Ad Placeholder Image

Cara Mengatasi Breath Holding Spell Saat Anak Berhenti Napas

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Breath Holding Spell: Penyebab, Jenis, & Cara Mengatasi

Cara Mengatasi Breath Holding Spell Saat Anak Berhenti NapasCara Mengatasi Breath Holding Spell Saat Anak Berhenti Napas

Breath holding spell adalah kondisi refleks yang sering kali menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang tua saat melihat buah hati mereka tiba-tiba berhenti bernapas. Fenomena ini biasanya terjadi pada anak-anak dalam rentang usia 6 bulan hingga 6 tahun. Meskipun terlihat menakutkan, secara medis kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak maupun perkembangan anak.

Pengertian Breath Holding Spell Adalah Kondisi Refleksif

Breath holding spell adalah sebuah respons tubuh yang terjadi secara tidak sadar atau bersifat involunter sebagai reaksi terhadap emosi yang kuat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa marah, frustrasi, kaget, atau rasa sakit fisik yang muncul secara tiba-tiba. Anak tidak secara sengaja menahan napas untuk memanipulasi keadaan, melainkan karena adanya refleks saraf otonom yang bekerja.

Kejadian ini paling sering ditemukan pada masa balita ketika anak sedang belajar untuk mengenali dan mengelola emosi mereka yang sedang berkembang. Seiring dengan kematangan sistem saraf dan kemampuan komunikasi yang lebih baik, frekuensi serangan biasanya akan berkurang. Sebagian besar anak akan berhenti mengalami episode ini sepenuhnya saat mereka mencapai usia sekitar 6 atau 7 tahun.

Tipe-Tipe Breath Holding Spell pada Anak

Dalam dunia medis, kondisi ini diklasifikasikan menjadi dua tipe utama berdasarkan gejala fisik yang tampak pada anak saat episode berlangsung. Tipe pertama adalah sianotik atau tipe kebiruan yang paling umum terjadi. Episode ini biasanya dipicu oleh emosi kuat seperti kemarahan karena keinginan anak tidak terpenuhi atau rasa frustrasi yang mendalam.

Anak biasanya akan menangis dengan sangat keras sebelum akhirnya berhenti bernapas dalam posisi membuang napas. Hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun sementara sehingga wajah dan bibir anak tampak berubah warna menjadi kebiruan. Setelah beberapa saat, refleks pernapasan akan kembali normal dan warna kulit akan pulih seperti semula.

Tipe kedua adalah pallid atau tipe pucat yang lebih jarang terjadi dibandingkan tipe sianotik. Pemicu utama tipe ini biasanya adalah rasa sakit yang mendadak atau rasa kaget yang sangat luar biasa, seperti saat terjatuh atau terbentur. Anak mungkin tidak mengeluarkan suara tangisan sama sekali atau hanya menangis sangat singkat sebelum kemudian berhenti bernapas.

Pada tipe pallid, denyut jantung anak dapat melambat secara drastis untuk sementara waktu yang menyebabkan kulit berubah menjadi sangat pucat. Anak sering kali kehilangan kesadaran atau pingsan dalam durasi yang sangat singkat. Meskipun terlihat lebih mengkhawatirkan karena perubahan warna kulit yang drastis, tipe ini juga umumnya tidak meninggalkan dampak medis yang permanen.

Gejala yang Muncul Saat Breath Holding Spell Terjadi

Orang tua perlu mengenali tanda-tanda spesifik yang muncul agar tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan. Berikut adalah beberapa gejala yang umum ditemukan selama episode berlangsung:

  • Anak berhenti bernapas secara mendadak selama kurang lebih 30 hingga 60 detik setelah menangis atau terkejut.
  • Terjadi perubahan warna kulit pada area wajah, terutama di sekitar bibir, menjadi kebiruan atau sangat pucat.
  • Tubuh anak dapat terlihat menjadi kaku atau terkadang justru menjadi sangat lemas secara tiba-tiba.
  • Dapat muncul gerakan otot yang menyentak atau sentakan kecil yang menyerupai kejang ringan sesaat setelah anak kehilangan kesadaran.
  • Anak akan kembali menarik napas secara normal dan sadar sepenuhnya dalam waktu kurang dari satu menit tanpa memerlukan bantuan medis darurat.

