Ad Placeholder Image

Cara Membuat Lulur dari Kopi: Kulit Halus dan Cerah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Gampang! Cara Membuat Lulur dari Kopi Anti Ribet

Cara Membuat Lulur dari Kopi: Kulit Halus dan CerahCara Membuat Lulur dari Kopi: Kulit Halus dan Cerah

DAFTAR ISI


Kopi bukan hanya sekadar minuman penahan kantuk yang bisa menyegarkan pikiran di pagi hari, tetapi juga menyimpan segudang manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Penggunaan ampas atau bubuk kopi murni sebagai perawatan kulit alami kini semakin populer di kalangan wanita maupun pria. Salah satu cara paling efektif dan memanjakan diri untuk memanfaatkannya adalah dengan membuat lulur dari kopi.

Kandungan antioksidan yang sangat tinggi serta teksturnya yang secara alami sedikit kasar membuat kopi menjadi agen eksfoliasi (pengelupasan) alami yang sangat baik. Eksfoliasi secara rutin sangat penting untuk mengangkat penumpukan kotoran, debu, dan sel kulit mati di permukaan kulit. Jika dibiarkan menumpuk, sel kulit mati inilah yang sering kali membuat kulit terlihat kusam, kering, dan teksturnya terasa kasar saat disentuh.

Selain mengandalkan lulur berbahan dasar alami seperti kopi, kamu juga dapat memaksimalkan kesehatan kulit dengan menggunakan berbagai produk perawatan kulit seperti losion tubuh atau serum yang aman dan terdaftar di BPOM. Pemakaian lulur kopi yang diimbangi dengan perawatan pelembap dari luar akan memberikan hasil kulit yang cerah secara maksimal dan mencegah penuaan dini pada kulit.

Nah, mau tahu apa saja manfaat tersembunyi dari kopi dan bagaimana cara membuat lulur dari kopi yang tepat agar kulit jadi lebih cerah bersinar? Berikut ulasan selengkapnya!

Manfaat Lulur dari Kopi untuk Kulit

Sebelum kita membahas cara pembuatannya, sangat penting untuk memahami mengapa kopi begitu bermanfaat saat diaplikasikan ke kulit. Berikut adalah deretan manfaat utamanya:

1. Mengangkat Sel Kulit Mati Secara Efektif

Tekstur butiran bubuk kopi bertindak sebagai scrub atau eksfolian fisik alami yang ampuh. Saat digosokkan secara perlahan ke tubuh, butiran ini akan mengangkat kotoran membandel, minyak berlebih (sebum), dan lapisan sel kulit mati terluar. Proses ini merangsang regenerasi sel kulit baru yang lebih sehat. Hasilnya, kulit tidak hanya terlihat lebih cerah, tetapi juga akan terasa jauh lebih lembut dan halus seketika setelah dibilas.

2. Melancarkan Sirkulasi dan Aliran Darah

Kandungan utama yang membuat kopi begitu istimewa adalah kafein. Ketika kamu mengoleskan dan memijat lulur kopi ke permukaan kulit, kafein tersebut akan merangsang aliran darah di area yang digosok. Sirkulasi darah yang lancar ini membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke sel-sel kulit, yang pada akhirnya akan membuat kulit tampak lebih sehat, merona, dan memancarkan kilau alami (glowing).

3. Menyamarkan Tampilan Selulit

Banyak produk perawatan tubuh di pasaran yang menjanjikan penghilangan selulit menjadikan kafein sebagai bahan utamanya. Kafein yang diaplikasikan secara topikal (dioles) dapat membantu melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah secara keseluruhan. Hal ini secara temporer dapat mengurangi penumpukan cairan dan mengencangkan kulit, sehingga tampilan selulit atau stretch mark menjadi lebih samar.

4. Kaya Akan Antioksidan Pencegah Penuaan

Kopi sangat kaya akan antioksidan, terutama asam klorogenat (chlorogenic acid). Antioksidan ini bekerja sangat keras untuk melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, polusi, dan paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Perlindungan ini sangat krusial dalam mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kerutan halus, bintik hitam (hiperpigmentasi), dan kulit yang mengendur.

