Ad Placeholder Image

Cara Mengolah Buah Matoa dan Manfaatnya Bagi Tubuh

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026
Cara Mengolah Buah Matoa dan Manfaatnya Bagi TubuhCara Mengolah Buah Matoa dan Manfaatnya Bagi Tubuh

DAFTAR ISI


Indonesia merupakan negara tropis yang dianugerahi keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa, termasuk dalam hal flora atau tanaman penghasil buah. Dari sekian banyak buah eksotis yang ada di nusantara, ada satu buah yang memiliki cita rasa sangat unik karena sering disebut-sebut sebagai perpaduan antara rambutan, kelengkeng, dan leci. Buah tersebut adalah buah matoa. Meski rasanya manis dan menyegarkan, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang asal muasal serta manfaat sehat di balik kelezatan buah yang satu ini.

Mengetahui asal usul dan kandungan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi sangatlah penting. Dengan memahami nutrisi yang ada di dalamnya, kamu bisa lebih bijak dalam mengatur porsi makan dan mengoptimalkan manfaatnya untuk tubuh. Buah matoa bukan hanya sekadar camilan manis, melainkan juga memiliki berbagai senyawa bioaktif, vitamin, dan mineral yang bisa mendukung sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan kulit, hingga membantu melancarkan sistem pencernaan.

Selain karena rasanya yang manis, tekstur buah ini yang kenyal dan berair membuatnya sangat digemari oleh berbagai kalangan. Pohonnya pun kini sudah banyak dibudidayakan di luar daerah asalnya. Namun, penting untuk tetap memperhatikan porsi saat mengonsumsinya agar terhindar dari lonjakan gula darah yang tidak diinginkan.

Lantas, sebenarnya buah matoa berasal dari mana? Apa saja nutrisi dan manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi buah ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Asal Usul: Buah Matoa Berasal Dari Mana?

Pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan pencinta buah eksotis adalah, sebenarnya buah matoa berasal dari mana? Secara botani, buah matoa memiliki nama ilmiah Pometia pinnata dan merupakan tanaman buah asli dari tanah Papua, Indonesia. Buah ini tumbuh subur di pedalaman hutan Papua dan telah lama menjadi bagian dari kekayaan alam serta budaya masyarakat setempat.

Selain di Papua, penyebaran alami pohon matoa juga mencakup wilayah Indonesia bagian timur lainnya seperti Maluku dan Sulawesi. Pohon matoa termasuk dalam keluarga Sapindaceae, yang berarti ia masih satu kerabat dengan pohon rambutan dan kelengkeng. Tidak heran jika struktur kulit, daging buah, dan bijinya memiliki kemiripan dengan kedua buah tersebut. Pohon matoa merupakan jenis pohon besar yang tingginya bisa mencapai 18 hingga 50 meter dengan sistem perakaran yang kuat.

Kini, karena rasanya yang disukai banyak orang dan kemampuannya beradaptasi di berbagai jenis tanah tropis, pohon matoa mulai banyak dibudidayakan di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Pohon ini umumnya berbunga pada bulan Juli hingga Oktober, dan buahnya siap dipanen sekitar tiga hingga empat bulan setelahnya. Kayu dari pohon matoa juga terkenal kuat dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku pembuatan perabotan dan bahan bangunan.

Kandungan Nutrisi Buah Matoa

Rasa manis yang ditawarkan oleh buah matoa tidak datang dengan sendirinya, melainkan disertai dengan profil nutrisi yang cukup mengesankan. Kandungan inilah yang membuat buah matoa tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan jika dikonsumsi dalam batas yang wajar. Berikut adalah beberapa nutrisi utama yang bisa kamu temukan dalam buah matoa:

1. Vitamin C

Buah matoa kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan esensial bagi tubuh manusia. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen, penyerapan zat besi, dan perlindungan sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan ini menjadikan matoa sebagai buah yang baik untuk menjaga ketahanan tubuh dari infeksi.

