Capers kecil namun kaya nutrisi, bermanfaat bagi jantung, pencernaan, gula darah, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Capers?
- Kandungan Nutrisi Capers
- Manfaat Kesehatan Capers untuk Tubuh
- Cara Mengonsumsi dan Mengolah Capers
- Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Studi Terkait Capers
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Bagi kamu yang gemar menyantap hidangan khas Mediterania seperti pasta, piza, atau olahan ikan salmon, mungkin sudah tidak asing lagi dengan butiran kecil berwarna hijau kecokelatan yang sering dijadikan garnish atau taburan. Ya, butiran tersebut adalah capers. Meski ukurannya kecil, capers adalah salah satu bahan makanan yang memiliki profil rasa yang sangat kuat, yakni perpaduan antara asin, asam, dan sedikit gurih. Karena rasanya yang unik dan tajam, bahan ini sering disebut sebagai penyedap rasa alami yang mampu mengangkat cita rasa suatu hidangan menjadi lebih segar dan berkarakter.
Namun, di balik perannya yang sangat populer di dunia kuliner, tahukah kamu bahwa capers menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan? Sayangnya, masih banyak orang yang hanya memandang capers sebagai pelengkap makanan tanpa menyadari nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Capers kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral penting yang dapat mendukung fungsi optimal tubuh, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga melawan peradangan.
Penting bagi kita untuk mengenali bahan-bahan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan. Dengan memahami apa itu capers dan kandungan nutrisinya, kamu bisa lebih bijak dalam menyusun menu diet sehat sehari-hari. Jika selama ini kamu sering menyisihkan butiran hijau ini di pinggir piring, mungkin setelah membaca artikel ini kamu akan berpikir dua kali dan mulai menikmatinya.
Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu capers, kandungan nutrisinya, serta ragam manfaatnya untuk kesehatan? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa Itu Capers?
Secara botani, capers adalah kuncup bunga yang belum mekar dari tanaman semak berduri bernama Capparis spinosa. Tanaman ini tumbuh subur di iklim yang kering dan panas, khususnya di kawasan Mediterania, Timur Tengah, dan beberapa bagian Asia. Proses panen capers sangat mengandalkan tenaga manusia karena kuncup bunga tersebut harus dipetik satu per satu menggunakan tangan agar tidak rusak. Inilah salah satu alasan mengapa harga capers di pasaran terbilang cukup mahal dibandingkan bumbu dapur lainnya.
Setelah dipetik, kuncup bunga yang masih mentah ini sebenarnya memiliki rasa yang sangat pahit dan tidak bisa langsung dikonsumsi. Untuk menghilangkan rasa pahit tersebut dan memunculkan cita rasa khasnya, capers harus melalui proses pengawetan atau fermentasi. Biasanya, capers direndam dalam larutan garam, cuka, atau campuran keduanya (brine) selama beberapa minggu. Proses pengawetan inilah yang pada akhirnya memberikan rasa asin, asam, dan tangy yang menjadi ciri khas utama capers.
Kandungan Nutrisi Capers
Meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang kecil, capers adalah sumber nutrisi yang cukup padat. Karena rendah kalori, bahan ini sangat cocok untuk ditambahkan ke dalam menu diet penurunan berat badan. Dalam satu sendok makan (sekitar 9 gram) capers kalengan, terdapat profil nutrisi yang mengesankan.
Capers mengandung kalori yang sangat rendah, yakni hanya sekitar 2 kalori per sendok makan. Selain itu, bahan ini hampir tidak mengandung lemak sama sekali. Namun, yang membuat capers istimewa adalah kandungan vitamin dan mineralnya, terutama Vitamin K, zat besi, dan tembaga. Vitamin K sangat penting untuk proses pembekuan darah dan metabolisme tulang, sementara zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah, dan tembaga membantu produksi energi tubuh.
Selain vitamin dan mineral, capers adalah salah satu sumber antioksidan alami terbaik, terutama senyawa flavonoid seperti quercetin dan rutin. Antioksidan ini bekerja aktif di dalam tubuh untuk menetralkan radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, dan mencegah kerusakan sel yang dapat memicu penyakit kronis.
