• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mengatasi Campak pada Ibu Hamil

4 Cara Mengatasi Campak pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Campak merupakan penyakit anak-anak yang sangat menular yang disebabkan oleh paramyxovirus dan ditandai oleh demam, bintik-bintik putih di dalam mulut, pilek, batuk, mata merah, dan ruam kulit yang menyebar. Sebenarnya infeksi campak sudah langka, karena kebanyakan orang terlindungi jika telah mendapatkan vaksin MMR (campak, gondong, dan rubella). 

Pada wanita hamil, campak tidak menyebabkan cacat lahir pada bayi yang sedang dikandung. Namun, campak kemungkinan berisiko tinggi menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Untuk itu, ibu perlu waspada agar tidak terjangkit penyakit ini, terutama saat sedang hamil.

Baca juga: Hati-Hati Kalau Ibu Hamil Kena Campak

Hal yang Perlu Bumil Lakukan Jika Terinfeksi Campak

Ibu hamil perlu tahu bagaimana cara menghadapi atau mengatasi campak saat hamil, ingatlah beberapa hal berikut:

1. Lakukan Tes Darah

Jika ibu tidak tahu apakah terinfeksi campak atau sudah divaksinasi, sebaiknya lakukan tes darah (lebih baik sebelum berencana hamil) untuk mengetahui dengan pasti. Memang sebaiknya sebelumnya ibu mendapatkan vaksin campak setidaknya satu bulan sebelum hamil. 

2. Bicarakan pada Dokter

Jika ibu khawatir terpapar virus saat hamil, sebaiknya bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc tentang mendapatkan suntikan imunoglobulin untuk mencegah campak. Pasalnya, ibu tidak akan bisa mendapatkan vaksin MMR selama kehamilan. 

3. Tidak Keluar Rumah Jika Terlanjur Terinfeksi Campak

Apabila ibu mengalami campak selama hamil, sebaiknya beristirahat dan jangan keluar rumah setidaknya empat hari setelah munculnya ruam di kulit. Ini untuk menghindari penyebaran virus ke orang lain. Ibu juga harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air, mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh, menutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk dan bersin, hingga menghindari berbagai minuman dan peralatan dengan anggota keluarga lainnya. 

Baca juga: Ini 4 Tanda-Tanda Kehamilan yang Terkena Rubella

4. Jalani Pengobatan

Sementara itu, pengobatan campak yang dilakukan oleh ibu hamil akan melibatkan terapi suportif. Sebab, tidak ada obat antivirus untuk mengobati infeksi campak jika sudah terjadi. Karena meningkatnya risiko komplikasi, wanita hamil dengan campak memerlukan pemantauan dan penilaian fungsi paru-paru. 

Penularan dan Gejala Campak saat Hamil

Virus ini sangat menular dan hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Virus ini sering menyebar dari orang ke orang melalui batuk dan bersin, dan dapat tetap di udara dan menular hingga dua jam. Saat seseorang mengalami campak, ia menular dari empat hari sebelum sampai empat hari setelah munculnya ruam.

Gejala campak yang paling umum terjadi adalah demam, kelelahan, batuk, pilek, mata gatal atau merah, bintik-bintik koplik (lesi putih di pipi bagian dalam), dan muncul ruam. Diperlukan waktu antara tujuh dan 21 hari sejak ibu terpapar virus campak sebelum gejala penyakit muncul.

Baca juga: Waspada Penularan Virus Campak pada Si Kecil

Jika ibu telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR, kemungkinan besar ibu kebal terhadap campak. Jika pemeriksaan rubella yang dilakukan secara rutin pada kehamilan adalah positif, kemungkinan besar ibu kebal terhadap campak. Apabila ibu tidak yakin dan sedang bepergian ke daerah dengan wabah aktif, dokter dapat mengagendakan tes darah untuk melihat apakah ibu kebal terhadap campak.

Setelah itu, jika ibu sudah melakukan persalinan, jangan lupa untuk mengikuti anjuran dokter untuk memberikan vaksin pada anak. Lakukan vaksin secara rutin dan berkala sesuai jadwal dan usia pertumbuhan anak. Sebab, cara yang paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan mendapatkan vaksin MMR. Vaksin MMR diberikan dua kali, yaitu pada usia 13 bulan dan pada usia 5-6 tahun. 

Referensi:
What to Expect. Diakses pada 2020. Measles During Pregnancy.
Penn Medicine. Diakses pada 2020. Measles in Pregnancy: Frequently Asked Questions.