• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Atasi Ruam, Lepuh, dan Luka Gatal Akibat Ruam Kulit

Cara Atasi Ruam, Lepuh, dan Luka Gatal Akibat Ruam Kulit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan ruam tidak berbahaya. Banyak ruam bertahan beberapa saat dan menjadi lebih baik dengan sendirinya. Biasanya cara mengatasi ruam, lepuh, dan luka akibat ruam kulit bisa dengan krim anti-gatal yang mengandung krim hidrokortison 1 persen.

Antihistamin oral juga dapat membantu mengendalikan rasa gatal, sama halnya dengan losion pelembap yang dapat meredakan gatal. Kalau infeksi jamur menjadi penyebab ruam, paling baik bila diobati dengan obat antijamur topikal.

Bisakah Menghindari Ruam?

Untuk penyebab ruam tertentu bisa dihindari, sebagai contoh: vaksinasi campak akan bermanfaat besar dalam mencegah ruam campak, juga konsekuensi yang lebih serius dari infeksi campak.

Bagaimana mengobati dan menangani ruam tentunya harus dilihat dulu dari penyebabnya. Ruam adalah kondisi peradangan kulit. Dermatologis telah mengembangkan berbagai istilah untuk menggambarkan ruam kulit. 

Persyaratan pertama dalam mengidentifikasi ruam adalah dari bentuknya. Kemudian kepadatan, warna, ukuran, konsistensi, kelembutan, bentuk, suhu, sampai akhirnya penyebaran ruam pada tubuh.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Ruam Kulit dan Ruam Kulit HIV

Diagnosis ruam kulit yang akurat seringkali membutuhkan dokter atau profesional kesehatan. Atas dasar diagnosis banding, tes, dan prosedur laboratorium khusus yang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab ruamnya.

Mendiagnosis Ruam

Kalau menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Emergency Medicine Journal, disebutkan kalau memahami faktor risiko sangat penting dalam mendiagnosis dan upaya pencegahan ruam datang kembali. 

Paparan terhadap pemicu tertentu dikaitkan dengan peningkatan insiden reaksi alergi mulai dari:

  • Makanan;
  • Paparan hewan;
  • Obat-obatan;
  • Kontak fisik;
  • Gaya hidup dan lingkungan termasuk temperatur udara.

Banyak obat dapat terlibat dalam pengembangan reaksi alergi dan ruam. Konsumsi aspirin menyumbang sekitar 3 persen dari reaksi dan gejala ruam. 

Riwayat keluarga yang positif mengalami ruam juga bisa menjadi pemicu kamu akan mengalaminya di masa akan datang. Informasi selengkapnya mengenai cara mengatasi ruam, lepuh, dan luka gatal akibat ruam kulit bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Memahami Penyebab Ruam

Kemungkinan penyebab gatal sangat beragam. Ini mungkin akibat sesuatu yang sangat serius, seperti gagal ginjal atau diabetes (walaupun jarang), atau dapat berasal dari sesuatu yang kurang parah, seperti kulit kering atau gigitan serangga (lebih mungkin).

Baca juga: 3 Penyakit Kulit Ini Bisa Muncul Tanpa Disadari

Banyak kondisi kulit yang umum dapat menyebabkan kulit gatal. Berikut ini dapat memengaruhi area kulit pada tubuh:

  1. Dermatitis: radang kulit.

  2. Eksim: gangguan kulit kronis yang mencakup gatal, ruam bersisik.

  3. Psoriasis: penyakit autoimun yang menyebabkan kemerahan dan iritasi kulit, biasanya dalam bentuk plak.

  4. Dermatografi: ruam yang terangkat, merah, gatal yang disebabkan oleh tekanan pada kulit.

  5. Infeksi yang menyebabkan gatal meliputi:cacar air, campak, ruam jamur, tungau, termasuk kutu busuk, kutu rambut, cacing kremi, dan kudis.

  6. Iritasi: zat yang mengiritasi kulit dan membuatnya gatal adalah hal biasa. Tumbuhan seperti poison ivy dan poison oak dan serangga seperti nyamuk menghasilkan zat yang mengakibatkan gatal. 

Beberapa orang menjadi gatal ketika bersentuhan dengan wol, parfum, sabun atau pewarna tertentu, dan bahan kimia. Alergi, termasuk alergi makanan, dapat mengiritasi kulit juga. Beberapa penyakit dalam yang mungkin sangat serius menyebabkan gatal. Penyakit-penyakit berikut dapat menyebabkan gatal-gatal menyeluruh, tetapi kulit biasanya tampak normal:

  1. Obstruksi saluran empedu;
  2. Sirosis;
  3. Anemia;
  4. Leukemia;
  5. Penyakit tiroid;
  6. Limfoma;
  7. Gagal ginjal;
  8. Gangguan sistem saraf.

Referensi:

Emergency Medicine Journal. Diakses pada 2020. 8 Management of allergy, rashes, and itching.
Medicinenet. Diakses pada 2020. Skin Rash.
Healthline. Diakses pada 2020. What’s Causing My Skin to Itch?