Fakta Menarik Seputar Capers
- Capers telah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu dan disebutkan dalam teks-teks kuno dari Sumeria dan Yunani Kuno.
- Jika kuncup bunga Capparis spinosa dibiarkan mekar, ia akan menghasilkan buah yang disebut caper berries, yang bentuknya mirip zaitun dan juga bisa dimakan.
- Ukuran capers bervariasi, dan uniknya, semakin kecil ukuran capers, maka teksturnya semakin lembut dan harganya cenderung lebih mahal (dikenal dengan istilah non-pareil).
Manfaat Kesehatan Capers untuk Tubuh
Dengan profil nutrisi yang kaya akan senyawa aktif, mengonsumsi capers dapat memberikan sejumlah dampak positif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa kamu dapatkan:
1. Sumber Antioksidan yang Kuat
Kandungan quercetin dan rutin menjadikan capers sebagai makanan penangkal radikal bebas yang luar biasa. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel, protein, dan DNA dalam tubuh, yang berkontribusi pada penuaan dini dan penyakit degeneratif seperti kanker. Quercetin memiliki sifat antibakteri, antikanker, dan analgesik (pereda nyeri). Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan secara rutin adalah langkah awal yang baik untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan. Untuk memenuhi asupan antioksidan tambahan, kamu juga bisa beli vitamin dan suplemen secara online di Halodoc yang produknya 100% asli dan diantar langsung ke rumah.
2. Mendukung Kesehatan Jantung
Senyawa rutin yang ditemukan dalam capers diketahui sangat bermanfaat untuk sistem kardiovaskular. Rutin membantu memperkuat pembuluh darah dan kapiler, sehingga melancarkan sirkulasi darah. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam capers dapat membantu mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL). Oksidasi LDL adalah salah satu pemicu utama pembentukan plak di arteri (aterosklerosis) yang dapat berujung pada serangan jantung atau stroke.
3. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah
Bagi kamu yang sedang mengelola kadar gula darah, capers adalah salah satu bahan makanan yang aman dan bahkan berpotensi menguntungkan. Kandungan serat dalam capers, meski kecil, bersama dengan senyawa fenoliknya, dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam aliran darah. Beberapa studi awal pada hewan dan tabung reaksi menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman capers dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah puasa.
4. Menjaga Kesehatan Tulang
Capers mengandung Vitamin K, kalsium, dan magnesium. Vitamin K sangat krusial untuk kesehatan tulang karena ia memfasilitasi pengikatan kalsium ke dalam matriks tulang. Asupan Vitamin K yang cukup telah dikaitkan dengan risiko patah tulang yang lebih rendah dan kepadatan mineral tulang yang lebih baik. Bagi orang dewasa yang rentan terhadap osteoporosis, menambahkan makanan kaya Vitamin K seperti capers ke dalam menu harian bisa menjadi langkah preventif yang cerdas.
5. Memiliki Sifat Anti-inflamasi
Peradangan kronis adalah akar dari berbagai masalah kesehatan serius, termasuk penyakit autoimun, radang sendi, dan penyakit jantung. Kandungan flavonoid, terutama quercetin, bekerja sebagai agen anti-inflamasi alami yang mampu menghambat produksi enzim pembentuk peradangan di dalam tubuh. Mengonsumsi bahan makanan anti-inflamasi seperti capers dapat membantu meredakan gejala nyeri sendi dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak bereaksi secara berlebihan.
Cara Mengonsumsi dan Mengolah Capers
Karena diawetkan dengan garam atau cuka, capers memiliki rasa yang sangat kuat. Oleh karena itu, bahan ini sebaiknya digunakan sebagai bumbu atau penambah rasa, bukan dikonsumsi dalam porsi besar sekaligus. Berikut adalah beberapa tips cara mengolah capers:
1. Bilas Terlebih Dahulu
Sebelum digunakan, sangat disarankan untuk membilas capers di bawah air mengalir atau merendamnya sebentar dalam air bersih. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kadar garam (natrium) yang berlebih akibat proses pengawetan. Jika capers diawetkan dengan cuka, membilasnya juga akan melembutkan rasa asamnya agar tidak merusak cita rasa asli masakan kamu.
