Ad Placeholder Image

Busui Makan Tape: Boleh Tapi Jangan Kalap, Ya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Busui Makan Tape: Boleh, Asal Tahu Batas Amannya!

Busui Makan Tape: Boleh Tapi Jangan Kalap, Ya!Busui Makan Tape: Boleh Tapi Jangan Kalap, Ya!

Bolehkah Busui Makan Tape? Ketahui Batasan dan Risikonya

Ibu menyusui seringkali memiliki pertanyaan mengenai keamanan berbagai makanan yang dikonsumsi, termasuk tape. Tape adalah makanan fermentasi tradisional yang populer di Indonesia. Namun, ada pertimbangan penting mengenai potensi kandungan alkohol hasil fermentasi yang perlu dipahami sebelum ibu menyusui memutuskan untuk mengonsumsinya. Artikel ini akan mengulas apakah ibu menyusui boleh makan tape, risiko yang mungkin timbul, serta tips aman untuk konsumsi.

Apa Itu Tape?

Tape adalah produk makanan yang dihasilkan melalui proses fermentasi karbohidrat. Bahan dasarnya bisa berupa singkong, yang menghasilkan tape singkong, atau beras ketan, yang dikenal sebagai tape ketan. Proses fermentasi ini melibatkan mikroorganisme, khususnya ragi, yang mengubah gula dalam bahan baku menjadi alkohol dan asam. Kadar alkohol yang terkandung dalam tape sangat bervariasi. Faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain jenis bahan, durasi fermentasi, dan kondisi penyimpanan tape.

Risiko Konsumsi Tape Saat Menyusui

Meskipun tape sering dianggap makanan ringan, kandungan alkohol di dalamnya menimbulkan kekhawatiran bagi ibu menyusui dan bayinya. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Transfer Alkohol ke Air Susu Ibu (ASI). Alkohol yang diserap ke dalam aliran darah ibu dapat dengan mudah masuk ke dalam ASI. Konsentrasi alkohol dalam ASI akan mengikuti konsentrasi alkohol dalam darah ibu.
  • Dampak pada Bayi. Hati bayi belum berkembang sempurna untuk memetabolisme alkohol secara efisien. Paparan alkohol melalui ASI dapat menyebabkan beberapa efek. Ini termasuk perubahan pola tidur, seperti bayi menjadi lebih sering mengantuk atau justru rewel. Konsumsi alkohol berlebihan juga bisa membuat bayi terlihat lemas atau mengalami gangguan pencernaan.
  • Potensi Penurunan Produksi ASI. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah banyak, dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini vital dalam proses refleks pengeluaran ASI (let-down reflex).

Tips Aman Konsumsi Tape untuk Busui

Mengingat potensi risiko yang ada, konsumsi tape oleh ibu menyusui perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan terbatas. Jika ibu menyusui tetap ingin mengonsumsi tape, berikut adalah beberapa tips untuk meminimalkan risiko:

  • Pilih Tape yang Sangat Segar. Tape yang baru difermentasi (idealnya baru satu hari) umumnya memiliki kadar alkohol yang lebih rendah dibandingkan tape yang sudah lama.
  • Buang Airnya. Cairan atau air yang sering terkumpul di dasar kemasan tape cenderung mengandung konsentrasi alkohol yang lebih tinggi. Membuang cairan ini dapat membantu mengurangi asupan alkohol.
  • Konsumsi dalam Porsi Sangat Kecil. Hindari mengonsumsi tape dalam jumlah banyak atau secara berlebihan. Batasi porsi hingga sedikit saja.
  • Jarang Mengonsumsi. Jangan jadikan tape sebagai camilan harian. Konsumsi tape sesekali dan tidak terlalu sering.
  • Amati Reaksi Bayi. Setelah mengonsumsi tape, perhatikan dengan saksama perilaku dan kondisi bayi. Jika bayi menunjukkan gejala tidak biasa seperti mengantuk berlebihan, rewel, atau masalah pencernaan, segera hentikan konsumsi tape.

Alternatif Makanan Fermentasi yang Lebih Aman

Jika ibu menyusui ingin mendapatkan manfaat dari makanan fermentasi tanpa perlu khawatir tentang kandungan alkohol, ada beberapa pilihan yang lebih aman dan juga kaya nutrisi:

  • Yoghurt. Produk susu fermentasi ini kaya akan probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.
  • Tempe. Olahan kedelai fermentasi ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik, serat, dan berbagai vitamin.
  • Kefir. Minuman susu fermentasi ini juga mengandung berbagai jenis bakteri baik dan ragi yang bermanfaat untuk sistem imun dan pencernaan.

Pilihan-pilihan ini dapat memberikan manfaat kesehatan yang serupa tanpa menimbulkan kekhawatiran terkait paparan alkohol pada bayi melalui ASI.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika ibu menyusui memiliki kekhawatiran setelah mengonsumsi tape, atau jika bayi menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa, penting untuk segera mencari bantuan medis. Pertimbangkan untuk menghubungi dokter atau ahli laktasi apabila:

  • Ibu menyusui merasa sangat cemas mengenai potensi dampak tape pada bayi.
  • Bayi menunjukkan gejala seperti lemas, perubahan pola tidur yang drastis, rewel yang tidak biasa, atau masalah pencernaan setelah ibu mengonsumsi tape.
  • Ibu menyusui membutuhkan saran gizi yang lebih personal dan mendalam selama masa menyusui.

Rekomendasi Medis Praktis Halodoc

Konsumsi tape oleh ibu menyusui memerlukan kehati-hatian karena potensi kandungan alkoholnya. Kesehatan dan keamanan bayi harus menjadi prioritas utama. Disarankan untuk membatasi porsi konsumsi tape, memilih tape yang masih sangat segar, serta selalu memperhatikan respons bayi. Untuk informasi gizi yang lebih spesifik atau kekhawatiran kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc. Pendekatan hati-hati dan informasi yang akurat adalah kunci untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama masa menyusui.