Cara Meluruskan Mata Juling? Ini Solusinya!

DAFTAR ISI
- Mengenal Kondisi Mata Juling
- Penyebab dan Faktor Risiko
- Cara Meluruskan Mata Juling Secara Medis
- Latihan dan Terapi Penglihatan di Rumah
- Studi Mengenai Efektivitas Terapi Mata Juling
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Mata juling, atau dalam istilah medis dikenal sebagai strabismus, adalah suatu kondisi di mana kedua mata tidak tertuju pada satu titik atau arah yang sama pada waktu yang bersamaan. Satu mata mungkin melihat lurus ke depan, sementara mata yang lain bisa berbelok ke dalam (esotropia), ke luar (eksotropia), ke atas (hipertropia), atau ke bawah (hipotropia). Kondisi ini bisa terjadi sesekali atau terjadi secara terus-menerus, dan paling sering dialami oleh bayi maupun anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya akibat kondisi medis tertentu.
Menangani mata juling sedini mungkin sangatlah penting. Mengapa demikian? Karena mata dan otak bekerja sama untuk menghasilkan gambar tiga dimensi yang jelas (penglihatan binokular). Jika mata tidak sejajar, otak akan menerima dua gambar yang berbeda. Pada anak-anak, otak akan belajar untuk mengabaikan gambar dari mata yang juling untuk menghindari penglihatan ganda. Lama-kelamaan, hal ini akan menyebabkan mata yang diabaikan tersebut menjadi lemah, sebuah kondisi yang disebut mata malas atau ambliopia. Jika dibiarkan hingga dewasa, kerusakan tajam penglihatan ini bisa bersifat permanen.
Banyak orang bertanya-tanya, apakah ada obat minum, suplemen, atau vitamin yang bisa menyembuhkan kondisi ini? Jawabannya adalah tidak. Sebagai apoteker, perlu ditekankan bahwa mata juling berkaitan erat dengan anatomi otot penggerak bola mata dan sinyal saraf dari otak. Oleh karena itu, cara meluruskan mata juling tidak bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan bebas (OTC), melainkan harus melalui intervensi medis fisik, terapi penglihatan, hingga tindakan bedah oleh dokter spesialis mata (oftalmologis).
Jika kamu atau anak kamu mengalami gejala ketidaksejajaran pada mata, langkah pertama yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan awal sebelum melakukan pemeriksaan fisik ke rumah sakit.
Nah, mau tahu apa saja pilihan penanganan dan terapi yang dianjurkan oleh ahli medis? Berikut ulasan lengkap mengenai cara meluruskan mata juling!
Mengenal Kondisi Mata Juling Lebih Dalam
Untuk memahami bagaimana pengobatan bekerja, kita perlu tahu bagaimana mata bergerak. Bola mata manusia dikelilingi oleh enam otot ekstraokular yang mengontrol pergerakannya. Ke enam otot ini harus bekerja secara sinkron dan harmonis agar kedua mata bisa fokus pada satu objek yang sama. Otak bertugas mengirimkan sinyal saraf ke otot-otot ini untuk mengkoordinasikan gerakannya.
Ketika terjadi masalah pada otot mata itu sendiri, pada saraf yang mengirimkan informasi ke otot, atau pada bagian otak yang mengontrol pergerakan mata, maka keselarasan mata akan terganggu dan terjadilah strabismus. Kondisi ini bukan hanya sekadar masalah kosmetik atau penampilan, melainkan masalah fungsi penglihatan yang serius. Penderita mata juling sering mengalami kesulitan dalam memperkirakan jarak (depth perception), mudah merasa lelah pada mata, sakit kepala, dan penglihatan ganda (diplopia).
Penyebab dan Faktor Risiko
Sebelum menentukan cara meluruskan mata juling, dokter harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab utamanya. Strabismus dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga sangat berpengaruh. Jika ada orang tua atau saudara kandung yang mengalami mata juling, risiko seorang anak untuk mengalaminya akan lebih besar.
- Kelainan Refraksi yang Tidak Dikoreksi: Terutama rabun dekat (hipermetropia) yang parah. Saat anak berusaha keras untuk fokus melihat benda di dekatnya, mata bisa tertarik ke dalam secara berlebihan. Kondisi ini disebut akomodatif esotropia.
- Kondisi Neurologis: Gangguan pada otak atau saraf, seperti cerebral palsy, sindrom Down, tumor otak, atau hidrosefalus dapat memengaruhi kontrol otot mata.
- Trauma atau Penyakit pada Orang Dewasa: Orang dewasa bisa tiba-tiba mengalami mata juling akibat stroke, cedera kepala parah, penyakit Graves (gangguan tiroid), atau diabetes yang merusak saraf mata.
