Ad Placeholder Image

Cacar Air, Api, Monyet: Ini Macam Macam Cacar dan Gambarnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Macam Macam Cacar dan Gambarnya: Yuk Kenali Bedanya!

Cacar Air, Api, Monyet: Ini Macam Macam Cacar dan GambarnyaCacar Air, Api, Monyet: Ini Macam Macam Cacar dan Gambarnya

Apa Itu Cacar Monyet?

Cacar monyet atau Mpox adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), anggota genus Orthopoxvirus. Penyakit ini bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia) namun telah menunjukkan transmisi manusia ke manusia yang signifikan secara global. Karakteristik utama kondisi ini adalah munculnya bentuk cacar monyet yang khas berupa ruam kulit yang berkembang melalui beberapa tahap spesifik.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada monyet laboratorium pada tahun 1958, namun kasus pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1970. Infeksi ini ditandai dengan gejala prodromal (gejala awal) seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening sebelum munculnya manifestasi kulit. Klasifikasi virus terbagi menjadi dua klade utama, yaitu Klade I dan Klade II, yang menentukan tingkat keparahan gejala pasien.

“Mpox ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, yang diikuti oleh munculnya ruam yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.” — World Health Organization (WHO), 2024

Bentuk Cacar Monyet dan Fase Perkembangan Ruam

Bentuk cacar monyet pada kulit tidak muncul secara instan, melainkan melalui evolusi lesi (kelainan jaringan kulit) yang teratur. Ruam biasanya dimulai dalam 1-3 hari setelah demam muncul, diawali dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lesi Mpox sering kali terasa nyeri hingga akhirnya berubah menjadi gatal saat memasuki fase penyembuhan.

Setiap lesi melewati tahapan berikut secara berurutan:

  • Makula: Tahap awal berupa bintik kemerahan datar pada permukaan kulit.
  • Papula: Lesi mulai menonjol dan terasa padat saat diraba.
  • Vesikula: Benjolan berisi cairan bening (serum) yang tampak seperti lepuhan kecil.
  • Pustula: Cairan di dalam benjolan berubah menjadi kekuningan karena berisi nanah (eksudat purulen).
  • Keropeng: Lesi mengering, membentuk kerak, dan akhirnya terkelupas dari kulit.

Proses evolusi ruam ini memakan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu hingga seluruh keropeng lepas secara alami. Lesi Mpox memiliki ciri khas berupa umbilikasi (lekukan kecil di bagian tengah benjolan) yang membedakannya dengan jenis cacar lainnya.

Perbedaan Bentuk Lesi Berdasarkan Klade

Manifestasi klinis Mpox dapat bervariasi tergantung pada varian virus yang menginfeksi tubuh pasien. Klade IIb, yang memicu wabah global pada 2022, sering kali menunjukkan lesi yang terpusat pada area genital, dubur, atau mulut. Sebaliknya, Klade Ib cenderung menyebabkan ruam yang lebih luas dan merata di seluruh permukaan tubuh dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Apa Penyebab Infeksi Cacar Monyet?

Penyebab utama penyakit ini adalah virus monkeypox yang menular melalui kontak langsung dengan material infeksius. Penularan dapat terjadi melalui cairan tubuh, lesi kulit, atau tetesan pernapasan (droplets) dari individu yang terinfeksi. Selain itu, menyentuh benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau tempat tidur pasien juga berisiko tinggi menularkan virus.

Faktor risiko meningkat pada individu yang melakukan kontak fisik erat, termasuk aktivitas seksual dengan banyak pasangan. Transmisi dari hewan ke manusia terjadi melalui gigitan, cakaran, atau pengolahan daging hewan liar (bushmeat) yang terinfeksi. Virus masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka di kulit, saluran pernapasan, atau selaput lendir seperti mata dan hidung.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Cacar Monyet?

Diagnosis medis dilakukan melalui evaluasi klinis dan pengujian laboratorium untuk mengonfirmasi keberadaan materi genetik virus. Dokter akan memeriksa bentuk cacar monyet dan riwayat kontak pasien dalam 21 hari terakhir. Pemeriksaan fisik difokuskan pada pola penyebaran ruam dan ada tidaknya limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening).

Metode diagnosis standar meliputi:

  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction): Pengambilan sampel cairan dari lesi atau keropeng untuk mendeteksi DNA virus.
  • Biopsi Kulit: Prosedur pengambilan sampel jaringan kulit jika manifestasi klinis tidak khas.
  • Tes Darah: Digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi lain seperti sifilis atau herpes.

“Laboratorium harus menggunakan uji amplifikasi asam nukleat (NAAT) seperti PCR sebagai metode utama untuk diagnosis Mpox.” — Kementerian Kesehatan RI, 2024

Metode Pengobatan Medis yang Tersedia

Sebagian besar kasus Mpox bersifat self-limiting (sembuh dengan sendirinya) dengan perawatan suportif untuk meredakan gejala. Fokus pengobatan adalah menjaga kebersihan lesi kulit guna mencegah infeksi bakteri sekunder. Pasien dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

Beberapa opsi penanganan medis meliputi:

  • Antivirus: Obat seperti Tecovirimat diberikan pada pasien dengan sistem imun lemah atau kondisi berat.
  • Manajemen Nyeri: Penggunaan analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).
  • Perawatan Kulit: Penggunaan salep atau antiseptik sesuai anjuran dokter untuk area ruam yang terbuka.

Isolasi mandiri sangat diperlukan hingga seluruh keropeng lepas dan lapisan kulit baru terbentuk sempurna. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan kepada orang lain di lingkungan sekitar.

Langkah Pencegahan Penularan Virus

Pencegahan utama dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang memiliki ruam menyerupai bentuk cacar monyet. Praktik kebersihan tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol sangat efektif membunuh virus di permukaan kulit. Penggunaan alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) wajib dilakukan saat merawat orang sakit.

Vaksinasi juga tersedia bagi kelompok berisiko tinggi untuk mengurangi risiko keparahan penyakit jika terpapar virus. Masyarakat diimbau untuk menghindari kontak dengan hewan liar yang berpotensi membawa virus, terutama tikus dan primata. Edukasi mengenai perilaku seksual yang aman juga menjadi komponen penting dalam strategi pencegahan penularan Klade IIb.

Kapan Harus ke Dokter?

Seseorang harus segera mencari bantuan medis jika muncul ruam baru yang tidak dapat dijelaskan, terutama jika disertai demam. Gejala peringatan lain mencakup nyeri yang sangat parah pada area lesi, kesulitan menelan, atau gangguan penglihatan jika ruam muncul di dekat mata. Penanganan dini sangat penting bagi ibu hamil, anak-anak, dan individu dengan gangguan sistem imun.

Konsultasi ke dokter di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis lebih lanjut jika mengalami gejala tersebut. Diagnosis yang cepat membantu mencegah komplikasi serius seperti pneumonia (infeksi paru), sepsis, atau infeksi kornea.

Kesimpulan

Bentuk cacar monyet memiliki karakteristik yang khas dengan evolusi lesi dari makula hingga keropeng dalam durasi 2-4 minggu. Pengenalan dini terhadap bentuk ruam dan gejala penyerta sangat krusial untuk membatasi penyebaran virus MPXV di masyarakat. Penanganan yang tepat melibatkan isolasi, perawatan suportif, dan penggunaan antivirus pada kasus tertentu sesuai indikasi medis. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.