Ad Placeholder Image

Cara Ampuh Atasi Bayi Rewel Saat Menyusu, Ibu Wajib Tahu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 April 2026

Bayi Rewel Saat Menyusu? Tak Perlu Panik, Atasi Ini!

Cara Ampuh Atasi Bayi Rewel Saat Menyusu, Ibu Wajib Tahu!Cara Ampuh Atasi Bayi Rewel Saat Menyusu, Ibu Wajib Tahu!

Mengatasi Bayi Rewel Saat Menyusu: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Bayi yang rewel saat menyusu dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Kondisi ini seringkali menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai asupan nutrisi si kecil. Memahami penyebab dan cara mengatasi bayi rewel saat menyusu adalah langkah penting untuk memastikan proses menyusui berjalan lancar dan bayi mendapatkan nutrisi optimal.

Fenomena bayi rewel saat menyusu umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari aliran ASI yang tidak sesuai, gangguan pencernaan seperti perut kembung, hingga ketidaknyamanan fisik seperti tumbuh gigi atau hidung tersumbat. Penolakan menyusu juga bisa dipicu oleh posisi yang kurang nyaman atau bingung puting. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar masalah ini dapat diatasi.

Mengapa Bayi Rewel Saat Menyusu?

Bayi yang menunjukkan perilaku rewel atau menolak menyusu seringkali memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman baginya. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya agar dapat memberikan solusi yang tepat. Reaksi ini bukan berarti bayi tidak ingin menyusu, melainkan mungkin ada hambatan yang membuat proses menyusu tidak nyaman atau sulit.

Menyusui adalah proses alami, namun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai faktor, baik dari sisi bayi maupun ibu, dapat memengaruhi kenyamanan dan keberhasilan sesi menyusui. Pemahaman yang mendalam mengenai alasan di balik perilaku bayi ini akan membantu orang tua merespons dengan lebih tenang dan efektif.

Penyebab Umum Bayi Rewel Saat Menyusu yang Perlu Diketahui

Ada beberapa penyebab umum yang seringkali membuat bayi rewel saat menyusu. Mengenali penyebab-penyebab ini akan membantu orang tua dalam menemukan solusi yang paling sesuai untuk si kecil.

  • Aliran ASI Tidak Sesuai
    • Aliran ASI Terlalu Deras: Beberapa bayi menjadi rewel karena aliran ASI terlalu deras. Hal ini dapat membuat bayi tersedak, batuk, atau kesulitan menelan. Bayi mungkin akan melepas puting berulang kali dan terlihat frustrasi.
    • Aliran ASI Terlalu Lambat: Sebaliknya, jika aliran ASI terlalu lambat, bayi mungkin akan merasa kesal karena tidak mendapatkan ASI dengan cepat. Mereka bisa menjadi gelisah, menangis, dan menolak melanjutkan menyusu.
  • Perut Kembung atau Gas
    Bayi sering menelan udara saat menyusu, terutama jika kelekatan kurang tepat atau menyusu terputus-putus. Udara yang tertelan ini dapat menyebabkan perut kembung dan gas, membuat bayi merasa tidak nyaman dan kesakitan. Kondisi ini seringkali memicu bayi rewel dan menarik diri dari payudara.
  • Tumbuh Gigi
    Proses tumbuh gigi menyebabkan gusi bayi bengkak dan sakit. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat bayi enggan menghisap payudara, karena gerakan mengisap dapat memperparah rasa sakit pada gusi. Bayi mungkin hanya ingin menggigit puting atau menolak sama sekali.
  • Bingung Puting
    Bayi yang terbiasa menggunakan botol susu atau empeng (dot) mungkin mengalami bingung puting. Teknik mengisap dari botol berbeda dengan teknik mengisap dari payudara. Hal ini membuat bayi kesulitan menempel pada payudara dengan benar, sehingga mereka menjadi frustrasi dan rewel.
  • Distraksi atau Stres
    Lingkungan sekitar yang terlalu ramai, bising, atau penuh cahaya dapat mengalihkan perhatian bayi saat menyusu. Bayi juga bisa rewel jika terlalu lelah, terlalu lapar berlebihan, atau merasa stres. Kondisi ini membuat bayi sulit fokus dan tenang selama sesi menyusui.
  • Hidung Tersumbat
    Sama seperti orang dewasa, bayi kesulitan bernapas melalui mulut saat hidung tersumbat. Ketika hidung mereka tersumbat, bayi akan kesulitan bernapas saat menyusu, sehingga mereka terpaksa melepas puting untuk mengambil napas dan menjadi rewel.