Tanda dan Gejala Mata Juling pada Anak yang Harus Diwaspadai:
- Anak sering memiringkan kepala atau menoleh ke satu sisi saat mencoba melihat sesuatu dengan jelas.
- Sering menyipitkan mata atau menutup satu mata, terutama saat berada di bawah sinar matahari yang terang.
- Terlihat canggung atau sering menabrak benda karena hilangnya persepsi kedalaman ruang.
- Kedua mata terlihat bergerak ke arah yang tidak sinkron, meskipun hanya terjadi saat anak sedang lelah atau sakit.
Cara Meluruskan Mata Juling Secara Medis
Mitos yang sering beredar di masyarakat adalah mata juling pada bayi akan sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Faktanya, jika juling masih menetap setelah bayi berusia 4 bulan, itu memerlukan pemeriksaan medis. Berikut adalah berbagai metode medis yang digunakan sebagai cara meluruskan mata juling:
1. Penggunaan Kacamata atau Lensa Kontak
Ini adalah langkah pertama dan paling umum, terutama untuk kasus esotropia akomodatif yang disebabkan oleh rabun dekat (hipermetropia) yang tidak terkoreksi. Lensa kacamata akan membantu memfokuskan cahaya dengan benar ke retina, sehingga mata tidak perlu bekerja terlalu keras dan tegang. Dengan hilangnya ketegangan ini, posisi mata perlahan bisa kembali lurus dan sejajar. Kacamata harus dipakai secara konsisten sesuai anjuran dokter.
2. Kacamata dengan Lensa Prisma
Jika kacamata biasa tidak cukup, dokter mata mungkin akan meresepkan lensa prisma. Lensa prisma didesain khusus agar lebih tebal pada satu sisi. Lensa ini bekerja dengan membelokkan arah masuknya cahaya ke mata, sehingga bayangan objek jatuh di area retina yang tepat, meskipun posisi mata sedang juling. Lensa prisma sangat efektif untuk mengurangi atau menghilangkan keluhan penglihatan ganda (diplopia) pada penderita strabismus ringan hingga sedang, terutama pada orang dewasa.
3. Terapi Penutup Mata (Patching)
Jika mata juling telah menyebabkan kondisi mata malas (ambliopia), penanganan difokuskan pada penguatan mata yang lemah terlebih dahulu sebelum meluruskan otot. Dokter akan meminta pasien (biasanya anak-anak) untuk menutup mata yang sehat (yang penglihatannya lebih baik) menggunakan eye patch khusus selama beberapa jam setiap hari. Hal ini memaksa otak untuk menggunakan dan memperkuat jalur saraf penglihatan pada mata yang lemah. Walaupun patching tidak secara langsung meluruskan otot mata yang juling, ini adalah prosedur wajib untuk menyelamatkan fungsi penglihatan anak.
4. Obat Tetes Mata Khusus (Atropin)
Sebagai alternatif bagi anak-anak yang menolak menggunakan penutup mata (patching), dokter dapat meresepkan obat tetes mata yang mengandung atropin. Obat ini diteteskan pada mata yang sehat dan berfungsi baik. Tujuannya adalah untuk mengaburkan penglihatan pada mata yang kuat tersebut secara sementara. Sama seperti patching, ini memaksa otak dan mata yang lemah (mata yang juling) untuk bekerja lebih keras agar penglihatannya membaik. Penggunaan tetes mata ini masuk dalam golongan obat keras dan pengawasannya wajib dilakukan oleh dokter mata.
5. Suntikan Toksin Botulinum (Botox)
Meskipun lebih dikenal dalam dunia kecantikan untuk menghilangkan kerutan wajah, suntikan toksin botulinum (Botox) merupakan salah satu cara meluruskan mata juling yang cukup efektif pada kasus-kasus tertentu. Dokter akan menyuntikkan obat ini langsung ke otot mata yang terlalu kencang atau terlalu aktif. Toksin ini akan melumpuhkan otot tersebut untuk sementara waktu, memungkinkan otot di sisi yang berlawanan untuk menarik dan menyejajarkan posisi bola mata. Efek suntikan ini bisa bertahan selama beberapa bulan, dan dalam beberapa kasus, posisi mata tetap lurus secara permanen meskipun efek obatnya sudah habis.
6. Operasi Otot Mata (Operasi Strabismus)
Jika kacamata, terapi, dan suntikan tidak memberikan hasil yang optimal, operasi otot mata menjadi jalan keluar terbaik. Ini adalah prosedur bedah yang sangat umum dan tingkat keberhasilannya tinggi. Dalam operasi ini, dokter spesialis mata akan membuat sayatan kecil di jaringan bening yang menutupi bagian putih mata (konjungtiva) untuk mencapai otot ekstraokular.
