Ad Placeholder Image

Cara Mengukur Ankle Brachial Index Praktis dan Akurat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Cara Mengukur Ankle Brachial Index dengan Mudah dan Tepat

Cara Mengukur Ankle Brachial Index Praktis dan AkuratCara Mengukur Ankle Brachial Index Praktis dan Akurat

Pengertian Ankle Brachial Index sebagai Deteksi Dini PAD

Ankle Brachial Index atau ABI adalah prosedur medis non-invasif yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan Penyakit Arteri Perifer atau Peripheral Artery Disease (PAD). Prosedur ini dilakukan dengan membandingkan nilai tekanan darah sistolik tertinggi di area pergelangan kaki dengan tekanan darah sistolik tertinggi di lengan. Pengukuran ini menjadi sangat krusial karena PAD sering kali tidak memunculkan gejala pada tahap awal, padahal kondisi tersebut menandakan adanya penyempitan pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke kaki.

Prosedur ABI dilakukan menggunakan alat medis berupa manset tensimeter dan Doppler probe. Penggunaan Doppler probe bertujuan untuk mendengarkan aliran darah di pembuluh darah arteri dengan lebih akurat dibandingkan menggunakan stetoskop biasa. Hasil dari perbandingan tekanan darah tersebut memberikan gambaran mengenai kelancaran sirkulasi darah di anggota gerak bagian bawah. Jika hasil perhitungan menunjukkan angka yang rendah, hal tersebut mengindikasikan adanya hambatan atau sumbatan aliran darah di kaki.

Cara Mengukur Ankle Brachial Index dengan Prosedur yang Tepat

Langkah awal dalam cara mengukur ankle brachial index adalah tahap persiapan pasien. Pasien diwajibkan untuk berbaring telentang dalam posisi rileks selama kurang lebih 10 hingga 30 menit sebelum pemeriksaan dimulai. Waktu istirahat ini sangat penting untuk memastikan tekanan darah pasien berada dalam kondisi stabil sehingga hasil yang didapatkan akurat. Selama proses ini, pasien disarankan untuk tidak berbicara atau melakukan gerakan yang tidak perlu guna menghindari fluktuasi tekanan darah.

Setelah pasien stabil, tenaga medis akan memulai pengukuran pada lengan. Manset tensimeter dipasang pada lengan atas, kemudian tenaga medis mencari denyut arteri brakialis atau arteri radialis menggunakan Doppler probe yang telah diberi gel khusus. Setelah sinyal aliran darah terdengar jelas melalui Doppler, manset dipompa hingga suara aliran darah tersebut menghilang. Manset kemudian diturunkan tekanannya secara perlahan hingga suara aliran darah kembali terdengar pertama kali, yang menandakan nilai tekanan sistolik lengan.

Langkah selanjutnya adalah pengukuran pada pergelangan kaki. Manset dipasang di atas pergelangan kaki, dan Doppler probe digunakan untuk mencari denyut pada arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior. Proses pemompaan dan penurunan tekanan manset dilakukan dengan cara yang sama seperti pada lengan untuk mendapatkan nilai tekanan sistolik pergelangan kaki. Prosedur ini dilakukan pada kedua sisi tubuh, baik sisi kanan maupun kiri, untuk mendapatkan data yang komprehensif.

Rumus Perhitungan dan Interpretasi Hasil ABI

Setelah mendapatkan data tekanan sistolik dari lengan dan pergelangan kaki, nilai ABI dapat dihitung menggunakan rumus standar. Rumus yang digunakan adalah ABI sama dengan Tekanan Sistolik Pergelangan Kaki dibagi dengan Tekanan Sistolik Lengan. Sebagai contoh, jika tekanan sistolik pergelangan kaki adalah 120 mmHg dan tekanan sistolik lengan adalah 120 mmHg, maka nilai ABI adalah 1,0. Berikut adalah kategori interpretasi hasil ABI yang umum digunakan dalam dunia medis:

  • Nilai 1,0 hingga 1,4 dianggap sebagai hasil normal yang menunjukkan sirkulasi darah yang baik.
  • Nilai 0,91 hingga 0,99 dianggap sebagai batas normal atau borderline.
  • Nilai 0,90 atau kurang mengindikasikan adanya Penyakit Arteri Perifer (PAD).
  • Nilai lebih dari 1,4 dapat menunjukkan adanya kalsifikasi atau pengerasan pembuluh darah arteri yang sering ditemukan pada pasien diabetes atau penyakit ginjal kronis.

Gejala dan Penyebab Penyakit Arteri Perifer

Penyakit Arteri Perifer umumnya disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak di dinding arteri. Kondisi ini menyebabkan saluran pembuluh darah menyempit dan membatasi aliran oksigen serta nutrisi ke jaringan tubuh. Meskipun pada awalnya tidak bergejala, beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi rasa nyeri atau kram pada otot kaki saat berjalan (klaudikasio), kaki terasa dingin, perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan, serta luka pada kaki yang sulit sembuh.

Faktor risiko utama yang meningkatkan peluang seseorang terkena PAD antara lain adalah kebiasaan merokok, kondisi diabetes melitus, tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta kadar kolesterol yang tinggi. Mengingat komplikasi PAD dapat menyebabkan risiko serangan jantung hingga amputasi jika terjadi infeksi berat, pemeriksaan ABI secara rutin sangat disarankan bagi individu yang memiliki faktor risiko tersebut. Deteksi dini melalui prosedur yang benar memungkinkan penanganan medis yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Menjaga Kesehatan Keluarga dan Persediaan Obat di Rumah

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Praktis

Mengukur Ankle Brachial Index merupakan metode yang sederhana namun sangat efektif untuk memantau kesehatan pembuluh darah dan mencegah komplikasi serius dari Penyakit Arteri Perifer. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bagi individu berusia di atas 50 tahun atau mereka yang memiliki riwayat penyakit metabolik. Kesadaran akan pentingnya deteksi dini dapat memperpanjang usia harapan hidup dan meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Jika ditemukan hasil pemeriksaan ABI yang berada di luar rentang normal, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Di Halodoc, akses untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional tersedia secara praktis guna mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang akurat. Selain itu, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan suplemen kesehatan dan obat-obatan rutin melalui layanan toko kesehatan yang terintegrasi untuk mendukung gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit kronis.