesehatan

Bunga pekak mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti linalool, quercetin, anethole, dan asam sikimat. Kombinasi dari senyawa-senyawa inilah yang memberikan efek terapeutik bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Memiliki Sifat Antivirus yang Kuat

Salah satu atribut farmakologis paling terkenal dari bunga pekak adalah kandungan asam sikimatnya. Asam sikimat adalah senyawa dengan kemampuan antivirus yang sangat kuat. Bahkan, industri farmasi global menggunakan ekstrak bunga pekak sebagai bahan baku utama pembuatan oseltamivir, yakni obat resep yang digunakan untuk mengobati flu burung dan influenza tipe A maupun B.

2. Kaya Akan Antioksidan

Radikal bebas dalam tubuh dapat memicu stres oksidatif yang berujung pada penuaan dini dan penyakit kronis seperti penyakit jantung hingga kanker. Bunga pekak kaya akan antioksidan, terutama quercetin, linalool, dan vitamin C. Antioksidan ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas, sehingga sel-sel tubuh terlindungi dari kerusakan DNA.

3. Melawan Infeksi Bakteri dan Jamur

Penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial yang diekstrak dari bunga pekak memiliki sifat antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen, termasuk E. coli dan Staphylococcus aureus. Selain itu, kandungan anethole di dalamnya terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, penyebab umum infeksi jamur pada manusia.

4. Membantu Melancarkan Pencernaan

Dalam pengobatan tradisional, teh bunga pekak sering diresepkan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, gas berlebih, dan kram perut. Sifat karminatif pada rempah ini membantu merelaksasi otot-otot saluran pencernaan, mengurangi spasme, dan memfasilitasi pengeluaran gas dari usus.

Fakta Keamanan Bunga Pekak
  1. Pastikan kamu hanya mengonsumsi bunga pekak Tiongkok (Illicium verum).
  2. Hindari bunga pekak Jepang (Illicium anisatum) karena mengandung anisatin, senyawa beracun yang dapat memicu kejang saraf dan halusinasi.
  3. Untuk ibu hamil dan menyusui, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi rempah ini dalam jumlah besar (dosis terapeutik).

Efek Samping dan Kapan Harus ke Dokter

1. Reaksi Alergi

Meski jarang, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bunga pekak. Gejala alergi bisa berupa ruam kulit, gatal-gatal, bengkak pada area mulut, hingga kesulitan bernapas. Jika ini terjadi, hentikan penggunaan segera.

2. Risiko Toksisitas (Keracunan)

Risiko terbesar dalam penggunaan bunga pekak adalah kontaminasi silang dengan varietas Jepang yang beracun. Gejala keracunan meliputi mual hebat, muntah, kejang, dan gangguan sistem saraf pusat. Jika kamu atau keluargamu mengalami gejala mencurigakan setelah mengonsumsi rempah atau suplemen herbal tertentu, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis segera.

Studi Mengenai Bunga Pekak

Phytotherapy Research menerbitkan studi komprehensif yang mengkaji efektivitas antibakteri dan antijamur dari minyak esensial Illicium verum (bunga pekak). Studi tersebut menjelaskan bahwa ekstrak rempah ini memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas terhadap berbagai patogen yang sering menyebabkan infeksi nosokomial.

Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan rempah ini tidak hanya sebatas bumbu dapur, melainkan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi agen antimikroba alami. Selain itu, jurnal Pharmacognosy Reviews juga secara konsisten menyoroti peran asam sikimat dari bunga pekak sebagai benteng pertahanan esensial melawan virus influenza mutakhir.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. Star Anise: Benefits, Uses and Potential Risks.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Star Anise.
PubMed Central (NCBI). Diakses pada 2024. Illicium verum: A review on its botany, traditional use, chemistry and pharmacology.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO guidelines on safety monitoring of herbal medicines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Kesehatan Keluarga.

FAQ

1. Apakah bunga pekak aman dikonsumsi setiap hari?

Dalam jumlah wajar sebagai bumbu masakan, bunga pekak sangat aman dikonsumsi setiap hari. Namun, jika digunakan dalam bentuk suplemen atau teh pekat untuk tujuan pengobatan, sebaiknya batasi konsumsinya dan konsultasikan dengan dokter untuk mencegah iritasi lambung.

2. Apa perbedaan bunga pekak dengan adas manis?

Meskipun keduanya memiliki aroma licorice (akar manis) yang mirip karena sama-sama mengandung anethole, keduanya berasal dari famili tanaman yang berbeda. Bunga pekak (star anise) berbentuk bintang dan berasal dari pohon cemara kecil, sedangkan adas manis (anise seed) berbentuk biji kecil dari tanaman semak.

3. Bagaimana cara terbaik menyimpan bunga pekak?

Simpan di dalam wadah kedap udara, letakkan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jika disimpan dengan benar, rempah ini bisa bertahan hingga satu tahun tanpa kehilangan aroma dan khasiat medisnya.

4. Apakah bunga pekak bisa menyembuhkan flu?

Bunga pekak mengandung asam sikimat yang memang digunakan dalam obat antivirus flu. Mengonsumsi teh bunga pekak hangat dapat membantu meredakan gejala flu dan melegakan tenggorokan berkat sifat antibakteri dan antioksidannya, namun ini bukan pengganti obat resep dokter jika infeksinya parah.