Ad Placeholder Image

Cara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami Penglihatanmu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Parsial Tes Buta Warna: Pahami Caranya, Kenali Kondisimu

Cara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami PenglihatanmuCara Mudah Parsial Tes Buta Warna: Pahami Penglihatanmu

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa kesulitan membedakan antara warna hijau muda dengan warna cokelat atau merah? Jika iya, mungkin kamu sedang mengalami gejala defisiensi penglihatan warna atau yang lebih dikenal dengan sebutan buta warna. Salah satu jenis buta warna yang paling umum terjadi pada masyarakat global, termasuk di Indonesia, adalah buta warna merah-hijau, khususnya pada kategori defisiensi warna hijau (deutan).

Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh pengidapnya sejak kecil karena mereka telah beradaptasi dengan cara mereka sendiri dalam melihat dunia. Namun, saat memasuki dunia kerja atau seleksi akademis tertentu, tes buta warna hijau menjadi syarat mutlak yang menentukan kelayakan seseorang. Memahami bagaimana tes ini bekerja dan apa implikasinya bagi kesehatan mata sangatlah penting untuk persiapan masa depan.

Buta warna hijau bukan berarti seseorang melihat dunia seperti film hitam-putih. Sebaliknya, ini berkaitan dengan ketidakmampuan sel kerucut (cones) di dalam retina untuk menangkap gelombang cahaya hijau secara akurat. Akibatnya, spektrum warna hijau tampak pudar, bergeser ke arah kemerahan, atau sulit dibedakan dari warna-warna di sekitarnya. Hal ini tentu dapat memengaruhi aktivitas harian, mulai dari mengenali lampu lalu lintas hingga memilih bahan makanan yang segar.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai tes buta warna hijau, prosedur pemeriksaannya, hingga langkah medis yang perlu diambil? Berikut ulasannya!

Apa Itu Tes Buta Warna Hijau?

Tes buta warna hijau adalah serangkaian prosedur medis atau skrining yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan mata seseorang dalam mendeteksi dan membedakan pigmen warna hijau. Dalam istilah medis, gangguan penglihatan warna hijau disebut sebagai tipe Deutan. Gangguan ini terbagi menjadi dua subtipe, yaitu Deuteranomali (kelemahan terhadap warna hijau) dan Deuteranopia (ketidakmampuan total mendeteksi warna hijau).

Secara anatomis, mata manusia memiliki tiga jenis sel kerucut yang masing-masing sensitif terhadap warna merah (L-cones), hijau (M-cones), dan biru (S-cones). Pada orang dengan defisiensi warna hijau, sel M-cones tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau mengalami pergeseran sensitivitas. Tes ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana kerusakan atau kelemahan sel tersebut terjadi.

Mengapa Warna Hijau Begitu Penting?

Bagi orang dengan penglihatan normal (trikromatik), warna hijau mendominasi banyak aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa deteksi warna hijau sangat krusial melalui tes:

  • Keamanan Lalu Lintas: Membedakan lampu hijau dengan lampu kuning atau merah sangat vital bagi keselamatan berkendara.
  • Profesi Spesifik: Banyak pekerjaan seperti pilot, masinis, teknisi listrik (membedakan kabel), dokter bedah, hingga desainer grafis membutuhkan akurasi warna hijau yang tinggi.
  • Kesehatan dan Nutrisi: Menentukan kesegaran sayuran hijau atau kematangan buah-buahan sering kali bergantung pada gradasi warna hijau.
Fakta Penting Buta Warna Hijau
  1. Lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita karena faktor genetik terkait kromosom X.
  2. Bukan merupakan penyakit yang menular, melainkan kondisi bawaan atau akibat cedera saraf mata.
  3. Tidak dapat disembuhkan secara total dengan obat, namun dapat dibantu dengan alat bantu optik khusus.

Jenis Tes Buta Warna Paling Akurat

Untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna hijau, dokter spesialis mata biasanya menggunakan beberapa metode standar emas berikut:

1. Tes Ishihara

Ini adalah tes yang paling populer dan sering ditemukan di klinik kesehatan. Tes ini menggunakan lembaran kertas atau slide digital yang berisi lingkaran-lingkaran kecil berwarna (pseudoisochromatic plates). Di tengah kumpulan warna tersebut, terdapat angka atau pola yang hanya bisa dilihat oleh orang dengan penglihatan normal. Bagi mereka yang mengalami buta warna hijau, angka tersebut mungkin tidak terlihat atau tampak sebagai angka yang berbeda.

