
Cara Menyelamatkan Diri saat Terjebak dalam Crowd Crush
“Saat dalam kondisi crowd crush, perlindungan terhadap diri sendiri sangat penting untuk dilakukan. Nah, ada beberapa cara penyelamatan yang bisa dilakukan.”

Halodoc, Jakarta – Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan, menewaskan lebih dari 150 korban. Insiden yang disebut crowd crush ini lahir karena orang-orang berdesakan dan terus saling dorong di ruangan terbatas dan membuat kerumunan.
Akibat panjang dari situasi ini menelurkan banyak orang kesulitan untuk meloloskan diri dari kerumunan. Alhasil, terjatuh dan terinjak, hingga akhirnya sampai ada korban meninggal dunia, adalah pemandangan nyata yang terpampang pada 30 Oktober 2022 itu.
Mari sepakati saja agar kejadian ini tak terjadi pada kamu pada suatu hari nanti. Bila kamu menemui situasi tersebut, Ahli Kerumunan dan Profesor Ilmu Komputer dan Informasi di Northumbria University, Martyn Amos, kepada Washington Post, bilang cara menghindari kerumunan adalah berpindahlah ke lokasi yang lebih leluasa.
Amos menjelaskan kerumunan yang melebihi 5 meter orang, dalam satuan persegi meter, akan berpotensi menimbulkan bahaya. Memang, untuk mengukur kerumunan orang seperti yang dijelaskan Amos itu sangat sulit.Tapi, sederhananya, jika situasi yang ia sebutkan barusan sudah mulai membuat kamu terkurung, segera tinggalkan lokasi tersebut.
Selain itu, harus peka terhadap tanda bahaya. Salah satunya suara orang mengeluh tentang ketidaknyamanan situasi. Dan kalau sudah begini, insting untuk segera berpindah tempat harus segera dilakukan.
Lakukan Ini Juga Jika Terjebak dalam Crowd Crush
Berdiri pada Posisi yang Benar
Saat kerumunan berhenti bergerak, prioritas utama yang perlu dilakukan adalah berdiri dengan tegak, menjaga lengan agar tidak terjepit dari samping, serta melindungi dada dan menghemat oksigen.
Agar dapat berdiri tegak, pastikan juga ada cela untuk bergerak sesuai dengan alur kerumunan dibandingkan melawan arusnya. Sebab, jika sebaliknya, itu kan menghabiskan tenaga saja.
Membuat Pertahanan Diri
Pastikan juga untuk tetap mengangkat tangan. Setelah itu, gunakan tangan dominan [baik kiri atau kanan] untuk meraih lengan bawah yang berlawanan, guna membentuk pertahanan di depan dada. Cara ini dapat membantu melindungi dada dan mempertahankan zona pernapasan.
Ada juga beberapa situasi yang bisa membantu kamu. Jika menggunakan ransel, balikkan ke depan untuk melindungi dada. Tujuannya, juga sama, agar dada kamu terlindungi.
Hindari Beberapa Tindakan Ini Jika Terjadi Crowd Crush
-Jangan berteriak karena hanya menjadi pemborosan energi dan oksigen. Tetap tenang dan tegakkan kepala untuk mendapatkan udara yang paling maksimal.
-Kemudian, jika menjatuhkan sesuatu, termasuk ponsel, jangan pernah coba untuk mengambilnya. Sekali kamu membungkuk untuk mengambil sesuatu, sulit untuk kembali berdiri ke posisi semula.
-Jangan juga melakukan dorongan. Ketika berada di keramaian, semua orang akan bereaksi secara kontinu, seperti saling mendorong. Guna menghindari situasi yang semakin memburuk, jangan balas mendorong ketika kamu terdorong. Sebab, saling mendorong akan menyempitkan ruang dan bisa menyebabkan kekurangan oksigen.
-Yang tak kalah penting dari insiden crowd crush terjadi di pembatas besar. Seperti tembok atau dinding karena terhimpit dan tidak ada pilihan jalan keluar. Oleh karenanya, hindari pembatas serupa sebisa mungkin agar tidak terjebak.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri saat dalam kondisi crowd crush. Memang tidak mudah melakukannya karena bisa jadi ada perasaan panik saat dalam kondisi tersebut. Namun, lakukan semua hal yang disebutkan semaksimal mungkin agar dapat keluar dari momen yang membahayakan ini.
Jika masih banyak pertanyaan terkait cara keluar dari kondisi crowd crush, fitur tanya dokter dari aplikasi Halodoc bisa digunakan untuk mendapatkan jawaban dari ahlinya. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Makanya, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!


