Ad Placeholder Image

Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Susah Keluar Secara Aman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Mata Kelilipan Susah Keluar? Ini Cara Ampuh Mengatasinya!

Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Susah Keluar Secara AmanCara Mengatasi Mata Kelilipan yang Susah Keluar Secara Aman

DAFTAR ISI


Hampir semua orang pasti pernah merasakan sensasi tidak nyaman akibat mata kelilipan. Kelilipan adalah kondisi medis ringan di mana masuknya partikel atau benda asing ke dalam mata, seperti debu, bulu mata yang rontok, pasir, serangga kecil, atau bahkan serpihan kaca dan logam. Meskipun secara alami mata memiliki mekanisme pertahanan berupa kelopak mata, bulu mata, dan produksi air mata, ada kalanya benda asing berhasil masuk dan tersangkut di area konjungtiva atau kornea mata.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Secara naluriah, kamu mungkin ingin langsung mengucek mata saat terasa ada yang mengganjal. Namun, tahukah kamu bahwa mengucek mata saat kelilipan justru bisa memicu bahaya yang lebih besar? Gesekan antara benda asing dengan permukaan bola mata dapat menyebabkan abrasi kornea, yaitu luka goresan pada lapisan terluar mata. Luka ini tidak hanya memicu rasa perih yang intens, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi mata parah atau ulkus kornea.

Maka dari itu, penanganan pertama yang tepat sangatlah krusial. Alih-alih panik dan menguceknya, ada beberapa langkah medis sederhana yang aman untuk mengeluarkan partikel penyebab kelilipan. Jika iritasi ringan masih terasa setelah benda asing keluar, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan tetes mata atau artificial tears yang membantu menenangkan permukaan bola matamu.

Nah, mau tahu apa saja cara aman untuk mengatasi mata kelilipan yang membandel dan susah keluar? Berikut ulasan lengkap dan langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah!

Cara Aman Mengatasi Kelilipan yang Susah Keluar

Saat menyadari ada partikel asing di dalam mata, langkah pertama adalah menjaga ketenangan. Jangan langsung memasukkan jari ke dalam mata. Cuci tanganmu menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu untuk mencegah perpindahan bakteri. Setelah tangan dipastikan bersih, cobalah beberapa langkah aman di bawah ini.

1. Kedipkan Mata Secara Cepat

Berkedip adalah cara paling natural dan refleks alami tubuh untuk membersihkan mata. Saat kamu berkedip secara cepat dan berulang, kelenjar air mata akan dirangsang untuk memproduksi lebih banyak air mata. Aliran air mata ini berfungsi seperti sistem bilas alami yang dapat membawa benda asing, seperti debu atau bulu mata, keluar dari bola mata menuju sudut mata. Setelah partikel berada di sudut mata dekat hidung, kamu bisa mengambilnya perlahan menggunakan ujung tisu bersih.

2. Tarik Kelopak Mata Atas

Jika benda asing terasa tersangkut di bagian atas bola mata dan tidak kunjung keluar meski sudah berkedip, cobalah teknik menarik kelopak mata. Tarik kelopak mata bagian atas secara perlahan ke arah luar dan bawah, menutupi kelopak mata bagian bawah. Tahan posisi ini selama beberapa detik. Saat kelopak mata atas kembali ke posisi semula, gesekan alami dari bulu mata bagian bawah dapat membantu menyapu benda asing yang menempel di bagian dalam kelopak mata atas. Cara ini sangat efektif untuk debu halus yang membandel.

3. Bilas Mata dengan Air Bersih atau Cairan Saline

Membilas mata atau irigasi adalah salah satu metode pertolongan pertama paling direkomendasikan secara medis. Gunakan air mengalir yang bersih, air matang yang sudah didinginkan, atau lebih ideal lagi, gunakan cairan pembersih mata (cairan saline) yang steril. Caranya, miringkan kepalamu dan alirkan cairan dari sudut mata bagian dalam (dekat hidung) ke arah luar. Pastikan mata tetap terbuka saat cairan mengalir agar partikel benar-benar terbilas. Lakukan proses ini selama kurang lebih 10 hingga 15 menit jika dicurigai benda asing mengandung zat kimiawi ringan.

4. Gunakan Cotton Bud yang Dibasahi

Metode ini hanya boleh dilakukan jika benda asing terlihat sangat jelas menempel di bagian putih mata (sklera) atau bagian dalam kelopak mata, dan bukan di bagian hitam mata (kornea). Basahi ujung cotton bud atau kapas bersih dengan air steril. Angkat kelopak mata, lalu sentuh benda asing secara perlahan menggunakan cotton bud tersebut. Ingat, jangan pernah menyeka atau menggosok! Cukup tempelkan ujung kapas dengan harapan partikel tersebut akan menempel ke kapas dan terangkat dari mata.

Hal yang Pantang Dilakukan Saat Kelilipan
  1. Jangan pernah mengucek mata, karena ini adalah penyebab utama kornea mata tergores (abrasi kornea).
  2. Jangan menggunakan instrumen tajam seperti pinset, penjepit, atau tusuk gigi untuk mengambil benda asing di mata.
  3. Hindari melepaskan lensa kontak dengan paksa jika benda asing terasa tersangkut di bawahnya. Bilas terlebih dahulu dengan air atau cairan saline sebelum mencoba mencopot lensa kontak.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kelilipan umumnya bisa diatasi sendiri secara mandiri, ada beberapa situasi gawat darurat di mana benda asing tidak boleh dikeluarkan sendiri karena berisiko merusak penglihatan secara permanen. Jika kamu mendapati tanda-tanda bahaya (red flags), ini adalah momen yang tepat untuk segera mencari bantuan medis profesional.

