Ad Placeholder Image

Cara Mengenali Gejala Bayi Tumbuh Gigi, Ibu Wajib Tahu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Mei 2026

Gejala Bayi Tumbuh Gigi: Jangan Panik, Ini Cirinya

Cara Mengenali Gejala Bayi Tumbuh Gigi, Ibu Wajib Tahu!Cara Mengenali Gejala Bayi Tumbuh Gigi, Ibu Wajib Tahu!

Memahami Gejala Bayi Tumbuh Gigi: Tanda dan Cara Mengatasi Ketidaknyamanan

Proses tumbuh gigi merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan bayi. Namun, tahapan ini sering kali disertai dengan berbagai gejala tidak nyaman yang dapat membuat bayi rewel dan orang tua khawatir. Mengenali gejala bayi tumbuh gigi sangat penting agar orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat untuk meredakan ketidaknyamanan.

Secara umum, gejala yang muncul meliputi gusi bengkak dan kemerahan, peningkatan produksi air liur, keinginan untuk menggigit benda, perubahan suasana hati seperti rewel, kesulitan tidur, penurunan nafsu makan, hingga demam ringan atau menarik-narik telinga.

Apa Itu Tumbuh Gigi pada Bayi?

Tumbuh gigi atau erupsi gigi adalah proses alami ketika gigi susu pertama mulai menembus gusi. Proses ini biasanya dimulai ketika bayi berusia sekitar 4 hingga 7 bulan, meskipun ada variasi individual yang memungkinkan gigi pertama muncul lebih cepat atau lebih lambat. Gigi yang pertama kali muncul umumnya adalah dua gigi seri bagian bawah.

Saat gigi bergerak menembus gusi, area tersebut dapat meradang dan menimbulkan rasa gatal serta nyeri. Inilah yang memicu berbagai tanda dan gejala yang seringkali membuat bayi tidak nyaman.

Gejala Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diperhatikan

Rasa gatal dan nyeri di gusi saat gigi pertama mulai menembus dapat menimbulkan beberapa gejala yang khas. Memahami tanda-tanda ini membantu orang tua memberikan dukungan yang tepat.

Gusi Bengkak dan Kemerahan

Salah satu tanda fisik paling jelas adalah perubahan pada gusi. Gusi di area tempat gigi akan tumbuh dapat terlihat lebih merah dan bengkak dari biasanya. Terkadang, benjolan kecil atau bintik putih di bawah gusi juga dapat terlihat, menandakan gigi sudah dekat untuk muncul.

Produksi Air Liur Berlebih (Ngeces)

Peningkatan produksi air liur atau “ngeces” adalah gejala umum lainnya. Bayi mungkin mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya. Kelembapan berlebih di sekitar mulut, dagu, dan leher dapat menyebabkan ruam kulit jika tidak dibersihkan secara teratur.

Sering Menggigit atau Mengunyah Benda

Untuk meredakan rasa gatal dan tekanan pada gusi, bayi akan sering mencari benda untuk digigit atau dikunyah. Ini bisa berupa mainan, jari-jari mereka sendiri, atau benda apa pun yang terjangkau. Tindakan menggigit ini memberikan tekanan balik yang dapat sedikit mengurangi rasa tidak nyaman.

Rewel dan Sulit Tidur

Rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada gusi dapat membuat bayi menjadi lebih rewel dari biasanya. Bayi mungkin lebih sering menangis, mudah tersinggung, dan sulit ditenangkan. Gangguan tidur juga sering terjadi, terutama di malam hari, karena rasa sakit dapat mengganggu tidur pulas mereka.

Nafsu Makan Menurun

Proses makan atau menyusu dapat menjadi menyakitkan bagi bayi yang sedang tumbuh gigi. Rasa nyeri saat mengunyah atau menelan dapat menyebabkan nafsu makan mereka menurun. Bayi mungkin menolak ASI atau susu formula, atau enggan mengonsumsi makanan padat.

Demam Ringan

Beberapa bayi dapat mengalami demam ringan saat tumbuh gigi, dengan suhu tubuh tidak lebih dari 38 derajat Celsius. Penting untuk diingat bahwa demam tinggi (di atas 38,5 derajat Celsius) atau gejala lain yang lebih serius mungkin bukan disebabkan oleh tumbuh gigi dan memerlukan pemeriksaan medis.

Menarik Telinga atau Mengusap Pipi

Rasa nyeri pada gusi dapat menjalar ke area sekitar telinga dan pipi. Oleh karena itu, bayi yang sedang tumbuh gigi kadang-kadang terlihat menarik-narik telinga atau mengusap-usap pipinya untuk mencoba meredakan ketidaknyamanan yang mereka rasakan.

Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi?

Mayoritas bayi mulai tumbuh gigi pertama pada usia sekitar 6 bulan, namun ini hanyalah rata-rata. Beberapa bayi bisa mulai pada usia 3 bulan, sementara yang lain mungkin baru pada usia 12 bulan atau lebih. Umumnya, gigi seri bawah depan adalah yang pertama muncul, diikuti oleh gigi seri atas depan, kemudian gigi samping dan geraham.

Cara Meredakan Ketidaknyamanan Akibat Tumbuh Gigi

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi:

  • Berikan mainan gigit (teether) yang aman dan bersih. Teether yang didinginkan di lemari es (bukan freezer) dapat memberikan sensasi menenangkan pada gusi.
  • Pijat lembut gusi bayi dengan jari yang bersih. Tekanan ringan dari pijatan dapat membantu meredakan rasa nyeri dan gatal.
  • Bersihkan air liur yang berlebihan secara teratur menggunakan kain lembut untuk mencegah iritasi kulit di sekitar mulut dan dagu.
  • Jika bayi sudah mengonsumsi makanan padat, tawarkan makanan yang dingin dan mudah dikunyah, seperti bubur dingin atau buah-buahan lunak.
  • Berikan kenyamanan ekstra melalui pelukan dan perhatian lebih, karena bayi mungkin merasa lebih membutuhkan kedekatan saat tidak nyaman.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Meskipun tumbuh gigi adalah proses alami, orang tua perlu waspada terhadap gejala yang tidak biasa. Jika bayi mengalami demam tinggi (lebih dari 38,5 derajat Celsius), diare parah, ruam yang tidak biasa, atau menunjukkan gejala sakit lainnya yang tidak terkait langsung dengan tumbuh gigi, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Gejala-gejala tersebut mungkin menandakan kondisi medis lain yang memerlukan perhatian segera dan bukan sekadar efek dari tumbuh gigi.

Rekomendasi Halodoc untuk Orang Tua

Tumbuh gigi adalah fase perkembangan yang penting, dan ketidaknyamanan yang menyertainya dapat dikelola dengan baik. Mengenali gejala bayi tumbuh gigi adalah langkah pertama untuk memberikan perawatan yang tepat.

Jangan ragu untuk mencari nasihat medis jika ada kekhawatiran mengenai kesehatan bayi. Aplikasi Halodoc menyediakan fitur konsultasi dengan dokter anak secara praktis untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi yang akurat, objektif, dan berbasis riset ilmiah terbaru.