Dokter kemudian akan memperlemah otot yang terlalu kencang dengan cara memundurkan posisinya (resesi), atau memperkuat otot yang terlalu lemah dengan memotong sebagian otot dan menempelkannya kembali (reseksi). Terkadang prosedur ini perlu dilakukan pada satu mata, dan di lain waktu pada kedua mata sekaligus. Waktu pemulihan operasi ini cukup cepat, dan pasien biasanya bisa kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari.
Latihan dan Terapi Penglihatan (Orthoptics)
Terapi penglihatan adalah program latihan mata yang terstruktur, biasanya diawasi oleh dokter mata atau ahli ortoptik. Tujuannya adalah untuk melatih koordinasi antara kedua mata dan otak, serta memperbaiki kemampuan fokus. Terapi ini lebih efektif untuk jenis juling tertentu, seperti insufisiensi konvergensi (ketidakmampuan kedua mata untuk berputar ke dalam saat fokus pada objek dekat).
1. Latihan Pencil Push-Up
Ini adalah latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Peganglah sebuah pensil pada jarak sejauh lengan tepat di antara kedua mata. Secara perlahan, dekatkan pensil ke arah hidung sambil tetap fokus pada ujung pensil. Jika penglihatan mulai ganda, tarik kembali pensil menjauh, lalu ulangi. Latihan ini membantu memperkuat otot-otot yang menarik mata ke dalam (konvergensi).
2. Brock String (Tali Brock)
Terapi ini menggunakan seutas tali sepanjang kurang lebih satu hingga dua meter dengan tiga manik-manik berwarna yang bisa digeser-geser. Satu ujung tali diikatkan ke benda tetap (seperti gagang pintu), dan ujung lainnya diletakkan tepat di ujung hidung pasien. Pasien diminta untuk memfokuskan pandangan secara bergantian ke tiap manik-manik. Latihan ini sangat baik untuk melatih otak agar menggunakan kedua mata secara bersamaan.
Studi Mengenai Efektivitas Terapi Mata Juling
Pediatric Eye Disease Investigator Group (PEDIG) yang didanai oleh National Eye Institute menerbitkan berbagai studi komprehensif mengenai penanganan strabismus dan ambliopia pada anak. Salah satu temuan utamanya di tahun-tahun terakhir mengkonfirmasi bahwa terapi penutupan mata (patching) selama 2 jam per hari sama efektifnya dengan penutupan mata 6 jam per hari untuk mengobati ambliopia taraf sedang.
Studi klinis ini sangat berdampak karena mengubah protokol pengobatan menjadi lebih ramah anak. Penutupan mata yang terlalu lama sebelumnya kerap menimbulkan tekanan psikologis dan penolakan pada anak. Dengan durasi terapi yang lebih singkat namun tetap diawasi secara ketat, kepatuhan pasien anak meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya menunjang kesuksesan terapi untuk menyelamatkan penglihatan binokular mereka sebelum memasuki masa operasi.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Strabismus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Strabismus (crossed eyes) – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Strabismus (Crossed Eyes): Causes, Symptoms & Treatment.
National Eye Institute (NIH). Diakses pada 2024. Strabismus.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Strabismus (Mata Juling) pada Anak.
FAQ
1. Apakah cara meluruskan mata juling bisa dilakukan secara alami tanpa medis?
Tidak. Mata juling adalah masalah struktural pada otot mata dan persarafan dari otak, sehingga tidak bisa disembuhkan secara alami hanya dengan minum vitamin atau suplemen. Kondisi ini mutlak membutuhkan penanganan medis berupa kacamata, terapi penglihatan, hingga operasi.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan mata juling?
Lama penyembuhan sangat bergantung pada tingkat keparahan, usia pasien, dan metode terapi yang digunakan. Penggunaan kacamata dan patching bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan. Sementara pemulihan awal setelah operasi biasanya memakan waktu beberapa minggu, namun pasien tetap memerlukan evaluasi jangka panjang.
3. Apakah mata juling bisa disembuhkan pada orang dewasa?
Ya, mata juling pada orang dewasa masih bisa ditangani. Tujuannya adalah untuk menghilangkan penglihatan ganda, mengurangi kelelahan mata, mengembalikan fungsi penglihatan binokular, dan memperbaiki penampilan (kosmetik). Operasi strabismus pada orang dewasa memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
4. Apa risiko atau komplikasi jika mata juling dibiarkan dan tidak diobati?
Jika dibiarkan pada usia anak-anak, mata juling dapat menyebabkan mata malas (ambliopia) yang berujung pada hilangnya penglihatan secara permanen di salah satu mata. Selain itu, penderita akan kehilangan persepsi kedalaman (sulit menakar jarak), mengalami gangguan penglihatan ganda, sakit kepala kronis, hingga masalah psikologis dan kurangnya rasa percaya diri.