Penyebab dan Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Penyebab pasti mengapa beberapa anak mengalami kondisi ini sementara yang lain tidak masih terus dipelajari oleh para ahli kesehatan. Namun, terdapat kaitan erat antara kejadian ini dengan sensitivitas sistem saraf otonom dalam merespons rangsangan emosional atau fisik. Faktor genetik juga sering kali berperan, di mana terdapat riwayat kondisi serupa dalam keluarga dekat.

Penelitian medis juga menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi breath holding spell dengan kondisi anemia defisiensi besi pada anak. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi ambang batas refleks tubuh dalam menahan napas. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar zat besi dalam darah sering kali menjadi langkah diagnostik awal yang disarankan oleh dokter spesialis anak.

Langkah Penanganan bagi Orang Tua Saat Anak Mengalami Episode

Tetap tenang adalah kunci utama dalam menghadapi situasi ini agar langkah penyelamatan dapat dilakukan dengan objektif. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan anak berada di tempat yang aman dan menjauhkannya dari benda-benda tajam atau keras. Baringkan tubuh anak di atas permukaan yang rata seperti lantai yang bersih atau tempat tidur untuk membantu aliran darah menuju otak.

Orang tua sangat dilarang melakukan tindakan yang dapat membahayakan anak selama episode berlangsung. Jangan memberikan napas buatan atau resusitasi jantung paru karena sistem pernapasan anak akan kembali bekerja secara otomatis. Hindari menyemprotkan air ke wajah atau memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak karena berisiko menyebabkan tersedak atau cedera jaringan lunak.

Upaya Pencegahan dan Waktu Tepat Menghubungi Tenaga Medis

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali pola pemicu emosi anak secara lebih mendalam. Menghindari situasi yang membuat anak terlalu lelah atau terlalu lapar dapat membantu menjaga stabilitas emosinya. Memberikan dukungan emosional dan pengalihan perhatian saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi dapat menjadi langkah preventif yang efektif.

Konsultasi medis dengan dokter spesialis anak sangat disarankan jika ditemukan beberapa kondisi berikut:

  • Episode terjadi pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan.
  • Serangan terjadi tanpa adanya pemicu yang jelas seperti rasa kaget atau amarah.
  • Durasi kehilangan kesadaran berlangsung lebih lama dari satu menit.
  • Frekuensi serangan meningkat drastis atau terjadi beberapa kali dalam satu hari.
  • Anak menunjukkan gejala kebingungan atau lemas yang sangat lama setelah episode berakhir.

Pemeriksaan medis bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan kesehatan lain yang memiliki gejala serupa, seperti epilepsi atau kelainan irama jantung. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan berupa tes darah lengkap atau pemeriksaan aktivitas listrik otak (EEG) jika diperlukan berdasarkan penilaian klinis.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Praktis

Breath holding spell adalah fenomena transisi dalam tahap perkembangan emosional anak yang bersifat sementara. Pengetahuan yang akurat mengenai kondisi ini dapat membantu orang tua dalam mengelola kecemasan saat menghadapi episode yang terjadi. Fokus utama penanganan adalah menjaga keamanan fisik anak dan memberikan dukungan lingkungan yang tenang selama masa penyembuhan.

Bagi orang tua yang membutuhkan panduan lebih rinci atau ingin melakukan konsultasi mengenai kondisi kesehatan anak, layanan kesehatan melalui Halodoc dapat menjadi solusi yang tepat. Diskusi dengan dokter ahli dapat memberikan kepastian medis serta rekomendasi suplemen atau tindakan lebih lanjut jika ditemukan indikasi medis seperti anemia. Memantau tumbuh kembang anak secara berkala tetap menjadi langkah terbaik dalam menjaga kesehatan buah hati secara menyeluruh.