Ad Placeholder Image

Campak Booster Usia Berapa? Jadwal Resmi Anak IDAI

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Jadwal Campak Booster Usia Berapa? Panduan IDAI Lengkap

Campak Booster Usia Berapa? Jadwal Resmi Anak IDAICampak Booster Usia Berapa? Jadwal Resmi Anak IDAI

Kapan Anak Perlu Imunisasi Campak Booster? Pahami Jadwal Lengkapnya

Imunisasi campak merupakan langkah krusial dalam melindungi anak dari penyakit campak yang sangat menular. Meskipun imunisasi dasar telah diberikan, perlindungan optimal membutuhkan imunisasi lanjutan atau booster. Booster campak penting untuk memperkuat kekebalan tubuh dan memastikan perlindungan jangka panjang terhadap virus campak.

Apa itu Imunisasi Campak dan Booster?

Imunisasi campak adalah pemberian vaksin untuk mencegah infeksi virus campak. Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), bahkan kematian. Vaksin campak umumnya diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).

Booster, atau imunisasi lanjutan, adalah dosis tambahan vaksin yang diberikan setelah imunisasi dasar. Tujuannya untuk memperkuat respons imun yang telah terbentuk dan memastikan kadar antibodi tetap tinggi. Imunisasi booster vital agar kekebalan tubuh terhadap campak tetap kuat seiring waktu.

Pentingnya Imunisasi Campak Lanjutan (Booster)

Pemberian imunisasi campak lanjutan sangat penting untuk menciptakan perlindungan yang kuat dan tahan lama. Dosis pertama imunisasi pada usia 9 bulan mungkin belum memberikan kekebalan sempurna pada semua anak. Selain itu, seiring waktu, tingkat antibodi dalam tubuh dapat menurun.

Booster berperan dalam “mengingatkan” sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak antibodi. Ini juga penting untuk menghadapi tingginya kasus campak di Indonesia. Dengan cakupan imunisasi booster yang optimal, risiko penularan campak di komunitas dapat ditekan.

Jadwal Imunisasi Campak Booster Usia Berapa di Indonesia?

Untuk imunisasi campak lanjutan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian booster pada dua tahapan usia. Jadwal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak di Indonesia:

  • Booster Pertama (MR/MMR) Usia 18 Bulan: Setelah imunisasi dasar campak diberikan pada usia 9 bulan, dosis booster pertama direkomendasikan saat anak mencapai usia 18 bulan. Vaksin yang diberikan bisa berupa MR (Campak dan Rubella) atau MMR (Campak, Gondongan, dan Rubella).
  • Booster Kedua (MR/MMR) Usia 5-7 Tahun: Dosis booster kedua diberikan saat anak berusia 5 hingga 7 tahun, umumnya saat anak masuk kelas 1 SD. Pemberian dosis ini bertujuan untuk memastikan kekebalan tubuh tetap optimal menjelang masa sekolah yang meningkatkan interaksi sosial.

Jadwal ini dirancang untuk menciptakan kekebalan tubuh yang kokoh terhadap virus campak yang sangat mudah menular. Konsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan penting untuk memastikan anak menerima imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan.

Mengapa Jadwal Booster Campak Ini Penting?

Penerapan jadwal imunisasi booster campak sesuai rekomendasi IDAI memiliki beberapa alasan krusial. Pertama, memberikan perlindungan optimal yang tidak hanya efektif namun juga bertahan lama. Kedua, adanya tingkat kasus campak yang masih tinggi di Indonesia menjadikan perlindungan ganda ini semakin esensial.

Kekebalan komunitas atau herd immunity juga terbentuk dari cakupan imunisasi yang tinggi. Artinya, semakin banyak anak yang diimunisasi lengkap, semakin kecil peluang virus campak menyebar. Ini melindungi individu yang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Jenis Vaksin Campak: MR atau MMR?

Vaksin campak tersedia dalam dua bentuk utama untuk imunisasi lanjutan:

  • Vaksin MR (Measles-Rubella): Melindungi dari campak dan rubella (campak Jerman).
  • Vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella): Melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.

Pilihan antara MR atau MMR akan bergantung pada ketersediaan dan rekomendasi terbaru dari fasilitas kesehatan. Kedua jenis vaksin ini aman dan efektif untuk memberikan kekebalan terhadap campak.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Sama seperti imunisasi lainnya, imunisasi campak booster dapat menimbulkan efek samping ringan. Efek samping ini umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi meliputi:

  • Demam ringan.
  • Nyeri atau kemerahan di area suntikan.
  • Pembengkakan ringan di area suntikan.
  • Ruam kemerahan ringan yang tidak menular, biasanya muncul 5-12 hari setelah imunisasi.

Apabila muncul efek samping yang mengkhawatirkan atau berkepanjangan, segera konsultasikan dengan dokter.

Kapan Harus Konsultasi Dokter Terkait Imunisasi Campak?

Sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga medis profesional. Ini penting untuk mendapatkan informasi jadwal imunisasi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan anak. Diskusi dengan dokter dapat memastikan anak mendapatkan perlindungan yang tepat dan sesuai rekomendasi IDAI. Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai imunisasi campak booster atau ingin menjadwalkan konsultasi, dokter di Halodoc dapat memberikan panduan medis yang akurat dan berbasis riset terbaru.