2. Padukan dengan Hidangan Seafood dan Pasta
Capers adalah pasangan sejati untuk hidangan laut, terutama salmon asap dan ikan berdaging putih. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam saus mentega dan lemon (seperti saus Piccata), menambahkannya ke dalam salad dressing, atau mencampurnya ke dalam saus tomat khas Italia seperti Spaghetti alla Puttanesca.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun capers menawarkan berbagai manfaat kesehatan, kamu tetap harus mengonsumsinya secara bijak. Risiko utama dari konsumsi capers adalah kandungan natriumnya (garam) yang sangat tinggi. Satu sendok makan capers bisa mengandung hingga 200-250 mg natrium, yang mana ini merupakan porsi yang cukup besar dari batas asupan harian yang direkomendasikan.
Bagi individu yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit ginjal, asupan natrium yang berlebihan dapat memicu lonjakan tekanan darah dan penumpukan cairan dalam tubuh (edema). Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala tak tertahankan atau tekanan darah tidak kunjung turun setelah mengubah pola makan, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Selain itu, wanita hamil juga harus berhati-hati dengan asupan garam yang tinggi karena dapat memperburuk pembengkakan (retensi air) selama kehamilan. Selalu bilas capers dengan bersih dan gunakan secukupnya saja sebagai perasa hidangan.
Studi Mengenai Capers
Nutrients menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa ekstrak Capparis spinosa (capers) memiliki aktivitas biologis yang sangat beragam, termasuk efek antioksidan, anti-inflamasi, dan hepatoprotektif (melindungi hati). Studi tersebut menyoroti bahwa profil fitokimia dalam capers, khususnya tingginya kadar polifenol dan flavonoid seperti quercetin, berperan besar dalam melawan stres oksidatif pada sel manusia.
Penelitian ini semakin menegaskan bahwa capers bukan sekadar bumbu pelengkap makanan, melainkan masuk dalam kategori makanan fungsional yang mampu memberikan efek terapeutik bagi tubuh jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. What Are Capers? Nutrition, Benefits, and Recipes.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Capers.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Capparis spinosa.
Medical News Today. Diakses pada 2024. Everything you need to know about quercetin.
FAQ
1. Sebenarnya apa rasa dari capers adalah?
Capers memiliki profil rasa yang sangat khas, yaitu dominan asin, asam, dan tajam (tangy) dengan sedikit sentuhan aroma floral dan mustard alami. Rasa asin dan asam ini berasal dari proses pengawetan menggunakan garam dan cuka yang memfermentasi kuncup bunga tersebut.
2. Apakah capers aman dikonsumsi setiap hari?
Capers aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah kecil sebagai penambah rasa masakan. Namun, karena kandungan natriumnya (garam) cukup tinggi, kamu tidak disarankan memakannya dalam porsi besar setiap hari, terutama bagi penderita hipertensi atau gangguan ginjal.
3. Apa perbedaan utama antara capers dan caper berries?
Perbedaannya terletak pada fase pertumbuhan tanaman. Capers adalah kuncup bunga kecil yang dipanen sebelum mekar, sedangkan caper berries adalah buah yang tumbuh jika bunga tersebut dibiarkan mekar hingga matang. Caper berries berukuran lebih besar, mirip buah zaitun, dan memiliki biji kecil di dalamnya dengan rasa yang lebih ringan dibandingkan kuncup capers.
4. Apakah capers bisa dimakan langsung dari botolnya?
Meski secara teknis sudah matang karena proses pengawetan dan bisa dimakan langsung, capers jarang dikonsumsi begitu saja karena rasanya yang terlalu asin dan menyengat. Sebaiknya dibilas dengan air terlebih dahulu, lalu dicampurkan ke dalam salad, pasta, atau masakan lainnya agar rasanya lebih seimbang.



