Ad Placeholder Image

Cara Hilangkan Bunyi Dug Dug di Telinga: Mudah Kok!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Atasi Bunyi Dug Dug di Telinga Cepat dan Mudah di Rumah

Cara Hilangkan Bunyi Dug Dug di Telinga: Mudah Kok!Cara Hilangkan Bunyi Dug Dug di Telinga: Mudah Kok!

Cara Menghilangkan Bunyi Dug Dug di Telinga: Panduan Lengkap

Bunyi “dug dug” di telinga, atau dikenal juga sebagai tinnitus berdenyut, adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara berdenyut yang sinkron dengan detak jantung. Suara ini bisa bervariasi intensitasnya dan seringkali sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun seringkali merupakan kondisi yang tidak berbahaya, bunyi denyutan ini bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Penting untuk memahami penyebabnya dan cara penanganan yang tepat, baik melalui upaya mandiri di rumah maupun konsultasi medis profesional. Penanganan yang tidak tepat atau penundaan pemeriksaan dapat memperburuk kondisi atau menunda deteksi masalah kesehatan yang mendasari.

Apa Itu Tinnitus Berdenyut?

Tinnitus berdenyut berbeda dari jenis tinnitus lain karena karakteristik suaranya yang ritmis dan terasa selaras dengan denyutan jantung. Sensasi suara ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga, bahkan terkadang terasa di kepala. Kebanyakan kasus tinnitus berdenyut bersifat subjektif, artinya hanya penderita yang bisa mendengarnya. Namun, ada pula kasus objektif di mana dokter dapat mendengarkan suara tersebut menggunakan stetoskop.

Kondisi ini disebabkan oleh perubahan aliran darah di pembuluh darah dekat telinga. Setiap detak jantung mendorong darah melalui pembuluh, dan jika ada gangguan pada aliran tersebut, suara denyutan bisa terdengar lebih jelas.

Penyebab Munculnya Bunyi Dug Dug di Telinga

Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya bunyi “dug dug” di telinga. Identifikasi penyebab sangat penting untuk menentukan cara menghilangkan bunyi dug dug di telinga secara efektif. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Kotoran Telinga Berlebihan: Penumpukan serumen yang keras dapat menghalangi saluran telinga dan memengaruhi pendengaran, sehingga suara tubuh internal, termasuk detak jantung, menjadi lebih jelas terdengar.
  • Masalah Aliran Darah: Kondisi seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), atau malformasi arteriovenosa (gangguan pembuluh darah) dapat mengubah aliran darah di sekitar telinga dan menyebabkan suara berdenyut.
  • Peningkatan Tekanan Intrakranial: Tekanan cairan di sekitar otak yang meningkat dapat menekan pembuluh darah dan saraf, memicu tinnitus berdenyut.
  • Infeksi Telinga: Infeksi telinga tengah atau luar dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan, yang memengaruhi struktur telinga dan memicu bunyi denyutan.
  • Anemia: Kekurangan sel darah merah dapat membuat darah menjadi “lebih tipis”, sehingga aliran darah menjadi lebih cepat dan bergejolak, yang kemudian terdengar sebagai bunyi denyutan.
  • Tumor di Area Kepala atau Leher: Meskipun jarang, pertumbuhan tumor di dekat telinga atau pembuluh darah besar bisa menekan struktur sekitarnya dan menyebabkan tinnitus berdenyut.

