Ad Placeholder Image

Cara Mengenali Tanda-Tanda Kucing yang Hamil

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Kehamilan kucing berlangsung sekitar 63–67 hari dengan tanda fisik dan perilaku tertentu.

Cara Mengenali Tanda-Tanda Kucing yang HamilCara Mengenali Tanda-Tanda Kucing yang Hamil

DAFTAR ISI


Memelihara kucing merupakan salah satu hobi yang menyenangkan. Tingkah laku mereka yang lucu dan menggemaskan seringkali menjadi penghilang stres bagi para pemiliknya. Namun, tanggung jawab sebagai pet owner akan terasa jauh lebih besar ketika kucing betina kesayanganmu sedang dalam fase kehamilan dan bersiap untuk proses persalinan.

Momen menanti kelahiran anak kucing (kittens) memang mendebarkan. Sayangnya, banyak pemilik kucing, terutama pemula, merasa kebingungan untuk mengetahui dengan pasti kapan kucing melahirkan. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan kucing merasa stres atau bahkan memicu terjadinya komplikasi persalinan yang tidak tertangani dengan baik.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengenali ciri-ciri kucing hamil, tanda-tanda menjelang persalinan, serta tahapan proses melahirkannya. Dengan pemahaman yang baik, kamu bisa memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran proses persalinan si anabul.

Nah, mau tahu apa saja tanda, tahapan, serta persiapan yang perlu dilakukan saat kucingmu hendak melahirkan? Berikut ulasan lengkapnya!

Masa Kehamilan Kucing

Sebelum membahas tanda-tanda persalinan, kamu perlu memahami durasi kehamilan kucing terlebih dahulu. Masa kehamilan kucing (gestasi) umumnya berlangsung selama sekitar 63 hingga 67 hari, atau kurang lebih sekitar 9 minggu. Namun, persalinan yang terjadi antara hari ke-61 hingga ke-72 masih dianggap dalam batas normal.

Mengetahui tanggal kawin (mating) sangatlah membantu untuk memprediksi hari perkiraan lahir. Jika kucing peliharaanmu dibiarkan bebas berkeliaran di luar rumah, melacak usia kehamilan bisa menjadi tantangan tersendiri. Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan ultrasonografi (USG) atau rontgen (X-ray) di klinik hewan bisa menjadi solusi untuk mengetahui usia janin dan jumlah anak kucing di dalam kandungan.

Ciri-ciri Fisik Kucing Hamil

Seiring berjalannya waktu, tubuh kucing akan menunjukkan berbagai perubahan fisik yang menandakan bahwa ia sedang mengandung. Beberapa ciri-ciri kucing hamil yang paling umum antara lain:

1. Perubahan pada Puting (Pinking Up)

Memasuki minggu ke-3 atau ke-4 kehamilan, puting kucing betina akan tampak lebih besar, menonjol, dan berwarna lebih merah muda atau kemerahan. Kondisi ini secara medis dikenal dengan istilah pinking up.

2. Peningkatan Berat Badan dan Perut Membesar

Kucing hamil akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 1 hingga 2 kilogram, tergantung pada jumlah janin yang dikandungnya. Memasuki minggu ke-5, perut kucing akan terlihat membuncit dan membulat secara signifikan.

3. Peningkatan Nafsu Makan

Karena harus membagi nutrisi dengan janin di dalam kandungannya, nafsu makan kucing betina akan meningkat drastis. Kucing yang hamil membutuhkan kalori ekstra, sehingga disarankan untuk memberikan makanan khusus kucing hamil (kitten or pregnant cat food) yang tinggi protein dan kalsium.

Tips Menjaga Nutrisi Kucing Hamil
  1. Berikan makanan yang diformulasikan khusus untuk anak kucing (kitten formula) karena mengandung protein, kalsium, dan kalori yang lebih tinggi.
  2. Sediakan akses air bersih dan segar setiap saat.
  3. Hindari memberikan suplemen tambahan tanpa anjuran dokter hewan, karena kelebihan vitamin tertentu dapat berbahaya bagi janin.

Tanda-tanda Kucing Akan Melahirkan

Menjelang akhir masa kehamilan, kamu harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anabul kesayanganmu. Berikut adalah beberapa tanda klinis dan perilaku yang menunjukkan kapan kucing melahirkan:

1. Mencari Tempat Sembunyi (Nesting Behavior)

Sekitar 1-2 hari sebelum melahirkan, kucing akan mulai menunjukkan perilaku mencari sarang (nesting). Ia akan mondar-mandir mencari tempat yang gelap, sepi, hangat, dan tersembunyi, seperti di dalam lemari, di bawah tempat tidur, atau di tumpukan baju bersih. Ini adalah insting alami mereka untuk melindungi anak-anaknya dari predator.

