Ad Placeholder Image

Cacing di Bawah Kulit: Gejala, Sebab, Cara Mengobati

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Cacing di Bawah Kulit: Gejala, Sebab & Cara Mengatasinya

Cacing di Bawah Kulit: Gejala, Sebab, Cara MengobatiCacing di Bawah Kulit: Gejala, Sebab, Cara Mengobati

Cacing di Bawah Kulit: Mengenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Cacing di bawah kulit, atau secara medis dikenal sebagai Cutaneous Larva Migrans (CLM), adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa gatal yang hebat dan penampakan khas berupa garis berkelok-kelok di permukaan kulit. Umum terjadi di daerah tropis, CLM menular melalui kontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi. Memahami gejala, penyebab, dan langkah pencegahannya sangat penting untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Apa Itu Cutaneous Larva Migrans (CLM)?

Cutaneous Larva Migrans (CLM) adalah jenis infeksi kulit parasitik yang terjadi ketika larva cacing tambang dari hewan menembus kulit manusia. Larva ini biasanya berasal dari kotoran anjing atau kucing yang terinfeksi. Di dalam tubuh manusia, larva tidak dapat berkembang biak menjadi cacing dewasa, namun mereka akan terus bergerak di bawah lapisan kulit, menyebabkan peradangan dan gejala yang mengganggu.

Infeksi ini sangat umum di wilayah beriklim hangat dan lembap, seperti negara-negara tropis dan subtropis. CLM seringkali ditemukan pada orang yang memiliki kontak langsung dengan lingkungan terkontaminasi, seperti saat berjalan tanpa alas kaki di pantai atau bermain di tanah yang kotor. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tetapi anak-anak cenderung lebih rentan karena kebiasaan bermain di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai.

Gejala Khas Cacing di Bawah Kulit yang Perlu Diwaspadai

Gejala Cutaneous Larva Migrans biasanya muncul beberapa hari setelah paparan dan dapat sangat mengganggu. Penting untuk mengenali tanda-tandanya agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Berikut adalah karakteristik utama dari gejala cacing di bawah kulit:

  • Garis Berkelok (Creeping Eruption): Ini adalah gejala paling khas. Muncul pola garis menonjol, kemerahan, dan berliku-liku di kulit. Garis ini tampak seperti terowongan kecil yang bergerak beberapa milimeter per hari, mengikuti pergerakan larva di bawah kulit.
  • Gatal Intens: Rasa gatal yang sangat parah adalah keluhan utama. Gatal ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama di malam hari, dan dapat menyebabkan penderita menggaruk secara berlebihan.
  • Lokasi Umum: Infeksi sering ditemukan pada area tubuh yang sering bersentuhan dengan tanah atau pasir. Lokasi yang paling umum adalah kaki, sela-sela jari kaki, tangan, lutut, atau bokong.
  • Sensasi Lain: Selain gatal, beberapa penderita mungkin juga merasakan sensasi kesemutan, panas, atau sedikit perih pada area kulit yang terinfeksi.

Jika gejala ini muncul, terutama setelah bepergian ke daerah tropis atau kontak dengan lingkungan yang berisiko, konsultasi medis sangat disarankan.

Penyebab dan Penularan Cacing di Bawah Kulit

Penyebab utama Cutaneous Larva Migrans adalah larva cacing tambang tertentu yang umumnya menginfeksi usus hewan, terutama anjing dan kucing. Spesies cacing yang paling sering menyebabkan kondisi ini pada manusia adalah *Ancylostoma braziliense* dan *Ancylostoma caninum*. Cacing ini mengeluarkan telurnya bersama kotoran hewan.

Proses penularan cacing di bawah kulit terjadi melalui beberapa tahapan:

  • Telur cacing yang dikeluarkan oleh hewan terinfeksi melalui kotorannya akan menetas di tanah yang hangat dan lembap.
  • Larva yang baru menetas kemudian berkembang menjadi bentuk infektif yang siap menembus kulit.
  • Manusia terinfeksi ketika kulitnya bersentuhan langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi larva. Misalnya, berjalan tanpa alas kaki di pantai, berkebun, atau bermain di area berpasir yang sering dikunjungi hewan peliharaan.
  • Larva akan menembus lapisan terluar kulit dan mulai bergerak, menyebabkan gejala khas CLM.

Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini karena mereka sering bermain di tanah tanpa menggunakan alas kaki. Risiko penularan juga meningkat di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan populasi hewan peliharaan yang tidak divaksinasi atau tidak rutin diberi obat cacing.

Pilihan Pengobatan untuk Cacing di Bawah Kulit

Meskipun Cutaneous Larva Migrans bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4 hingga 8 minggu, penanganan medis sangat dianjurkan. Pengobatan bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, mengurangi gejala gatal yang mengganggu, dan mencegah komplikasi sekunder akibat garukan.

Beberapa pilihan pengobatan yang umum meliputi:

  • Obat Cacing Oral: Dokter biasanya meresepkan obat cacing minum seperti albendazol atau mebendazol. Obat ini bekerja dengan membunuh larva cacing di bawah kulit. Dosis dan durasi pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi dan kondisi pasien.
  • Obat Topikal: Untuk kasus yang ringan atau sebagai tambahan pengobatan oral, dokter mungkin akan meresepkan krim atau salep yang mengandung tiabendazol. Obat ini dioleskan langsung ke area kulit yang terinfeksi untuk membunuh larva.
  • Pengobatan Gejala: Untuk mengurangi gatal yang intens, dokter dapat meresepkan antihistamin oral. Penting untuk tidak menggaruk area yang gatal secara berlebihan untuk menghindari infeksi bakteri sekunder.

Penting untuk diingat bahwa diagnosis dan resep pengobatan harus berasal dari dokter. Hindari penggunaan obat tanpa petunjuk medis, karena dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping atau ketidakmampuan membunuh larva secara efektif.

Langkah Pencegahan Cacing di Bawah Kulit

Pencegahan adalah kunci untuk menghindari infeksi cacing di bawah kulit. Dengan mengambil langkah-langkah sederhana, risiko tertular Cutaneous Larva Migrans dapat diminimalisir secara signifikan. Berikut adalah beberapa tips pencegahan yang efektif:

  • Gunakan Alas Kaki: Selalu gunakan alas kaki yang tertutup seperti sandal atau sepatu saat berada di luar rumah, terutama di area berpasir atau tanah, seperti pantai, taman, atau area bermain. Ini akan melindungi kaki dari kontak langsung dengan tanah yang mungkin terkontaminasi.
  • Hindari Kontak Langsung dengan Tanah/Pasir Terkontaminasi: Usahakan untuk tidak berbaring atau duduk langsung di tanah atau pasir yang berpotensi tercemar kotoran hewan. Gunakan alas seperti tikar atau handuk saat bersantai di pantai atau taman.
  • Jaga Kebersihan Hewan Peliharaan: Pastikan hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, mendapatkan pemeriksaan rutin dan pengobatan cacing dari dokter hewan. Hal ini penting untuk mencegah mereka menyebarkan telur cacing di lingkungan sekitar.
  • Edukasi Anak-anak: Ajarkan anak-anak tentang pentingnya menggunakan alas kaki dan mencuci tangan setelah bermain di luar, terutama di area yang banyak tanah atau pasir.
  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Pastikan area sekitar rumah bersih dari kotoran hewan. Rutin membersihkan halaman dan area bermain dapat mengurangi risiko kontaminasi.

Melalui praktik kebersihan dan kehati-hatian ini, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi cacing di bawah kulit yang mengganggu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang mengalami gejala seperti gatal hebat yang disertai garis kemerahan berkelok-kelok di kulit, terutama setelah kontak dengan tanah atau pasir yang berpotensi terkontaminasi, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat akan membantu mempercepat proses penyembuhan dan meredakan ketidaknyamanan. Konsultasi juga penting untuk memastikan gejala yang dialami bukan merupakan kondisi medis lain yang lebih serius. Apabila membutuhkan saran medis atau pengobatan, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter umum atau spesialis kulit secara langsung.