Ad Placeholder Image

Cacar Api pada Anak: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Gejala cacar api pada anak mirip dengan gejala pada orang dewasa, meskipun seringkali lebih ringan.

Cacar Api pada Anak: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan PencegahanCacar Api pada Anak: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Ringkasan: Cacar api pada anak atau herpes zoster adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam kulit kemerahan dan lepuhan berisi cairan yang terasa nyeri pada satu sisi tubuh. Kondisi ini terjadi akibat reaktivasi virus Varicella-Zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air, setelah sebelumnya menetap dalam jaringan saraf anak.

Apa Itu Cacar Api pada Anak?

Cacar api pada anak adalah penyakit kulit yang secara medis dikenal sebagai herpes zoster, yang muncul dalam bentuk ruam saraf yang menyakitkan. Penyakit ini tidak ditularkan secara langsung sebagai cacar api, melainkan hasil dari virus cacar air yang kembali aktif (reaktivasi) di dalam tubuh. Meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa, anak-anak yang pernah menderita cacar air atau mendapatkan vaksin cacar air tetap memiliki risiko mengalami kondisi ini.

Virus penyebabnya tetap hidup namun tidak aktif (dorman) di jaringan saraf dekat sumsum tulang belakang dan otak setelah infeksi cacar air sembuh. Pada kondisi tertentu, virus tersebut dapat melakukan perjalanan sepanjang serat saraf ke kulit, sehingga memicu munculnya gejala cacar api. Identifikasi dini sangat penting karena herpes zoster pada anak memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi saraf di masa depan.

Gejala Cacar Api pada Anak

Gejala cacar api pada anak umumnya dimulai dengan rasa tidak nyaman pada kulit seperti kesemutan, gatal, atau nyeri sebelum ruam fisik terlihat secara nyata. Ruam yang muncul biasanya bersifat unilateral (hanya menyerang satu sisi tubuh atau satu dermatom) dan tidak melewati garis tengah tubuh. Berikut adalah tahapan gejala yang sering terjadi pada anak:

1. Tahap Prodormal (Awal)

Anak mungkin mengeluhkan sensasi terbakar, nyeri tajam, atau mati rasa pada area kulit tertentu sebelum ada perubahan visual. Pada beberapa kasus, anak juga menunjukkan tanda-tanda sistemik ringan seperti kelelahan atau sakit kepala tanpa disertai demam tinggi yang signifikan.

2. Tahap Erupsi (Ruam)

Setelah 1 hingga 5 hari muncul sensasi nyeri, bintik kemerahan akan muncul dan segera berubah menjadi vesikel (lepuhan kecil berisi cairan jernih). Lepuhan ini sering kali bergerombol dan terlihat mirip dengan cacar air, namun polanya lebih terlokalisasi pada area jalur saraf tertentu.

3. Tahap Pembentukan Kerak

Dalam waktu 7 hingga 10 hari, lepuhan akan pecah secara alami atau mengering dan membentuk krusta (kerak berwarna kekuningan atau cokelat). Luka biasanya akan sembuh sepenuhnya dalam 2 hingga 4 minggu tanpa meninggalkan bekas luka jika tidak terjadi infeksi bakteri sekunder.

“Herpes zoster pada anak umumnya memiliki perjalanan klinis yang lebih ringan dibandingkan dewasa, dengan durasi nyeri yang lebih singkat dan risiko komplikasi yang lebih rendah.” — WHO (World Health Organization), 2024

Penyebab Cacar Api pada Anak

Penyebab utama cacar api pada anak adalah reaktivasi virus Varicella-Zoster (VZV) yang telah ada di dalam tubuh sejak infeksi awal cacar air. Virus ini termasuk dalam kelompok virus herpes yang memiliki kemampuan untuk bersembunyi di ganglion saraf (kumpulan sel saraf) setelah fase akut penyakit berakhir. Faktor-faktor yang memicu bangkitnya kembali virus ini antara lain:

  • Paparan virus cacar air (varicella) pada usia yang sangat dini, terutama di bawah usia 1 tahun atau saat masih dalam kandungan.
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit kronis, stres fisik yang berat, atau penggunaan obat-obatan imunosupresan (penekan imun).
  • Kontak erat dengan penderita cacar air atau penderita herpes zoster dewasa lainnya, meskipun penularannya lebih sering memicu cacar air pada anak yang belum memiliki kekebalan.