1. Benda Asing Menancap pada Bola Mata

Jika kelilipan disebabkan oleh serpihan kaca, logam, atau kail pancing yang menusuk dan menancap di bola mata, jangan pernah mencoba mencabutnya sendiri. Mencabut benda yang menancap dapat menarik jaringan mata dan merobeknya. Tutup matamu dengan pelindung seperti gelas kertas yang direkatkan dengan selotip (agar tidak tertekan), lalu segera meluncur ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

2. Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Apabila mata kelilipan benda berbentuk cair atau bubuk kimia (seperti cairan pembersih toilet, asam keras, atau pemutih pakaian), ini merupakan kondisi gawat darurat. Langsung bilas mata dengan air mengalir selama 15-20 menit berturut-turut tanpa jeda, kemudian segera periksakan diri ke rumah sakit. Paparan kimia dapat menyebabkan luka bakar kimiawi yang merusak struktur mata dengan sangat cepat.

3. Gejala Memburuk Setelah Benda Keluar

Kadang kala, benda asing sudah berhasil dikeluarkan, tetapi rasa mengganjal, nyeri berdenyut, atau kemerahan pada mata justru semakin parah. Kondisi ini sering kali menandakan bahwa kornea telah mengalami goresan yang cukup dalam atau mulai terjadi peradangan. Penglihatan yang mendadak kabur, mata yang sangat sensitif terhadap cahaya (fotofobia), atau keluarnya cairan bernanah adalah tanda bahaya. Jangan tunda, kamu harus konsultasi ke dokter Halodoc sesegera mungkin agar dokter spesialis mata dapat memberikan evaluasi klinis dan meresepkan antibiotik bila diperlukan.

Studi Terkait Penanganan Benda Asing di Mata

National Center for Biotechnology Information (NCBI) mempublikasikan jurnal medis yang menyatakan bahwa abrasi kornea merupakan cedera mata yang paling umum terjadi di unit gawat darurat, yang sebagian besar diakibatkan oleh partikel asing yang terperangkap di bawah kelopak mata atau kebiasaan mengucek mata yang agresif.

Studi tersebut menggarisbawahi pentingnya irigasi air mata yang memadai (membilas mata dengan cairan saline) sebagai langkah pertama yang paling krusial. Selain itu, ditekankan pula bahwa penanganan awal yang terlambat atau penanganan yang salah pada kondisi kelilipan dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus kornea (luka terbuka pada kornea) hingga 30%, terutama pada kasus yang melibatkan serpihan organik seperti potongan kayu atau serpihan daun.

Jika pertolongan pertama di atas sudah dilakukan dan matamu kembali terasa nyaman, usahakan untuk mengistirahatkan mata sejenak dari layar gawai dan hindari paparan debu berlebih. Selalu ingat untuk menggunakan kacamata pelindung atau helm dengan visor saat berkendara motor untuk mencegah kelilipan di kemudian hari.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Foreign object in the eye: First aid.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Corneal Abrasion and Erosion.
WebMD. Diakses pada 2024. Eye Injuries: First Aid.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Object in Your Eye.
National Institutes of Health (NCBI). Diakses pada 2024. Corneal Abrasions and Foreign Bodies.

FAQ

1. Apakah boleh meniup mata yang kelilipan?

Meniup mata yang kelilipan sangat tidak disarankan secara medis. Hembusan napas dari mulut mengandung ribuan bakteri yang bisa berpindah ke permukaan mata yang sedang rentan. Alih-alih meniup, jauh lebih aman dan efektif jika mata dibilas menggunakan air steril yang mengalir.

2. Berapa lama rasa mengganjal di mata hilang setelah benda asing keluar?

Biasanya, rasa mengganjal akibat sisa iritasi ringan akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 jam setelah partikel berhasil dikeluarkan. Namun, jika terjadi goresan kecil pada kornea (abrasi), sensasi tidak nyaman mungkin masih terasa selama 24 hingga 48 jam dan membutuhkan obat tetes mata pelumas.

3. Mengapa tidak boleh menggunakan pinset untuk mengambil benda di mata?

Permukaan bola mata sangatlah lunak dan licin. Menggunakan benda keras, apalagi tajam seperti pinset, sangat berisiko membuat gerakan yang tidak disengaja dan justru menusuk bola mata. Cedera akibat instrumen tajam bisa menyebabkan kerusakan saraf optik, robekan sklera, hingga ancaman kebutaan permanen.

4. Apakah aman menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas saat kelilipan?

Ya, menggunakan obat tetes mata berjenis air mata buatan (artificial tears) sangat aman dan dianjurkan untuk melumasi mata serta membilas benda asing berukuran kecil. Namun, hindari tetes mata yang mengandung steroid atau tetes mata untuk mengatasi kemerahan jika kamu tidak mengetahui secara pasti tingkat keparahan goresan di matamu tanpa anjuran dokter.