• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menjelaskan Perbuatan Rasisme pada Anak

Cara Menjelaskan Perbuatan Rasisme pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Belum selesai pandemi virus corona di seluruh dunia, media lokal maupun internasional kembali diramaikan dengan aksi protes yang dilakukan warga Amerika Serikat. Ribuan massa di berbagai kota di  Amerika Serikat turun ke jalan menuntut keadilan akibat kasus pembunuhan yang dilakukan oleh beberapa petugas polisi kepada seorang warga keturunan Afrika-Amerika, George Floyd.

Akibat masih dilakukan karantina mandiri dan lebih banyak waktu di rumah, beberapa anak mungkin jadi lebih peduli akan pemberitaan di televisi mengenai aksi protes ini. Mereka mungkin akan bertanya-tanya seluk beluk aksi protes ini. Oleh karena itu, pola asuh anak penting diperhatikan dan menjelaskan dengan baik isu rasisme yang sangat sensitif ini kepada anak-anak mereka. Ini semua ditujukan agar mereka memahami apa yang terjadi, dan sebisa mungkin menghindarkan mereka dari perbuatan rasis di masa yang akan datang.

Baca juga: Ini Alasan Orangtua Enggak Boleh Membandingkan Anak

Jelaskan dengan Jujur pada Anak

Melansir dari New York Times, Y. Joy Harris-Smith, dosen di Princeton Theological Seminary dan penulis dari The ABCs of Diversity: Helping Kids (and Ourselves!) Embrace Our Differences, mengatakan bahwa orangtua harus menceritakan aksi pembunuhan dan protes secara jujur, namun disesuaikan dengan tingkatan usia anak. 

Artikel yang dimuat American Academy of Pediatrics, mengungkapkan anak-anak dapat menginternalisasi bias rasial antara usia 2 dan 4 tahun. Untuk itu, orangtua perlu melakukan percakapan tentang ras sejak usia prasekolah.

Dengan anak-anak usia prasekolah, orangtua harus mulai membahas perbedaan rasial dengan cara yang positif. Salah satunya adalah menjelaskan mengapa manusia bisa memiliki warna kulit yang berbeda. Jelaskan pada mereka apa itu melanin, dan tekankan padanya betapa indahnya dunia memiliki begitu banyak jenis orang.

Sementara untuk anak yang lebih besar, mungkin mereka lebih sadar tentang apa yang sedang terjadi saat ini. Jadi, cari tahu seberapa banyak anak mengetahui tentang rasisme dan protes yang tengah terjadi. Hal ini perlu dilakukan karena anak-anak mungkin tahu lebih banyak daripada yang kita duga. Informasi tersebut bisa datang dari mendengar berita, pembicaraan orang dewasa, atau memperhatikan apa yang terjadi di luar di lingkungan mereka. Setelah menilai apa yang mereka ketahui, kamu dapat berbicara tentang tindakan kekerasan yang merupakan hal yang buruk dan tidak sepantasnya untuk dilakukan. 

Baca juga: Jadi Little Mermaid, Halle Bailey Mesti Jaga Kesehatan Mental

Ingat, Perbuatan Rasisme itu Dipelajari

Jurnal yang dipublikasikan Clinical Psychiatry News menyebutkan, tindakan rasisme sebagian besar merupakan perilaku yang dipelajari. Rasisme dalam arti luas mungkin adalah perilaku manusia yang adaptif. Pasalnya, secara alamiah manusia akan sulit dikendalikan terhadap rasa takutnya kepada orang asing. Manusia juga berusaha melindungi wilayah mereka sendiri untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.

Maka, keluarga berperan penting untuk mendidik anak-anak mereka agar tidak bertindak rasis. Selain menjaga dialog terbuka tentang rasisme, cara untuk membesarkan anak-anak yang anti-rasis bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan anti rasis tersebut melalui berbagai media, seperti film, atau buku bacaan. Pilihlah beberapa media yang menyiratkan pada anak bahwa semua manusia harus diperlakukan sama, tanpa melihat warna kulit. 

Namun, kata-kata dan buku tidak boleh menjadi akhir dari pendidikan anak tentang ras dan rasisme. Orangtua juga perlu menjadi model bagi anak terkait sikap, perilaku dan nilai-nilai anti-rasisme. Tidak cukup hanya berbicara tentang rasisme, kamu harus berusaha keras untuk menjadi anti-rasis dan berjuang melawan kebijakan dan praktik yang tidak adil. 

Baca juga: Ini Pola Asuh Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak

Itulah hal yang perlu orangtua pahami tentang menjelaskan isu ras dan rasisme kepada anak. Jika orangtua membutuhkan tips pola asuh lainnya, jangan ragu untuk mencoba mendiskusikannya dengan psikolog di Halodoc. Psikolog profesional akan selalu siaga di Halodoc kapan saja dan di mana saja untuk membantu orangtua.

Referensi:
Clinical Psychiatry News. Diakses pada 2020. Is Extreme Racism a Mental Illness?
Parents. Diakses pada 2020. Anti-Racism for Kids: An Age-by-Age Guide to Fighting Hate.
The New York Times. Diakses pada 2020. Talking to Kids About Racism, Early and Often.