Diagnosis Cacar Api pada Anak

Diagnosis cacar api pada anak biasanya dapat ditegakkan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan fisik secara langsung terhadap pola ruam dan distribusi luka di kulit. Dokter akan mengevaluasi apakah ruam tersebut mengikuti jalur saraf tertentu dan menanyakan riwayat penyakit cacar air sebelumnya pada anak. Jika gejala tidak tipikal atau terdapat keraguan, dokter dapat melakukan prosedur diagnostik tambahan berikut:

  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA virus dari cairan yang diambil langsung dari lepuhan kulit.
  • Tes Tzanck (pemeriksaan mikroskopis sampel kulit) untuk mencari sel raksasa berinti banyak yang merupakan indikasi infeksi virus herpes.
  • Tes antibodi darah untuk memantau respons sistem imun anak terhadap virus Varicella-Zoster.

Pengobatan Cacar Api pada Anak

Pengobatan cacar api pada anak berfokus pada meredakan gejala, mempercepat penyembuhan luka, dan meminimalkan risiko komplikasi seperti neuralgia pasca-herpes (nyeri saraf kronis). Pemberian obat antivirus sistemik biasanya dilakukan jika diagnosis ditegakkan dalam 72 jam pertama setelah ruam muncul. Langkah-langkah penanganan medis meliputi:

  • Pemberian obat antivirus seperti asiklovir dalam bentuk sirup atau tablet untuk menghambat replikasi virus.
  • Penggunaan obat analgesik (pereda nyeri) seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
  • Aplikasi lotion kalamin atau kompres dingin pada area ruam untuk mengurangi gatal dan sensasi terbakar.
  • Menjaga kebersihan area luka agar tidak terjadi infeksi bakteri tambahan dengan mandi menggunakan sabun lembut.

Penting bagi orang tua untuk memastikan kuku anak tetap pendek guna mencegah garukan yang dapat merusak lepuhan. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan resep dosis yang tepat sesuai berat badan anak.

Pencegahan Cacar Api pada Anak

Pencegahan cacar api pada anak yang paling efektif adalah melalui program imunisasi yang lengkap sejak usia dini. Vaksinasi tidak hanya melindungi anak dari infeksi awal cacar air, tetapi juga secara signifikan menurunkan kemungkinan reaktivasi virus di kemudian hari. Strategi pencegahan lainnya meliputi:

  • Pemberian vaksin varicella sesuai jadwal rekomendasi yang biasanya diberikan dalam dua dosis pada masa kanak-kanak.
  • Menjauhkan anak dari individu yang sedang menderita cacar air aktif atau herpes zoster sampai lepuhan mereka benar-benar mengering.
  • Menjaga asupan nutrisi yang seimbang dan istirahat yang cukup untuk mempertahankan sistem imun anak agar tetap kuat.

“Imunisasi varicella dua dosis terbukti efektif memberikan perlindungan jangka panjang dan mengurangi insiden herpes zoster pada kelompok usia pediatrik secara signifikan.” — IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), 2023

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua harus segera membawa anak ke dokter jika ruam muncul di dekat area mata atau hidung karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Segera cari bantuan medis jika anak mengalami demam tinggi, ruam yang menyebar ke seluruh tubuh, atau jika lepuhan menunjukkan tanda infeksi bakteri seperti nanah dan pembengkakan hebat. Penanganan dini sangat menentukan keberhasilan pemulihan saraf anak.

Kesimpulan

Cacar api pada anak merupakan kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus meskipun sering kali bersifat ringan. Dengan memahami pola gejala dan memberikan pengobatan antivirus secara cepat, risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalisir. Pastikan anak mendapatkan vaksinasi yang lengkap untuk mencegah reaktivasi virus Varicella-Zoster di masa depan. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.