Cara Efektif Mengatasi Bayi Rewel Saat Menyusu

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi untuk mengatasi bayi rewel saat menyusu. Beberapa tips berikut dapat dicoba untuk membantu bayi merasa lebih nyaman dan mau kembali menyusu.

  • Perbaiki Posisi dan Kelekatan Menyusui
    Pastikan posisi menyusui ibu dan bayi sudah nyaman. Kelekatan yang benar sangat penting; pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada sebagian besar areola, bukan hanya puting. Dagu bayi harus menempel pada payudara dan bibir bawahnya melengkung keluar. Posisi ini membantu bayi mendapatkan ASI secara efektif dan mengurangi udara yang tertelan.
  • Sendawakan Bayi Secara Berkala
    Menyendawakan bayi di tengah sesi menyusui (misalnya, saat berganti payudara) dapat membantu mengurangi gas dan kembung. Bayi yang telah bersendawa akan merasa lebih lega dan nyaman untuk melanjutkan menyusu. Lakukan dengan menepuk punggung bayi perlahan setelah diposisikan tegak.
  • Atur Aliran ASI
    • Jika Aliran Terlalu Deras: Ibu dapat memerah ASI sebentar sebelum menyusui untuk mengurangi derasnya aliran awal. Posisi menyusui dengan ibu bersandar ke belakang juga bisa membantu bayi mengontrol aliran ASI.
    • Jika Aliran Terlalu Lambat: Lakukan pijat payudara lembut sebelum atau selama menyusui untuk merangsang refleks let down dan mempercepat aliran ASI. Kompres hangat juga bisa membantu.
  • Menyusui Saat Bayi Mengantuk
    Beberapa bayi cenderung lebih tenang dan mau menyusu saat mereka setengah tidur atau baru bangun. Pada kondisi ini, bayi biasanya tidak mudah terdistraksi dan fokus pada aktivitas menyusu. Cobalah menyusui sebelum bayi benar-benar lapar atau ketika ia baru terbangun dari tidur.
  • Ciptakan Lingkungan Tenang
    Lingkungan yang tenang, minim suara bising, dan pencahayaan yang redup dapat membantu bayi fokus saat menyusu. Hindari gangguan seperti televisi, ponsel, atau suara-suara keras lainnya. Ini membantu menciptakan suasana yang kondusif untuk menyusui.
  • Lakukan Kontak Kulit ke Kulit (Skin-to-Skin)
    Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi dapat menenangkan bayi dan meningkatkan naluri menyusunya. Kehangatan dan aroma tubuh ibu memberikan rasa aman, mendorong bayi untuk mencari payudara dan menyusu dengan lebih tenang. Praktik ini juga dikenal dapat meningkatkan produksi ASI.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?

Meskipun sebagian besar kasus bayi rewel saat menyusu dapat diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan ke dokter anak jika bayi tetap rewel, menunjukkan tanda-tanda kesakitan, mengalami demam, atau berat badannya tidak naik sesuai harapan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis serius lainnya.

Dokter akan membantu mengidentifikasi akar masalah dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai. Ini bisa mencakup penyesuaian teknik menyusui, penanganan kondisi medis tertentu, atau rujukan ke konsultan laktasi jika diperlukan.

Kesimpulan

Mengatasi bayi rewel saat menyusu memang memerlukan kesabaran dan pemahaman. Dengan mengenali penyebab umum seperti aliran ASI yang tidak sesuai, perut kembung, tumbuh gigi, bingung puting, distraksi, atau hidung tersumbat, orang tua dapat menerapkan solusi yang tepat. Perbaikan posisi menyusui, menyendawakan bayi, mengatur aliran ASI, menyusui saat mengantuk, menciptakan lingkungan tenang, serta melakukan kontak kulit ke kulit adalah beberapa strategi efektif.

Jika masalah bayi rewel saat menyusu terus berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat direkomendasikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli laktasi. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak terpercaya untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan berbasis penelitian, memastikan kesehatan dan nutrisi optimal bagi si kecil.