Tips Aman Saat Mengeksfoliasi Kulit Menggunakan Kopi
  1. Pastikan kamu menggunakan bubuk kopi murni yang digiling halus (seperti kopi tubruk murni), bukan kopi instan yang sudah dicampur dengan gula, krimer, atau perasa buatan.
  2. Lakukan gerakan memijat dengan lembut. Jangan pernah menggosok terlalu keras, karena butiran kopi bisa menyebabkan abrasi mikro (luka gores kecil) yang memicu iritasi dan kemerahan pada kulit.
  3. Lakukan perawatan lulur eksfoliasi cukup 1 hingga maksimal 2 kali saja dalam seminggu untuk menjaga skin barrier (pelindung alami kulit) tetap sehat.

Cara Membuat Lulur dari Kopi di Rumah

Membuat lulur kopi sendiri (DIY) di rumah tidak hanya hemat biaya, tetapi juga memastikan kamu terhindar dari bahan kimia tambahan seperti pengawet atau pewangi buatan. Berikut adalah beberapa racikan lulur kopi yang bisa kamu coba sesuai dengan kebutuhan kulit:

1. Lulur Kopi dan Minyak Zaitun (Untuk Kulit Kering)

Minyak zaitun (olive oil) mengandung vitamin E dan pelembap alami yang sangat tinggi. Kombinasi ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki keluhan kulit kering atau bersisik.
Cara Membuat: Campurkan 3 sendok makan bubuk kopi murni dengan 2 sendok makan minyak zaitun extra virgin. Aduk merata hingga teksturnya menyerupai pasta kental yang sedikit basah. Balurkan campuran ini ke seluruh tubuh, fokuskan pada area yang kasar seperti siku, lutut, dan tumit. Gosok melingkar perlahan selama 3-5 menit, lalu diamkan 10 menit sebelum dibilas bersih dengan air hangat.

2. Lulur Kopi dan Madu (Untuk Kulit Sensitif & Berjerawat)

Madu murni memiliki sifat antibakteri alami, anti-inflamasi, dan humektan (menarik air ke dalam kulit). Ini adalah pilihan ideal jika kulit tubuhmu rentan terhadap jerawat punggung (bacne) atau cukup sensitif.
Cara Membuat: Siapkan 2 sendok makan bubuk kopi dan campurkan dengan 2 sendok makan madu murni. Jika campurannya terlalu lengket, kamu bisa menambahkan sedikit air mawar. Oleskan pada tubuh secara merata, pijat perlahan, lalu biarkan menutrisi kulit selama 15 menit sebelum membilasnya hingga bersih.

3. Lulur Kopi, Gula Merah, dan Minyak Kelapa (Eksfoliasi Ekstra)

Jika kamu membutuhkan eksfoliasi yang lebih mendalam untuk mengatasi tekstur kulit yang sangat kasar, tambahan gula merah adalah solusinya. Gula merah mengandung asam glikolat yang juga membantu mencerahkan.
Cara Membuat: Campur 2 sendok makan kopi bubuk, 1 sendok makan gula merah halus, dan 2 sendok makan minyak kelapa murni (VCO). Aduk hingga rata. Lulurkan pada tubuh yang setengah basah (saat mandi), gosok perlahan, kemudian bilas dengan sabun mandi seperti biasa.

Apabila setelah mencoba bahan-bahan alami di atas kulitmu justru mengalami ruam merah menetap, gatal parah, atau rasa terbakar yang tak kunjung hilang, sebaiknya segera hentikan pemakaian. Jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter kulit melalui layanan medis digital agar kamu mendapatkan penanganan dan resep yang aman, terutama jika kamu memiliki riwayat eksim atau dermatitis.

Perawatan Setelah Menggunakan Lulur Kopi

Proses merawat kulit tidak berhenti setelah kamu selesai membilas lulur. Eksfoliasi akan mengangkat sel kulit mati yang sekaligus bisa mengikis sedikit minyak alami kulit. Oleh karena itu, langkah setelah luluran sangatlah penting.

