Ad Placeholder Image

Cara Menghilangkan Beruntusan di Dahi Agar Kulit Mulus

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

7 Cara Menghilangkan Beruntusan di Dahi Agar Wajah Mulus

Cara Menghilangkan Beruntusan di Dahi Agar Kulit MulusCara Menghilangkan Beruntusan di Dahi Agar Kulit Mulus

Cara Efektif Menghilangkan Beruntusan di Dahi yang Perlu Diketahui

Beruntusan di dahi merupakan masalah kulit umum yang ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil, seringkali tanpa disertai rasa nyeri atau kemerahan yang signifikan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan kulit yang kurang hingga perubahan gaya hidup. Memahami penyebab dan langkah-langkah perawatan yang tepat adalah kunci untuk cara menghilangkan beruntusan di dahi secara efektif dan mencegahnya kambuh.

Apa Itu Beruntusan di Dahi?

Beruntusan di dahi umumnya dikenal sebagai komedo tertutup atau mikrokistik. Bentuknya berupa benjolan kecil-kecil berwarna senada dengan kulit atau sedikit keputihan. Berbeda dengan jerawat meradang yang besar dan nyeri, beruntusan cenderung lebih kecil dan tersebar merata, membuat tekstur kulit terasa tidak rata.

Penyebab Beruntusan di Dahi

Ada beberapa faktor utama yang dapat memicu munculnya beruntusan di dahi, antara lain:

  • Penyumbatan Pori-Pori: Produksi minyak berlebih (sebum) bercampur dengan sel kulit mati dapat menyumbat pori-pori, terutama di area dahi yang memiliki banyak kelenjar sebaceous.
  • Produk Rambut: Penggunaan produk rambut seperti hairspray, gel, atau conditioner yang mengenai dahi dapat menyumbat pori-pori dan memicu beruntusan.
  • Kebersihan Rambut yang Kurang: Rambut yang kotor atau berminyak yang bersentuhan langsung dengan dahi dapat memindahkan kotoran dan minyak, menyebabkan penyumbatan.
  • Perubahan Hormonal: Fluktuasi hormon, terutama pada masa pubertas, menstruasi, atau kehamilan, dapat meningkatkan produksi sebum.
  • Stres: Stres dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.
  • Diet: Konsumsi makanan tinggi gula, produk olahan susu, atau makanan berminyak berlebih dilaporkan dapat memperburuk kondisi kulit pada beberapa individu.
  • Gesekan dan Tekanan: Pemakaian topi, helm, atau menyentuh dahi terlalu sering dapat memicu iritasi dan penyumbatan.

Cara Menghilangkan Beruntusan di Dahi Secara Efektif

Mengatasi beruntusan di dahi memerlukan kombinasi perawatan kulit yang tepat dan perubahan gaya hidup. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dicoba:

Perawatan Kulit (Skincare)

  • Membersihkan Wajah Secara Teratur: Cuci muka dua kali sehari, pagi dan malam, serta setelah berkeringat menggunakan sabun pembersih wajah yang lembut dan bebas pewangi. Pembersih dengan pH seimbang akan membantu menjaga lapisan pelindung kulit.
  • Eksfoliasi Ringan: Lakukan eksfoliasi 1-2 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Gunakan eksfolian kimia ringan seperti produk yang mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) atau Beta Hydroxy Acid (BHA).
  • Penggunaan Produk Khusus:
    • AHA (Alpha Hydroxy Acid): Contohnya glycolic acid atau lactic acid, bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel kulit mati.
    • BHA (Beta Hydroxy Acid): Salicylic acid adalah contoh BHA yang mampu menembus pori-pori untuk membersihkan sumbatan sebum dan sel kulit mati dari dalam.
    • Retinol: Turunan vitamin A ini membantu mempercepat pergantian sel kulit, mencegah penyumbatan pori-pori, dan merangsang produksi kolagen. Penggunaan retinol harus dimulai secara bertahap dan selalu disertai tabir surya.
  • Melindungi Kulit dari Sinar Matahari: Selalu gunakan tabir surya setiap hari dengan SPF minimal 30, bahkan saat beraktivitas di dalam ruangan. Sinar UV dapat memperburuk peradangan dan hiperpigmentasi pasca-jerawat.

Perubahan Gaya Hidup

  • Menjaga Kebersihan Rambut dan Lingkungan Tidur: Cuci rambut secara teratur, terutama jika memiliki rambut berminyak. Hindari produk rambut yang mengandung minyak berlebih atau pewangi kuat. Ganti sarung bantal setidaknya seminggu sekali untuk menghindari penumpukan kotoran, minyak, dan bakteri.
  • Menghindari Makanan Pemicu: Perhatikan reaksi kulit terhadap makanan tertentu. Beberapa individu melaporkan perbaikan setelah mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan produk susu.
  • Mengelola Stres: Lakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres seperti yoga, meditasi, membaca, atau hobi lainnya. Stres yang terkelola dengan baik dapat berdampak positif pada kesehatan kulit.
  • Mencukupi Asupan Cairan: Minum air putih yang cukup sepanjang hari membantu menjaga hidrasi kulit dan mendukung fungsi detoksifikasi alami tubuh.
  • Hindari Menyentuh atau Memencet: Memencet beruntusan dapat memperparah peradangan, menyebarkan bakteri, dan meninggalkan bekas luka atau hiperpigmentasi.

Pencegahan Beruntusan di Dahi

Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menjaga rutinitas perawatan kulit yang konsisten dan gaya hidup sehat. Pastikan wajah selalu bersih, rambut tidak menyentuh dahi dalam keadaan kotor, dan kelola stres dengan baik. Pilihlah produk skincare dan makeup non-komedogenik yang tidak menyumbat pori-pori.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika beruntusan di dahi tidak membaik setelah beberapa minggu mencoba perawatan rumahan atau justru semakin parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan merekomendasikan penanganan yang lebih spesifik, seperti resep obat topikal atau oral, chemical peel, atau terapi laser.

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan informasi kesehatan lainnya, unduh aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis yang terpercaya dan memahami cara menghilangkan beruntusan di dahi yang sesuai dengan kondisi kulit.