2. Vitamin E

Tidak banyak buah tropis yang memiliki kandungan vitamin E yang cukup signifikan, namun matoa adalah salah satu pengecualiannya. Vitamin E sangat dibutuhkan oleh kulit untuk menjaga kelembapan, elastisitas, serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet matahari yang merusak.

3. Antioksidan Alami (Tatin dan Saponin)

Selain vitamin, matoa juga mengandung senyawa fitokimia seperti tanin, saponin, dan alkaloid ringan. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai agen antioksidan dan antimikroba yang dapat membantu melawan peradangan di dalam tubuh serta menetralisir stres oksidatif.

4. Glukosa dan Air

Buah matoa memiliki kandungan air yang tinggi sehingga sangat menyegarkan saat dikonsumsi pada cuaca panas. Rasa manisnya berasal dari kandungan glukosa alami (gula buah atau fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi cepat bagi tubuh.

Manfaat Buah Matoa bagi Kesehatan

Berdasarkan kandungan nutrisinya yang kaya, mengonsumsi buah matoa secara rutin dengan porsi yang tepat dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai khasiat buah dari Papua ini:

1. Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh

Berkat kandungan vitamin C yang cukup tinggi, matoa sangat baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhmu. Vitamin C merangsang produksi sel darah putih (leukosit) yang bertugas melawan bakteri dan virus penyebab penyakit. Mengonsumsi matoa saat musim pancaroba dapat membantu mencegah penyakit ringan seperti flu dan batuk. Apabila kamu merasa tubuhmu butuh perlindungan ekstra dari dalam di tengah padatnya aktivitas, kamu juga bisa beli obat, suplemen, dan vitamin secara online di Halodoc, produk 100% asli dan langsung diantar ke rumah.

2. Menjaga Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Kombinasi antara vitamin C dan vitamin E dalam buah matoa menjadikannya makanan yang sangat bersahabat bagi kulitmu. Vitamin E bekerja sebagai pelembap alami dari dalam yang mencegah kulit kering dan kusam, sementara vitamin C membantu memproduksi kolagen agar kulit tetap kencang dan bebas dari tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan halus.

3. Melancarkan Pencernaan

Meski tidak sebanyak buah pepaya, matoa juga mengandung serat pangan yang berguna untuk sistem pencernaan. Serat membantu menambah massa feses dan merangsang pergerakan usus (peristaltik) sehingga kamu bisa terhindar dari masalah sembelit atau susah buang air besar.

4. Menangkal Radikal Bebas

Zat antioksidan dalam buah matoa bertugas untuk melawan radikal bebas—yaitu molekul tidak stabil yang bisa merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Dengan asupan antioksidan yang cukup, tubuh akan lebih mampu meregenerasi sel-sel yang rusak.

Tips Menyimpan dan Memilih Buah Matoa
  1. Pilih buah yang kulitnya utuh, berwarna kemerahan atau hijau keunguan (tanda sudah matang sempurna).
  2. Hindari buah yang kulitnya sudah berlubang, berjamur, atau terasa lembek karena menandakan buah sudah busuk.
  3. Simpan buah matoa di tempat yang sejuk atau di dalam lemari es agar tetap segar dan tahan lama, karena buah ini mudah teroksidasi jika dibiarkan di suhu ruang terlalu lama.

Jenis dan Varian Buah Matoa

Tahukah kamu bahwa matoa memiliki beberapa varian yang berbeda? Masyarakat Papua umumnya membagi buah matoa ke dalam dua jenis utama berdasarkan tekstur dan karakteristik daging buahnya. Memahami jenisnya akan membantumu memilih matoa yang paling sesuai dengan seleramu.

1. Matoa Kelapa

Varian matoa kelapa adalah yang paling populer dan banyak dicari di pasaran. Ciri khas dari matoa ini adalah daging buahnya yang tebal, kenyal, dan tidak lengket pada bijinya. Karena daging buahnya yang padat seperti daging kelapa, varian ini memberikan kepuasan tersendiri saat dikunyah. Ukuran buahnya pun cenderung lebih besar dibandingkan varian lainnya.

