Ad Placeholder Image

Bungkul Penyakit Jangan Panik! Ini Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Bungkul Penyakit? Atasi Cepat dengan Tips Ini!

Bungkul Penyakit Jangan Panik! Ini Cara MengobatinyaBungkul Penyakit Jangan Panik! Ini Cara Mengobatinya

Apa Itu Bungkul Penyakit (Bisul): Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Bungkul penyakit atau yang lebih dikenal dengan bisul (furunkel) adalah kondisi kulit yang umum terjadi dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Benjolan merah yang nyeri dan berisi nanah ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, mengindikasikan adanya infeksi. Memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan.

Definisi Bungkul Penyakit (Bisul)

Bungkul penyakit atau bisul adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, umumnya Staphylococcus aureus. Infeksi ini menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit, menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah. Bisul biasanya dimulai sebagai benjolan kecil berwarna merah yang sensitif, kemudian membesar, mengeras, dan membentuk kepala berwarna putih atau kuning yang berisi nanah.

Gejala Bungkul Penyakit (Bisul)

Gejala bisul berkembang secara bertahap. Awalnya, seseorang mungkin merasakan adanya benjolan kecil di bawah kulit. Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Benjolan merah yang terasa nyeri saat disentuh.
  • Peningkatan ukuran benjolan seiring waktu.
  • Pembentukan pusat benjolan yang berisi nanah, sering terlihat sebagai “mata” bisul berwarna putih atau kuning.
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar di area yang terkena.
  • Pembengkakan di sekitar benjolan.
  • Dalam kasus yang lebih parah atau jika bisul banyak, dapat disertai demam dan malaise (perasaan tidak enak badan).

Bisul sering muncul di area tubuh yang memiliki folikel rambut atau kelenjar minyak, seperti wajah, leher, ketiak, paha, atau bokong.

Penyebab Utama Bungkul Penyakit (Bisul)

Penyebab utama bungkul penyakit adalah infeksi bakteri. Beberapa faktor berkontribusi pada kemunculan bisul, antara lain:

Infeksi Bakteri

Bakteri Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri paling umum yang menyebabkan bisul. Bakteri ini bisa masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar keringat/minyak melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau bahkan pori-pori yang tersumbat.

Daya Tahan Tubuh Lemah

Sistem kekebalan tubuh yang rendah membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit kronis tertentu, stres, atau kurangnya nutrisi.

Faktor Lain

  • Kebersihan Kurang: Kurangnya menjaga kebersihan kulit dapat memicu penumpukan bakteri dan sel kulit mati.
  • Pakaian Ketat: Pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan gesekan dan iritasi kulit, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bakteri.
  • Nutrisi Tidak Terpenuhi: Kekurangan gizi dapat memengaruhi daya tahan tubuh secara keseluruhan.
  • Kondisi Kulit Lain: Beberapa kondisi kulit seperti eksim atau jerawat dapat merusak lapisan pelindung kulit, memudahkan bakteri masuk.

Pengobatan Bungkul Penyakit (Bisul)

Penanganan bisul bertujuan untuk meredakan nyeri dan mempercepat keluarnya nanah. Beberapa metode pengobatan meliputi:

  • Kompres Hangat: Menerapkan kompres air hangat pada bisul selama 10-15 menit, beberapa kali sehari, dapat membantu mempercepat pematangan bisul dan drainase nanah.
  • Salep Antibakteri: Dokter mungkin meresepkan salep antibiotik topikal untuk membantu mengatasi infeksi.
  • Tidak Memencet Bisul: Penting untuk tidak memencet bisul sendiri karena dapat memperparah infeksi atau menyebarkannya ke area lain.
  • Penanganan Medis: Jika bisul besar, sangat nyeri, tidak membaik dengan perawatan rumahan, atau disertai demam, penanganan medis mungkin diperlukan. Dokter dapat melakukan insisi (sayatan) dan drainase (pengeluaran nanah) secara steril. Antibiotik oral juga bisa diresepkan untuk infeksi yang lebih serius.

Pencegahan Bungkul Penyakit (Bisul)

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Langkah-langkah pencegahan bisul meliputi:

  • Menjaga Kebersihan Kulit: Mandi secara teratur dengan sabun antibakteri, terutama setelah beraktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat.
  • Mencuci Tangan: Sering mencuci tangan dengan sabun dan air untuk mengurangi penyebaran bakteri.
  • Menghindari Pakaian Ketat: Memilih pakaian yang longgar dan menyerap keringat.
  • Menjaga Gizi Seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang kuat.
  • Mengobati Luka Kecil: Segera membersihkan dan merawat setiap luka kecil atau goresan pada kulit.

Pertanyaan Umum tentang Bungkul Penyakit (Bisul)

Apakah bungkul penyakit (bisul) menular?

Ya, bisul dapat menular karena disebabkan oleh bakteri. Bakteri bisa menyebar melalui kontak langsung dengan nanah dari bisul yang pecah atau melalui berbagi barang pribadi seperti handuk. Penting untuk menjaga kebersihan dan mencuci tangan setelah menyentuh bisul.

Kapan harus ke dokter untuk bisul?

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika bisul sangat besar, sangat nyeri, tidak pecah atau sembuh setelah beberapa hari, disertai demam, atau jika muncul bisul berulang kali. Seseorang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes juga harus segera mencari pertolongan medis.

Kesimpulan

Bungkul penyakit atau bisul adalah infeksi kulit umum yang dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Jika mengalami gejala bisul yang mengganggu atau tidak membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang sesuai, serta memesan obat tanpa perlu keluar rumah.