2. Tes Farnsworth-Munsell 100 Hue

Tes ini jauh lebih detail dibandingkan Ishihara. Pasien diminta untuk menyusun balok-balok warna berdasarkan gradasi atau urutan spektrum yang tepat. Tes ini dapat mengukur derajat keparahan buta warna hijau, apakah masuk dalam kategori ringan, sedang, atau berat.

3. Anomaloskop

Metode ini dianggap sebagai tes yang paling akurat untuk membedakan antara Deuteranomali dan Deuteranopia. Pasien akan diminta mencocokkan dua sumber cahaya hingga mencapai warna yang sama. Hasil dari alat ini memberikan diagnosis pasti mengenai jenis defisiensi warna yang dialami.

Prosedur Tes Ishihara untuk Mendeteksi Buta Warna Hijau

Jika kamu berencana mengikuti tes ini, berikut adalah gambaran prosedurnya:

  • Kondisi Pencahayaan: Tes harus dilakukan di ruangan dengan pencahayaan alami atau lampu yang menyerupai cahaya matahari (daylight) untuk menghindari bias warna.
  • Jarak Pandang: Pasien biasanya diminta melihat buku Ishihara dari jarak sekitar 75 cm.
  • Waktu Respons: Pasien diberikan waktu sekitar 3-5 detik untuk menjawab angka atau pola yang terlihat pada setiap plate.
  • Identifikasi Jalur: Untuk pasien yang tidak bisa membaca angka (seperti anak-anak), tersedia plate dengan jalur berliku yang harus diikuti dengan jari.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Medis?

Penting bagi orang tua untuk melakukan pemeriksaan sejak dini jika melihat anak kesulitan belajar warna. Begitu pula bagi orang dewasa yang merasa pandangannya mulai pudar atau kesulitan membedakan warna secara tiba-tiba, karena ini bisa menjadi tanda kondisi medis lain seperti glaukoma, katarak, atau degenerasi makula.

Langkah terbaik adalah melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal dan rujukan ke dokter spesialis mata jika diperlukan.

Selain melakukan pemeriksaan, menjaga kesehatan saraf mata juga bisa didukung dengan asupan nutrisi yang tepat. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk menemukan berbagai pilihan vitamin mata seperti suplemen yang mengandung Lutein dan Zeaxanthin guna melindungi retina dari kerusakan lebih lanjut.

Studi Mengenai Gangguan Penglihatan Warna

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa defisiensi warna merah-hijau memengaruhi sekitar 8% populasi pria keturunan Eropa dan 0,5% wanita di seluruh dunia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa deteksi dini melalui skrining di sekolah sangat efektif untuk membantu siswa menyesuaikan metode belajar mereka. Selain itu, penggunaan lensa kontak filter warna mulai dikembangkan untuk membantu meningkatkan kontras pada penderita deuteranomali, meskipun tidak mengembalikan penglihatan warna menjadi normal sepenuhnya.

FAQ

1. Apakah buta warna hijau bisa sembuh?

Jika kondisi tersebut bersifat genetik (bawaan lahir), maka belum ada pengobatan medis yang dapat menyembuhkannya secara permanen. Namun, jika disebabkan oleh penyakit tertentu seperti katarak, penglihatan warna dapat membaik setelah penyakit utamanya ditangani.

2. Bisakah seseorang gagal tes buta warna padahal merasa normal?

Ya, banyak orang baru menyadari mereka mengalami defisiensi warna saat menjalani tes resmi. Hal ini terjadi karena otak manusia sangat hebat dalam mencari kompensasi melalui tingkat kecerahan atau tekstur benda.

3. Apakah tes buta warna online akurat?

Tes online bisa digunakan sebagai skrining awal, namun hasilnya tidak bisa dijadikan diagnosis final karena dipengaruhi oleh kalibrasi warna layar monitor dan pencahayaan ruangan kamu.

4. Apa perbedaan Deuteranomali dan Deuteranopia?

Deuteranomali adalah kondisi di mana penderita masih bisa melihat warna hijau namun tampak lebih “kotor” atau lemah, sedangkan Deuteranopia adalah kondisi di mana seseorang sama sekali tidak memiliki sel kerucut hijau.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, terutama terkait penglihatan atau ingin tahu lebih banyak soal tes kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What Is Color Blindness?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Poor Color Vision.
National Eye Institute (NEI). Diakses pada 2026. Causes of Color Blindness.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Color Blindness: Types, Causes & Symptoms.