• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah Anak Terkena Gastroenteritis Akut
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah Anak Terkena Gastroenteritis Akut

Cara Mencegah Anak Terkena Gastroenteritis Akut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 April 2021
Cara Mencegah Anak Terkena Gastroenteritis Akut

Halodoc, Jakarta - Gastroenteritis adalah peradangan lambung dan usus menyebabkan diare, muntah, mual, dan gejala gangguan pencernaan lainnya. Penyebab gastroenteritis yang paling yang paling umum pada anak-anak adalah virus, bakteri (keracunan makanan), dan parasit usus.

Banyak anak mengalami lebih dari satu episode gastroenteritis dalam satu tahun. Tingkat keparahannya bisa berkisar dari sakit perut ringan selama satu atau dua hari dengan beberapa diare ringan, hingga diare parah dan sakit (muntah) selama beberapa hari atau lebih. Lantas, bisakah gastroenteritis pada anak dicegah?

Baca juga: 3 Gejala Gastroenteritis yang Dapat Terjadi pada Anak

Vaksin dan Kebiasaan Bersih Bisa Cegah Gastroenteritis pada Anak

Penyakit gastroenteritis sebaiknya dicegah daripada diobati. Pencegahan dini, yaitu dengan pemberian vaksin rotavirus sejak anak masih bayi. Vaksin rotavirus terbukti melindungi anak-anak dari 85 persen hingga 98 persen penyakit parah akibat rotavirus. 

Vaksin hepatitis A secara universal direkomendasikan untuk semua balita usia 12 hingga 23 bulan (dan dosis lanjutan dari vaksin ini untuk balita dan anak-anak yang lebih besar). Selain itu, untuk mencegah gastroenteritis pada anak dan semua anggota keluarga di rumah, perlu melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet, setelah mengganti popok, dan setelah merawat anak yang diare. 
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, terutama setelah mengolah daging mentah. 
  • Cuci pakaian kotor bekas diare dengan deterjen dan pemutih klorin. Jika permukaan kamar mandi terkontaminasi tinja, seka dengan pembersih rumah tangga berbahan dasar klorin. 
  • Masak semua daging secara menyeluruh sebelum menyajikannya untuk keluarga, dan sisa makanan dalam lemari es dalam waktu dua jam. 

Baca juga: Rotavirus Penyebab Diare pada Bayi, Benarkah?

  • Pastikan tidak memindahkan makanan yang sudah dimasak ke piring yang belum dicuci bekas daging mentah. 
  • Cuci meja dapur dan peralatan makan dengan seksama setelah digunakan untuk menyiapkan daging. 
  • Jangan konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, sari apel yang tidak dipasteurisasi, atau air yang tidak dimasak.
  • Jika bepergian ke daerah yang sanitasinya buruk, pastikan keluar hanya minum air kemasan. Hindari makan es, sayuran mentah, sayuran mentah, atau buah yang belum dikupas sendiri. 
  • Jika menitipkan anak ke day care, pastikan semua petugas penitipan anak sering mencuci tangan. Terutama setelah mengganti popok kotor dan sebelum menyiapkan makanan. Periksakan apakah day care menjalani rekomendasi standar dokter anak untuk menangani diare. 

Kapan Si Kecil Harus Dibawa Ke Dokter?

Ayah dan ibu tidak perlu memberikan obat untuk menghentikan diare pada anak di bawah 12 tahun. Obat umumnya tidak aman untuk diberikan kepada anak, karena bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Namun, parasetamol atau ibuprofen bisa diberikan untuk meredakan demam atau sakit kepala akibat gastroenteritis. 

Baca juga: Dikenal Sebagai Muntaber, Apa Itu Gastroenteritis?

Hubungi dokter anak melalui aplikasi Halodoc segera setiap kali bayi berusia kurang dari 2 bulan mengalami gejala gastroenteritis. Untuk anak yang lebih besar dengan diare dan muntah, hubungi dokter jika anak mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Kotoran mengandung darah atau nanah, atau kotoran yang berbau busuk.
  • Dehidrasi.
  • Darah dan empedu (cairan kehijauan) saat anak muntah.
  • Sakit perut yang parah atau perut membuncit.
  • Warna kulit dan bagian putih mata menguning. 
  • Baru saja bepergian ke negara atau daerah yang sanitasinya buruk. 
  • Kondisi medis kronis, terutama kondisi yang melemahkan sistem kekebalan.

Hubungi dokter segera jika anak sedang minum obat oral atau kondisi medis kronis dan terlalu mual untuk menelan obat atau muntah setelah meminumnya. Sebaiknya jangan melewatkan dosis obat-obatan yang direkomendasikan dokter. Jangan juga mengulangi dosis obat yang dimuntahkan Si Kecil. 

Referensi:
Patient. Diakses pada 2021. Gastroenteritis in Children
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. Gastroenteritis In Children
Kids Health. Diakses pada 2021. Gastroenteritis In Children