Ad Placeholder Image

Cara Menghilangkan Bunyi di Kepala: Anti Dengungan!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Cara Ampuh Menghilangkan Bunyi di Kepala Alami

Cara Menghilangkan Bunyi di Kepala: Anti Dengungan!Cara Menghilangkan Bunyi di Kepala: Anti Dengungan!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa ada suara berdenging, berdesis, atau berdenyut yang seolah berasal dari dalam telinga atau kepala, padahal suasana di sekitarmu sedang hening? Kondisi ini secara medis dikenal sebagai tinnitus. Fenomena “ada bunyi di dalam kepala” ini bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan gejala dari adanya gangguan pada sistem pendengaran atau kondisi kesehatan lainnya yang mendasari.

Munculnya bunyi-bunyi ini tentu bisa sangat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, bahkan kualitas tidurmu. Banyak orang merasa cemas karena suara tersebut muncul terus-menerus dan sulit untuk dihilangkan. Memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem saraf dan pendengaran adalah langkah awal yang penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

Meskipun seringkali bersifat ringan, bunyi di dalam kepala tidak boleh disepelekan, terutama jika disertai dengan pusing berputar (vertigo) atau penurunan fungsi pendengaran. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu kamu mengelola gejala ini agar tidak semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nah, mau tahu apa saja penyebab, jenis, dan cara menangani kondisi ada bunyi di dalam kepala? Berikut ulasannya!

Penyebab Umum Bunyi di Dalam Kepala

Tinnitus atau sensasi bunyi di dalam kepala bisa dipicu oleh berbagai faktor. Secara garis besar, hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada sel-sel rambut kecil di telinga dalam yang bertugas mengirimkan sinyal suara ke otak. Ketika sel-sel ini rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls listrik secara acak ke otak, yang kemudian diterjemahkan otak sebagai suara.

Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum terjadi di masyarakat:

1. Paparan Suara Bising yang Berlebihan

Ini adalah penyebab paling sering. Mendengarkan musik melalui earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama, bekerja di lingkungan pabrik yang bising, atau sering terpapar suara mesin konstruksi dapat merusak organ pendengaran secara permanen.

2. Faktor Penuaan (Presbikusis)

Seiring bertambahnya usia, fungsi saraf pendengaran cenderung menurun. Kondisi ini biasanya mulai dirasakan pada usia di atas 60 tahun dan sering kali disertai dengan munculnya bunyi berdenging di kedua telinga.

3. Penyumbatan Kotoran Telinga

Penumpukan serumen atau kotoran telinga yang mengeras dapat menekan gendang telinga atau mengiritasi saluran telinga, sehingga menimbulkan sensasi bunyi atau tekanan di dalam kepala.

4. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, obat antikanker, atau dosis tinggi aspirin, dapat bersifat ototosik atau merusak saraf pendengaran. Jika kamu sedang menjalani pengobatan tertentu, penting untuk memperhatikan apakah gejala ini muncul setelah konsumsi obat.

Tips Mencegah Tinnitus Semakin Parah
  1. Gunakan pelindung telinga (earplug) saat berada di lingkungan bising.
  2. Batasi volume suara saat menggunakan headphone (maksimal 60% dari volume total).
  3. Kelola stres dengan baik, karena kecemasan dapat memperparah persepsi bunyi di kepala.

Mengenal Jenis-Jenis Tinnitus

Gejala “ada bunyi di dalam kepala” dapat bervariasi pada setiap orang. Dokter biasanya mengategorikan tinnitus menjadi dua jenis utama berdasarkan cara suara tersebut terdengar:

1. Tinnitus Subjektif

Ini adalah jenis yang paling umum terjadi. Hanya kamu yang bisa mendengar suara tersebut. Bunyinya bisa berupa dengingan (high-pitched ringing), desisan, siulan, atau dengungan. Penyebabnya biasanya berkaitan dengan masalah pada telinga luar, tengah, dalam, atau jalur saraf pendengaran.