2. Penurunan Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal kucing berada pada kisaran 37,7 hingga 39,1 derajat Celsius. Sekitar 12 hingga 24 jam sebelum persalinan dimulai, suhu tubuh kucing betina (jika diukur melalui rektum) akan turun drastis hingga mencapai sekitar 37,2 derajat Celsius.

3. Penurunan Nafsu Makan dan Muntah

Walaupun nafsu makannya meningkat selama kehamilan, kucing yang akan segera melahirkan biasanya akan menolak makan. Hal ini terjadi karena kontraksi awal mulai menimbulkan rasa tidak nyaman pada perutnya. Terkadang, kucing juga bisa mengalami muntah ringan.

4. Lebih Sering Menjilat Area Genital

Menjelang persalinan, kucing akan secara naluriah membersihkan area kelopaknya untuk menjaga kebersihan jalan lahir. Selain itu, kamu mungkin akan melihat adanya cairan bening atau sedikit kekuningan (mukus) yang keluar dari area vulvanya. Hal ini menandakan bahwa sumbat mukus (mucus plug) pada leher rahim telah lepas.

5. Gelisah dan Sering Mengeong (Vokalisasi)

Kucing yang sedang merasakan kontraksi awal akan tampak sangat gelisah. Ia mungkin akan terus mondar-mandir, mendengkur lebih keras dari biasanya (purring), merintih, atau mengeong-ngeong seperti sedang memanggil pemiliknya. Beberapa kucing yang sangat manja akan terus mengikuti pemiliknya dan meminta belaian.

Tahapan Proses Melahirkan pada Kucing

Proses persalinan kucing (partus) terbagi menjadi tiga tahapan utama. Sangat penting bagi pet owner untuk mengetahui tahapan ini agar dapat memantau apakah persalinan berjalan normal atau terjadi komplikasi.

1. Tahap Pertama: Pembukaan Serviks (Relaksasi)

Tahap ini berlangsung antara 12 hingga 24 jam. Pada tahap ini, leher rahim (serviks) kucing mulai berdilatasi atau membuka. Kontraksi rahim mulai terjadi tetapi belum terlihat dari luar perut. Kucing akan menunjukkan tanda-tanda gelisah, sering mengeong, menolak makan, dan terus merawat area genitalnya.

2. Tahap Kedua: Pengeluaran Janin (Ekspulsi)

Pada tahap ini, kontraksi rahim menjadi lebih kuat dan diikuti oleh kontraksi otot perut yang terlihat secara visual. Kucing biasanya akan berbaring menyamping atau jongkok. Cairan ketuban (amnion) akan pecah, dan anak kucing pertama biasanya akan lahir dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah kontraksi kuat dimulai.

Setiap anak kucing terbungkus dalam kantung ketuban tipis. Secara naluriah, induk kucing akan merobek kantung tersebut, membersihkan wajah dan hidung anaknya agar bisa bernapas, serta menjilat tubuh anak kucing untuk merangsang pernapasan dan sirkulasi darah.

3. Tahap Ketiga: Pengeluaran Plasenta

Tahap ketiga adalah pengeluaran ari-ari atau plasenta. Biasanya plasenta akan keluar bersamaan dengan anak kucing atau beberapa menit setelah satu anak kucing lahir. Induk kucing secara alami akan memutus tali pusar anaknya menggunakan gigi dan seringkali memakan plasenta tersebut. Mengonsumsi plasenta adalah hal yang normal bagi kucing dan memberikan asupan energi yang cepat untuk sang induk.

Jeda antara kelahiran satu anak kucing dengan anak kucing berikutnya dapat bervariasi, berkisar antara 15 menit hingga 2 jam. Jika induk kucing beristirahat dan tidak mengejan, jeda ini masih dianggap normal.

Persiapan yang Harus Dilakukan Pemilik Kucing

Meskipun kucing pada dasarnya dapat melahirkan secara mandiri tanpa bantuan manusia, ada beberapa persiapan yang harus kamu lakukan untuk meminimalisasi risiko medis:

  • Siapkan Kotak Persalinan (Whelping Box): Sediakan kardus atau kotak kayu yang cukup luas. Lapisi bagian bawahnya dengan underpad medis atau handuk bersih yang mudah diganti. Letakkan kotak ini di ruangan yang sepi, hangat, dan minim gangguan.
  • Sediakan Perlengkapan Darurat: Siapkan handuk kecil bersih yang kering, benang steril (untuk mengikat tali pusar jika induk kucing tidak melakukannya), gunting steril, dan cairan antiseptik (betadine).
  • Jaga Jarak Namun Tetap Mengawasi: Jangan mengganggu atau terlalu sering memegang kucing saat ia sedang melahirkan karena dapat membuatnya stres dan menghentikan proses persalinan. Cukup awasi dari jarak yang aman.
  • Simpan Nomor Dokter Hewan Darurat: Selalu siapkan kontak klinik hewan 24 jam yang bisa dihubungi segera jika persalinan mengalami hambatan.
Tanda Bahaya (Dystocia) pada Persalinan Kucing
  1. Kucing sudah mengejan sangat kuat selama lebih dari 30 menit namun tidak ada anak kucing yang keluar.
  2. Terdapat anak kucing yang tersangkut (hanya terlihat kepala atau kakinya saja) di jalan lahir.
  3. Terjadi pendarahan hebat atau keluar cairan berbau busuk dari vagina.
  4. Induk kucing tampak sangat lemas, pucat, dan kehilangan kesadaran.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter Hewan?

Proses kelahiran kucing umumnya berjalan lancar secara alami. Namun, kondisi darurat obstetri (distokia) bisa saja terjadi dan mengancam nyawa induk maupun anak kucing.

Segera hubungi dokter hewan jika kamu melihat tanda-tanda berikut:

  • Suhu tubuh kucing sudah turun selama lebih dari 24 jam tetapi kontraksi persalinan tak kunjung dimulai.
  • Jeda waktu istirahat antara anak kucing satu dengan lainnya melebihi 4 jam, padahal kamu yakin masih ada janin di dalam rahim (berdasarkan hasil USG sebelumnya).
  • Plasenta tidak keluar secara utuh sesuai dengan jumlah anak kucing yang lahir. Plasenta yang tertinggal di dalam rahim dapat menyebabkan infeksi berat yang disebut metritis.
  • Induk kucing mengabaikan anaknya, tidak mau merobek kantung ketuban, atau tidak mau menyusui. Jika ini terjadi, kamu harus segera turun tangan merobek kantung ketuban di area hidung anak kucing dan membersihkannya dengan handuk hangat.

Studi Terkait Kebidanan Kucing

Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa insiden distokia (kesulitan melahirkan) pada kucing domestik mencapai angka 3,3 hingga 5,8 persen, dengan tingkat kejadian yang lebih tinggi pada ras kucing berhidung pesek (brachycephalic) seperti Persia atau Exotic Shorthair.

Studi ini menekankan pentingnya pengawasan dari pemilik kucing selama masa akhir gestasi. Persiapan yang baik dan respon cepat dari pemilik saat melihat adanya abnormalitas pada persalinan menjadi faktor penentu keselamatan induk dan anak kucing yang baru dilahirkan.

Kini kamu sudah mengetahui tanda-tanda persalinan, tahapan, serta komplikasi yang harus diwaspadai. Membekali diri dengan informasi yang akurat akan membuatmu menjadi pet owner yang bertanggung jawab.

Jika kamu masih ragu atau menjumpai tanda-tanda yang mengkhawatirkan menjelang hari persalinan anabul kesayanganmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter hewan terkait masalah kesehatan hewan peliharaan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Hewan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Hewan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Merck Veterinary Manual. Diakses pada 2026. Management of Reproduction: Cats.
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2026. Feline Pregnancy and Parturition.
ASPCA. Diakses pada 2026. Pregnancy and Kitten Care.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2026. Dystocia in the cat: A retrospective study.

FAQ

1. Berapa lama masa kehamilan kucing?

Masa kehamilan kucing domestik biasanya berlangsung antara 63 hingga 67 hari, atau sekitar kurang lebih dua bulan sejak kucing tersebut kawin dan berhasil dibuahi.

2. Apakah kucing hamil boleh dimandikan?

Sebaiknya hindari memandikan kucing yang sedang hamil besar karena dapat memicu stres yang membahayakan janin. Jika tubuhnya kotor, kamu bisa membersihkannya menggunakan tisu basah khusus hewan (pet wipes) atau handuk yang dibasahi air hangat secara perlahan.

3. Bagaimana cara membantu kucing yang kesulitan melahirkan?

Jika kucing mengejan lebih dari 30 menit namun anak kucing tidak keluar, atau tampak ada anak kucing tersangkut di jalan lahir, jangan ditarik paksa. Segera bawa kucing ke klinik hewan terdekat atau hubungi dokter hewan darurat agar dilakukan tindakan medis yang aman.

4. Kapan anak kucing boleh dipegang oleh manusia?

Disarankan untuk tidak terlalu sering memegang anak kucing yang baru lahir setidaknya selama 2 minggu pertama. Biarkan induk kucing merawat anaknya terlebih dahulu, karena bau tangan manusia pada anak kucing kadang dapat membuat induk kucing stres hingga enggan menyusuinya.