2. Matoa Papeda

Berkebalikan dengan matoa kelapa, matoa papeda memiliki tekstur daging buah yang lebih lembek, lengket, dan sedikit berair menyerupai papeda (makanan khas Indonesia Timur yang terbuat dari sagu). Meskipun teksturnya lebih lembek, rasanya tetap sangat manis. Varian ini umumnya memiliki ukuran buah yang sedikit lebih kecil namun aromanya sangat tajam dan khas.

Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik, termasuk buah matoa. Meskipun mengandung banyak vitamin, ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai jika mengonsumsi buah ini terlalu banyak dalam satu waktu.

Pertama, buah matoa memiliki kandungan gula alami (glukosa dan fruktosa) yang cukup tinggi. Bagi orang sehat yang aktif secara fisik, ini bisa menjadi sumber energi. Namun, bagi individu dengan riwayat diabetes atau masalah gula darah, makan matoa dalam jumlah banyak dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis. Jika kamu memiliki riwayat diabetes namun ingin mengonsumsi buah ini, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis gizi di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk memastikan takaran yang aman bagimu.

Selain itu, karena buah ini sangat manis, mengonsumsinya secara berlebihan berisiko menyebabkan pusing atau sakit kepala ringan bagi beberapa orang yang sensitif terhadap lonjakan gula (sugar rush). Terlalu banyak makan matoa juga berpotensi memicu rasa begah atau kembung akibat fermentasi gula alami oleh bakteri di dalam usus.

Studi Mengenai Khasiat Ekstrak Matoa

Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menerbitkan sebuah studi literatur yang mengulas potensi tanaman herbal tropis, di mana ekstrak dari daun dan kulit buah matoa (Pometia pinnata) diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang cukup kuat.

Studi in-vitro (uji laboratorium) tersebut menunjukkan bahwa ekstrak metanol dari tanaman matoa mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri patogen. Meskipun pengujian ini difokuskan pada ekstrak daun dan kulit batang, temuan ini mempertegas bahwa tanaman matoa, termasuk bagian buahnya, memiliki potensi farmakologis yang menjanjikan sebagai sumber antioksidan alami bagi tubuh manusia. Tentu saja, dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk mengonfirmasi dosis terapeutiknya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Mengenal Pohon Matoa, Tanaman Khas Papua Berjuta Manfaat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah-buahan Tropis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Diet, Nutrition and the Prevention of Chronic Diseases.
Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. Diakses pada 2024. Phytochemical screening, antioxidant and antimicrobial activities of Pometia pinnata extract.
Data Komposisi Pangan Indonesia. Diakses pada 2024. Komposisi Gizi Buah Matoa Segar.

FAQ

1. Apakah aman makan buah matoa berasal dari Papua setiap hari?

Aman, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Mengonsumsi buah matoa setiap hari dalam porsi sedang (misalnya 5-8 butir) dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin C dan E tubuh. Namun, hindari mengonsumsinya dalam porsi besar sekaligus untuk mencegah lonjakan gula darah dan sakit kepala.

2. Apakah ibu hamil boleh makan buah matoa?

Boleh. Buah matoa mengandung vitamin, mineral, dan air yang baik untuk hidrasi ibu hamil. Meski demikian, karena kandungan gulanya tinggi, ibu hamil dengan kondisi diabetes gestasional sebaiknya membatasi konsumsinya dan selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

3. Bagaimana cara membedakan matoa yang manis dan tidak?

Kamu bisa melihat dari warna dan kondisi kulit buahnya. Buah matoa yang manis dan matang sempurna biasanya memiliki kulit berwarna merah keunguan gelap atau hijau kekuningan tanpa bercak hitam. Saat dipencet perlahan, buah yang matang akan terasa sedikit empuk, tidak keras seperti batu.

4. Apakah biji matoa bisa dimakan atau dimanfaatkan?

Biji matoa umumnya tidak untuk dikonsumsi secara langsung karena keras dan tidak memiliki rasa yang enak. Namun, dalam pengobatan tradisional, biji dan kulit batang matoa sering direbus dan airnya diminum untuk mengatasi beberapa masalah pencernaan, meskipun hal ini masih memerlukan bukti klinis yang lebih kuat.