1. Gunakan Body Lotion atau Body Butter

Segera setelah mandi (saat kulit masih terasa sedikit lembap/damp), aplikasikan losion tubuh atau body butter secara merata. Ini berguna untuk mengunci hidrasi kembali ke dalam pori-pori yang sudah bersih. Pilih produk yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, atau lidah buaya.

2. Lindungi dengan Tabir Surya (Sunscreen)

Kulit yang baru saja dieksfoliasi akan jauh lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika kamu melakukan lulur di pagi atau siang hari dan harus beraktivitas di luar ruangan, wajib hukumnya untuk mengoleskan sunscreen atau sunblock tubuh dengan SPF minimal 30 untuk mencegah kulit kembali kusam dan belang.

Studi Mengenai Manfaat Kopi untuk Kulit

Journal of Cosmetic Dermatology pernah menerbitkan sebuah studi komprehensif yang mengkaji aplikasi topikal kosmetik dari kopi. Studi tersebut menjelaskan bahwa asam kafeat dan polifenol, yang merupakan senyawa bioaktif antioksidan dalam kopi, terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan sintesis kolagen dan secara signifikan mengurangi tanda-tanda penuaan dini pada sel kulit manusia.

Studi klinis ini juga menunjukkan bahwa mengoleskan ekstrak kopi atau ampas kopi tidak hanya memberikan efek eksfoliasi fisik yang membersihkan kulit dari luar. Lebih dari itu, senyawa-senyawa di dalamnya menyerap dan memberikan perlindungan seluler dari kerusakan yang diinduksi oleh radikal bebas (oksidatif) dan paparan sinar ultraviolet (UV), membuat kopi menjadi bahan yang sangat bernilai dalam industri dermatologi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Journal of Cosmetic Dermatology. Diakses pada 2024. Cosmetic applications of coffee.
Healthline. Diakses pada 2024. Does Coffee Have Skincare Benefits?
Medical News Today. Diakses pada 2024. Eight ways to use coffee on the skin, scalp, and hair.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2024. How to safely exfoliate at home.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Skin care: 5 tips for healthy skin.

FAQ

1. Apakah lulur dari kopi aman diaplikasikan ke wajah?

Bisa saja, namun kamu harus sangat berhati-hati. Kulit wajah secara anatomis jauh lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan kulit tubuh. Jika ingin menggunakannya di wajah, pastikan menggunakan bubuk kopi yang digiling ekstra halus dan jangan pernah menggosoknya dengan kuat karena bisa menyebabkan kulit wajah lecet, iritasi, atau memperparah jerawat yang sedang meradang.

2. Apakah lulur kopi bisa menghilangkan bekas luka?

Lulur kopi tidak bisa menghilangkan bekas luka secara langsung atau instan. Namun, dengan eksfoliasi rutin (1-2 kali seminggu), kopi membantu mempercepat pergantian sel-sel kulit baru (cell turnover). Seiring berjalannya waktu, proses ini dapat membantu menyamarkan hiperpigmentasi ringan atau bekas luka yang menghitam sehingga kulit tampak lebih merata warnanya.

3. Berapa lama campuran lulur kopi DIY bisa disimpan?

Karena lulur racikan mandiri ini tidak menggunakan bahan pengawet buatan, sangat disarankan untuk meraciknya setiap kali kamu ingin menggunakannya (sekali pakai langsung habis). Jika tersisa, campuran kopi dan minyak (tanpa air) bisa disimpan di dalam wadah kedap udara di dalam kulkas dan dapat bertahan maksimal selama 1 hingga 2 minggu.

4. Bisakah ampas kopi sisa minuman digunakan untuk lulur?

Tentu saja bisa! Ampas kopi hitam sisa seduhan pagi harimu adalah bahan yang sempurna untuk lulur. Namun, pastikan kopi yang kamu seduh sebelumnya adalah kopi hitam murni yang belum dicampur dengan kental manis, gula tebu, krimmer, atau sirup perasa, agar tidak menimbulkan efek lengket atau reaksi tak diinginkan pada kulit tubuh.