2. Tinnitus Objektif

Jenis ini sangat jarang terjadi. Dokter yang memeriksa telingamu sebenarnya bisa ikut mendengar suara tersebut menggunakan stetoskop. Tinnitus objektif biasanya disebabkan oleh masalah fisik yang nyata, seperti gangguan pembuluh darah (tinnitus pulsatile), kontraksi otot di dalam telinga, atau kelainan struktur tulang telinga.

Jika kamu merasakan bunyi yang berdenyut sesuai dengan detak jantung, ini mungkin indikasi adanya masalah pembuluh darah atau tekanan darah tinggi. Untuk memastikannya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Cara Mengatasi Bunyi di Kepala Secara Mandiri

Meskipun beberapa kasus tinnitus memerlukan intervensi medis spesialis, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengurangi gangguan suara tersebut:

1. Terapi Suara (Sound Masking)

Menggunakan suara latar belakang yang menenangkan, seperti suara kipas angin, rintik hujan, atau musik instrumen yang sangat pelan, dapat membantu otak mengabaikan suara dengingan dari dalam kepala. Ini sangat membantu terutama saat akan tidur.

2. Menghindari Pemicu Iritasi

Kurangi konsumsi kafein, alkohol, dan rokok. Zat-zat ini dapat memengaruhi sirkulasi darah ke telinga dan sering kali memperburuk intensitas bunyi yang dirasakan.

3. Menjaga Kesehatan Saraf

Beberapa kondisi kekurangan vitamin, seperti Vitamin B12, sering dikaitkan dengan gangguan saraf pendengaran. Kamu bisa mendukung kesehatan saraf dengan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin yang sesuai kebutuhanmu.

Studi Mengenai Tinnitus dan Kesehatan Mental

The Journal of Clinical Medicine menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa terdapat kaitan erat antara tinnitus kronis dengan gangguan kecemasan dan depresi.

Studi tersebut menemukan bahwa semakin tinggi tingkat stres seseorang, maka semakin kuat persepsi bunyi di kepala yang mereka rasakan. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan tinnitus tidak hanya fokus pada organ telinga, tetapi juga pada manajemen kesehatan mental dan relaksasi sistem saraf pusat.

Oleh karena itu, jika kondisi ini membuatmu merasa sangat stres atau sulit beristirahat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Punya Bunyi Berisik di Kepala yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti bunyi berdenging atau berdesis di kepala, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Seringkali, diagnosis dini oleh dokter THT dapat mencegah kerusakan pendengaran yang lebih lanjut. Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut melalui Halodoc untuk memantau kesehatan telingamu secara rutin.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tinnitus: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Tinnitus Management and Treatment.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Tinnitus: Ringing in the ears and what to do about it.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Gangguan Pendengaran dan Tinnitus pada Lansia.

FAQ

1. Apakah bunyi di dalam kepala bisa sembuh total?

Tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh kotoran telinga atau infeksi, tinnitus biasanya sembuh setelah faktor tersebut ditangani. Namun, jika disebabkan oleh kerusakan saraf permanen, penanganan lebih difokuskan pada pengelolaan gejala agar tidak mengganggu.

2. Mengapa bunyi dengingan terasa lebih keras di malam hari?

Di malam hari, suasana cenderung lebih hening. Kurangnya suara latar belakang membuat otak lebih fokus pada suara yang berasal dari dalam telinga, sehingga intensitas bunyinya seolah-olah meningkat.

3. Apakah stres bisa menyebabkan tinnitus?

Ya, stres tidak secara langsung merusak telinga, tetapi stres kronis dapat meningkatkan sensitivitas otak terhadap sinyal suara, sehingga membuat bunyi dengingan terasa lebih nyata dan mengganggu.

4. Kapan saya harus segera ke dokter?

Segeralah ke dokter jika bunyi di kepala muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, terjadi hanya pada satu telinga, atau disertai dengan pusing hebat (vertigo) dan hilangnya pendengaran secara mendadak.