Cara Mengatasi Sementara Bunyi Dug Dug di Telinga di Rumah

Jika bunyi “dug dug” di telinga masih ringan dan jarang, beberapa metode rumahan dapat membantu meredakannya untuk sementara. Cara-cara ini bertujuan untuk mengurangi stres, mengelola faktor pemicu, dan meningkatkan kenyamanan:

  • Relaksasi dan Manajemen Stres: Teknik pernapasan dalam, meditasi, atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering memperburuk persepsi tinnitus. Tidur yang cukup juga merupakan bagian penting dari relaksasi.
  • Menghindari Suara Keras: Paparan suara bising dapat memperburuk tinnitus. Gunakan pelindung telinga di lingkungan yang bising dan hindari penggunaan earphone dengan volume terlalu tinggi.
  • Membersihkan Telinga dengan Hati-hati: Jika dicurigai ada kotoran telinga, gunakan tetes telinga pelunak serumen yang dijual bebas. Hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam karena dapat mendorong kotoran lebih jauh atau melukai gendang telinga.
  • Istirahat Cukup: Kelelahan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap tinnitus. Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup setiap malam untuk membantu tubuh dan pikiran pulih.
  • Mengurangi Konsumsi Kafein dan Alkohol: Zat-zat ini dapat memengaruhi aliran darah dan saraf, yang berpotensi memperburuk tinnitus pada beberapa individu.
  • Terapi Suara (Masking): Mendengarkan suara latar yang menenangkan seperti musik lembut, suara alam, atau white noise dapat membantu mengalihkan perhatian dari bunyi denyutan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT?

Meskipun cara rumahan dapat memberikan bantuan sementara, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) jika bunyi “dug dug” di telinga:

  • Tidak membaik atau semakin parah dengan penanganan rumahan.
  • Disertai dengan gejala lain seperti nyeri telinga, pusing, gangguan pendengaran, atau keluarnya cairan dari telinga.
  • Terjadi secara tiba-tiba atau hanya pada satu telinga.
  • Mengganggu kualitas tidur atau konsentrasi secara signifikan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk otoskopi, dan mungkin merekomendasikan tes tambahan seperti audiometri, tes pencitraan (MRI atau CT scan), atau tes darah untuk mencari penyebab pasti.

Penanganan Medis untuk Bunyi Dug Dug di Telinga

Setelah penyebabnya teridentifikasi, dokter akan merencanakan penanganan yang sesuai. Cara menghilangkan bunyi dug dug di telinga melalui medis dapat meliputi:

  • Obat-obatan: Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik. Untuk tekanan darah tinggi, obat antihipertensi dapat diresepkan. Jika anemia adalah penyebabnya, suplemen zat besi mungkin diperlukan.
  • Prosedur Medis atau Bedah: Dalam kasus yang jarang seperti malformasi arteriovenosa atau tumor, intervensi medis atau bedah mungkin diperlukan untuk memperbaiki atau mengangkat penyebabnya.
  • Terapi Khusus: Terapi seperti Terapi Relaksasi Progresif, Terapi Kognitif Perilaku (CBT), atau Terapi Suara Tinnitus (Tinnitus Retraining Therapy/TRT) dapat membantu pasien belajar mengelola dan mengurangi dampak tinnitus dalam kehidupan sehari-hari.

Pencegahan Bunyi Dug Dug di Telinga

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko munculnya bunyi “dug dug” di telinga:

  • Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah: Terapkan gaya hidup sehat dengan diet seimbang, olahraga teratur, dan kelola tekanan darah serta kolesterol.
  • Melindungi Pendengaran: Hindari paparan suara keras yang berkepanjangan. Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising.
  • Rutin Memeriksa Kesehatan Telinga: Lakukan pemeriksaan telinga secara berkala ke dokter THT, terutama jika memiliki riwayat masalah telinga.
  • Mengelola Stres: Praktikkan teknik relaksasi untuk menjaga tingkat stres tetap rendah.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Bunyi “dug dug” di telinga merupakan kondisi yang perlu diperhatikan. Meskipun beberapa cara rumahan dapat membantu mengatasi sementara, identifikasi penyebabnya oleh profesional medis sangatlah penting. Jangan tunda konsultasi ke dokter spesialis THT jika gejala terus berlanjut atau disertai keluhan lain.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, segera manfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc. Dokter ahli THT siap memberikan informasi dan rekomendasi medis yang akurat sesuai kondisi kesehatan.